HomeFokus BUMNPerusahaan BUMN Tampung 522 Talenta Asal Papua dan Papua Barat

Perusahaan BUMN Tampung 522 Talenta Asal Papua dan Papua Barat

Kecil Besar

Sebanyak 522 peserta asal Provinsi Papua dan Papua Barat akan berkarier di 38 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Para talenta dari dua wilayah paling timur Indonesia ini akan dibentuk menjadi SDM andal untuk menghadapi tantangan dan peluang bisnis di masa mendatang.


PinterPolitk.com

Ke-522 talenta ini merupakan putra-putri terbaik, hasil Program Perekrutan Bersama (PPB) BUMN untuk putra putri Papua dan Papua Barat yang dilakukan Forum Human Capital Indonesia (FHCI), yaitu forum bersama bidang SDM perusahaan-perusahaan pelat merah.

Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) BUMN, Herdy Harman, menjelaskan bahwa saat ini BUMN tengah menghadapi tantangan era disrupsi digital dan menyongsong revolusi industri 4.0 yang berbasis teknologi.

“Untuk menyiapkan talenta BUMN, FHCI mengimbau BUMN untuk mempraktikkan konsep pengelolaan SDM yang mencakup aspek people, culture, organization, dan digitizing process. Sehingga terbentuk talenta yang berkarakter kuat, cinta tanah air, berdaya saing tinggi, berkolaborasi, dan menciptakan nilai tambah (creating value),” ujar Herdy, saat acara “Kitorang Anak Papua Siap Mengabdi untuk Negeri”, yaitu Inaugurasi Program Perekrutan Bersama (PPB) BUMN Papua dan Papua Barat, di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Sabtu (22/2).

Menurut Herdy, penyelenggaraan PBB Papua dan Papua Barat ini mampu memberi pembekalan kepada 522 peserta yang berasal dari kedua provinsi untuk menghadapi tantangan dan peluang bisnis di masa mendatang.

“Dalam hal kesiapan (readiness) talenta menghadapi era industri 4.0, sebanyak 522 talenta dari Papua dan Papua Barat yang tersebar di 38 BUMN itu telah menunjukkan budaya berkolaborasi dan adaptif yang akan menjadi bekal mereka untuk berkontribusi di perusahaan BUMN. Tentunya, FHCI berharap para talenta ini juga menjadi bagian dari elemen yang menyokong perekonomian nasional di masa mendatang,” papar Herdy.

Baca juga :  RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Herdy menambahkan kegiatan “Kitorang Anak Papua Siap Mengabdi untuk Negeri” merupakan Inaugurasi  dari Program Perekrutan Bersama (PPB) BUMN untuk Papua dan Papua Barat, yang juga bagian dari rangkaian kegiatan Pendidikan serta  Pelatihan Bela Negara yang dilaksanakan di Pusdikzi (Pusat Pendidikan Zeni TNI Angkatan Darat) di Bogor, Jawa Barat. (R58)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_img

#Trending Article

Waspada 3 “Kingdoms” of Jokowi?

Tiga provinsi, satu pola — kala gelar adat Jokowi di Lampung ternyata cuma puncak gunung es dari strategi politik yang lebih besar. 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

More Stories

Erick Thohir Pastikan 4,7 Juta Masker Telah Didistribusikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan 4,7 juta masker yang diproduksi oleh perusahaan pelat merah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah...

BUMN akan Bangun RS Darurat Corona di Daerah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerintahkan jajarannya untuk membangun Rumah Sakit Darurat Corona di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan...

BUMN Back Up Sepenuhnya RS Darurat Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Erick Thohir  menjamin RS Darurat Penangan Covid-19 siap beroperasi  pada Senin (23/3). BUMN sepenuhnya siap back up kebutuhan...