HomeFokus BUMNErick Thohir Rombak Jajaran Komisaris PT Pegadaian

Erick Thohir Rombak Jajaran Komisaris PT Pegadaian

Kecil Besar

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham resmi merombak jajaran komisaris dan direksi PT Pegadaian (Persero), Kamis (27/2).


PinterPolitik.com

Menteri BUMN, Erick Thohir  menunjuk Loto Srinaita Ginting sebagai Komisaris Utama Pegadaian dan Makmur Keliat sebagai Komisaris Independen, serta Gunawan Sulistyo sebagai Direktur Umum Pegadaian.

“Bergabungnya Loto Srinaita Ginting, Makmur Keliat, dan Gunawan Sulistyo yang memiliki kemampuan dan pengalaman di bidangnya akan melengkapi jajaran komisaris dan direksi untuk mewujudkan Pegadaian sebagai perusahaan the most valuable financial company di Indonesia dan sebagai agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia,” kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto di Jakarta, Jumat (28/2).

Loto Srinaita Ginting sendiri dianggap punya pengalaman panjang di bidang keuangan. Sebelum menjadi Komisaris Utama Pegadaian, Loto yang kini juga menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Keuangan & Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, juga pernah menjabat sebagai Direktur Surat Utang Negara di Kementerian Keuangan dan Kepala Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara.

Sementara Makmur Keliat yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen di Pegadaian, sebelumnya juga menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Kemudian Gunawan Sulistyo, sebelum menjabat sebagai Direktur Umum Pegadaian pernah juga menjabat sebagai Pejabal Level SEVP Manajemen Aktiva Tetap & Pengadaan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk, Direktorat Manajemen Aktiva Tetap & Pengadaan, Kepala Devisi Pengadaan Barang & Jasa BRI, dan Deputi Chief Learning Officer BRI Corporate University.

Gunawan Sulistyo merupakan alumnus Magister Management bidang Manajemen Keuangan dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. (R58)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_img

#Trending Article

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

Adu Nasib Rusdi-Sandi

Dua pengusaha besar, dua jalan politik berbeda. Rusdi Kirana berakar kuat di PKB hingga menjadi elite nasional, sementara Sandiaga Uno gagal mengangkat PPP dari keterpurukan. Mengapa modal, popularitas, dan jaringan tak cukup menyelamatkan partai yang rapuh?

More Stories

Erick Thohir Pastikan 4,7 Juta Masker Telah Didistribusikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan 4,7 juta masker yang diproduksi oleh perusahaan pelat merah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah...

BUMN akan Bangun RS Darurat Corona di Daerah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerintahkan jajarannya untuk membangun Rumah Sakit Darurat Corona di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan...

BUMN Back Up Sepenuhnya RS Darurat Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Erick Thohir  menjamin RS Darurat Penangan Covid-19 siap beroperasi  pada Senin (23/3). BUMN sepenuhnya siap back up kebutuhan...