HomeFokus BUMNArcandra Tahar Resmi Jadi Komut PT PGN

Arcandra Tahar Resmi Jadi Komut PT PGN

Kecil Besar

Mantan Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar resmi ditunjuk menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).


PinterPolitik.com 

Pengangkatan Arcandra sebagai Komut ini ditetapkan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PGN yang digelar di Gedung Graha PGAS, Jakarta, Selasa (21/1).  Arcandra resmi menjadi Komut PGN yang baru menggantikan IGN Wiratmaja Puja.

“Kami kenalkan Komisaris Utama baru Pak Arcandra yang bergabung per RUPS luar biasa hari ini. Alhamdulillah Pak Arcandra bisa bergabung dengan kita ke depannya,” kata Direktur Utama (Dirut) PGN Gigih Prakoso, dihadapan para peserta RUPSLB.

Menanggapi pengangkatannya sebagai Komut PGN, Arcandra menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan seluruh pemegang saham yang telah memilih serta mempercayakan jabatan ini kepadanya.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Presiden, dan seluruh pemegang saham yang telah memilih saya sebagai Komisaris Utama PGN mulai hari ini. Terima kasih juga pada semua pihak dalam pelaksanaan RUPSLB yang terselenggara dengan baik bari ini,” kata Arcandra.

Arcandra  berharap dengan pergantian Komisaris Utama PGN, potensi yang bisa ditingkatkan PGN baik dari sektor infrastruktur gas maupun sisi beberapa anak perusahaan terutama di hilir dan hulu bisa memberikan nilai tambah. “Tidak saja pada pemerintah tapi juga pada seluruh pemegang saham yang mempercayakan sahamnya di PGN,” pungkas Arcandra. (R58)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?
spot_imgspot_img

#Trending Article

Waspada 3 “Kingdoms” of Jokowi?

Tiga provinsi, satu pola — kala gelar adat Jokowi di Lampung ternyata cuma puncak gunung es dari strategi politik yang lebih besar. 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

More Stories

Erick Thohir Pastikan 4,7 Juta Masker Telah Didistribusikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan 4,7 juta masker yang diproduksi oleh perusahaan pelat merah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah...

BUMN akan Bangun RS Darurat Corona di Daerah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerintahkan jajarannya untuk membangun Rumah Sakit Darurat Corona di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan...

BUMN Back Up Sepenuhnya RS Darurat Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Erick Thohir  menjamin RS Darurat Penangan Covid-19 siap beroperasi  pada Senin (23/3). BUMN sepenuhnya siap back up kebutuhan...