HomeFokus BUMN107 BUMN Dukung Mudik Gratis Tahun ini, Pendaftaran via Online

107 BUMN Dukung Mudik Gratis Tahun ini, Pendaftaran via Online

Kecil Besar

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menggelar Program Mudik Gratis yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam program ini, ratusan BUMN berkolaborasi dengan PT Jasa Raharja (Persero) sebagai Ketua Satuan Tugas.


PinterPolitik.com

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (25/2), mengatakan, PT Jasa Raharja (Persero) ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Mudik Gratis BUMN.

Menurutnya untuk tahun ini Program Mudik Gratis BUMN didukung 107 perusahaan pelat merah, ada peningkatan dari tahun sebelumnya yang didukung oleh 104 BUMN.

“Pemudik tahun ini mengalami peningkatan 10 persen atau sejumlah 275 ribu orang. Ada empat moda transportasi untuk para pemudik, yaitu bus, kapal laut, kereta api, dan pesawat udara yang diberlakukan bukan hanya di wilayah Jawa tapi seluruh Indonesia,” jelas Budi didampingi Direktur Operasional, Amos Sampetoding dan Kepala Divisi Pelayanan, Bambang Panular.

Dalam kesempatan itu, Budi menjelaskan ada beberapa tujuan dari digelarnya kegiatan penyelenggaraan Mudik Gratis selain dari memfasilitasi masyarakat yang akan mudik lebaran.

Program Mudik Gratis juga memungkinkan masyarakat memperoleh kepastian keberangkatan dengan mudah, aman, dan nyaman. Selain itu untuk menggerakkan tingkat ekonomi di daerah, serta meningkatkan brand equality BUMN sebagai perusahaan yang peduli terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Tahun ini para pemudik yang akan menjadi peserta Mudik Bareng BUMN diwajibkan mendaftar secara online. Alasan daftar online bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tapi karena selama empat tahun belakangan para pemudik lebih banyak yang memilih untuk daftar online.

Waktu pendaftaran Mudik Bareng BUMN pun dimulai pada Maret 2020. Oleh karena itu, untuk menunjang sarana kegiatan mudik, setiap BUMN wajib berkolaborasi dengan pengadaan transportasi bus oleh Damri, transportasi kapal laut oleh Pelni dan ASDP, transportasi kereta api oleh PT KAI, transportasi pesawat udara oleh Garuda Indonesia dan atribut pemudik oleh Sarinah.

Baca juga :  Menyikap Tubir Milbus

Nantinya pada 19 Mei 2020, bakal dilaksanakan Flag Off Mudik Bareng BUMN Tahun 2020 di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

“Tahun 2020, target pemudik Jasa Raharja naik 10 persen dibandingkan tahun lalu, jumlahnya 44 ribu orang, dan mudik dengan moda transportasi kereta api, bus, dan kapal laut,” jelas Budi.

Kegiatan Mudik Bareng dari Jasa Raharja, rencananya siap mengerahkan 648 bus, 12 kereta api, dan sembilan kapal laut. Nah bagi Anda yang berminat, pendaftaran online Jasa Raharja akan dilaksanakan pada:

  1. Moda Kereta Api: 10-14 Maret 2020 melalui Aplikasi mobile JRku yang dapat diunduh di Google Play Store dan App Store.
  2. Moda Bus dan Kapal Laut dibuka mulai 31 Maret-17 April 2020 melalui website www.mudik.jasaraharja.co.id atau Aplikasi JRku.

Adapun persyaratan yang dibutuhkan bagi calon pemudik, antara lain KTP, Kartu Keluarga, SIM C, dan STNK Motor

Budi menjelaskan hingga saat ini belum semua BUMN menghadirkan program kepulangan mudik. Itu karena tingkat kepulangan yang berbeda-beda dari setiap pemudik.

“Namun khusus dari Jasa Raharja, kami akan mengangkut kembali para pemudik sampai ke tempat tujuan, dengan mengerahkan 10-15 persen dari moda transportasi yang digunakan saat mudik bareng Jasa Raharja,” jelas Budi.

Untuk kereta api misalnya, Jasa Raharja merencanakan memulangkan para pemudik dari Surabaya, Malang dan Solo pada 30-31 Mei 2020. Sementara bus kepulangan, dilakukan dari Surabaya, Semarang, Solo, dan Yogyakarta pada 30-31 Mei 2020.

Terkait dengan mudik bareng tersebut, Direktur Operasional Amos Sampetoding menambahkan bahwa Jasa Raharja berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, seperti Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan beberapa stakeholder lainnya.

“Kami juga akan mendirikan beberapa pos kesehatan yang sifatnya pos terpadu di 160 titik di seluruh Indonesia. Kami dari Jasa Raharja akan siaga 24 jam karena kami berharap zero accident,” pungkas Budi. (R58)

Baca juga :  RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_img

#Trending Article

Waspada 3 “Kingdoms” of Jokowi?

Tiga provinsi, satu pola — kala gelar adat Jokowi di Lampung ternyata cuma puncak gunung es dari strategi politik yang lebih besar. 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

More Stories

Erick Thohir Pastikan 4,7 Juta Masker Telah Didistribusikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan 4,7 juta masker yang diproduksi oleh perusahaan pelat merah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah...

BUMN akan Bangun RS Darurat Corona di Daerah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerintahkan jajarannya untuk membangun Rumah Sakit Darurat Corona di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan...

BUMN Back Up Sepenuhnya RS Darurat Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Erick Thohir  menjamin RS Darurat Penangan Covid-19 siap beroperasi  pada Senin (23/3). BUMN sepenuhnya siap back up kebutuhan...