HomeCelotehZulhas Kebelet Nyapres?

Zulhas Kebelet Nyapres?

“Kami menyayangkan statement Menteri Perdagangan. Kenaikan harga telur sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Dan, ini adalah harga tertinggi dalam 5 tahun,” – Abdullah Mansuri, Ketua Umum IKAPPI


PinterPolitik.com

Hampir semua persoalan kehidupan manusia bermula dari pasar. Persoalan pasar yang menarik akhir-akhir ini terkait harga telur ayam ras yang melambung tinggi. 

Hal ini dicatat oleh Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag), yang menyebut rata-rata harga telur ayam ras pada 23 Agustus 2022 naik Rp100 menjadi Rp31.000 per kg dari sehari sebelumnya. 

Merespons persoalan tersebut, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Parjuni memprediksi kalau harga telur ayam akan terus tidak stabil setelah Idul Fitri 2022 kemarin. 

Menariknya, meski harga telur telah mencetak rekor harga tertinggi, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas mengatakan hal itu bukanlah hal yang perlu diributkan. 

Kok bisa begitu? Bukannya Pak Zulhas sebagai Mendag seharusnya mampu menguraikan persoalan, dan memberikan solusi kepada pedagang?

Seperti itulah kira-kira protes pedagang yang merespons pernyataan Zulhas. Mereka menyayangkan pernyataan Zulhas, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu diminta melakukan upaya lanjutan, bukan hanya memberikan pernyataan yang membuat gaduh. 

- Advertisement -

Anyway, Zulhas bukan sekali membuat kegaduhan soal tugas pokoknya sebagai Mendag loh. 

Mungkin masih segar dalam ingatan kita. Setelah Zulhas dilantik menjadi Mendag, ia langsung sidak ke pasar dan tiba-tiba memberikan hadiah umrah kepada pedagang. Peristiwa ini mendapat banyak atensi pemberitaan. 

Saat itu, Zulhas menghampiri kios sembako milik pasangan Awai dan Elis. Setelah berbincang tentang harga komoditas pangan, Zulhas secara mengejutkan menawarkan mereka berangkat ibadah umrah. Tindakan ini dinilai tidak berhubungan dengan masalah harga pangan.

Baca juga :  Gibran-Grace Maju DKI 2024?

Kemudian, ada peristiwa pembagian minyak goreng gratis sembari mengkampanyekan anaknya, Futri Zulya Savitri sebagai calon anggota legislatif. 

image 79
Jangan Ribut Telur! Zulhas ke India!

Sedikit berspekulasi, rentetan polemik Zulhas mungkin dapat dimaknai sebagai upaya untuk mendapatkan atensi publik. Manajemen strategi semacam ini sering dilakukan politisi. Meskipun nada pemberitaan yang muncul negatif, hal itu bukanlah masalah, yang terpenting adalah perhatian publik dapat direbut. Ini dikenal dengan istilah top-of-mind awareness (TOMA).

Dalam literasi politik, pencitraan politik merupakan kata yang lumrah. Tentunya hal ini dilatarbelakangi oleh semakin maraknya media yang dianggap mampu membentuk citra dan persepsi publik terhadap seseorang. 

Kekuatan media, menjadi magnet (daya tarik) bagi elite politik maupun partai politik. Mereka beramai-ramai memoles diri di berbagai kanal yang diberikan oleh media. Tujuannya, tentu saja untuk  membangun citra di hadapan publik dan mengarahkan opini publik. 

Water Lippman dalam bukunya Public Opinion, menjelaskan bahwa citra merupakan sebuah dunia menurut persepsi seseorang. Secara khas, ia menyebutkan citra sebagai “pictures in our head” yang ingin menjelaskan gambaran tentang realitas. 

- Advertisement -

Pertanyaannya sekarang, menuju kemana penggiringan atensi publik ini? Apakah punya kepentingannya hingga berujung pada pencalonan presiden? Jawabannya mungkin saja iya. 

Nah di sinilah kita bisa membaca sikap dan pernyataan Zulhas yang sering mengundang atensi publik. Dan wajar jika kita berspekulasi bahwa Zulhas punya keinginan untuk menjadi calon presiden (capres) di 2024 mendatang. 

Hmm, kadang kita sering berjumpa dengan teman yang selalu caper alias cari perhatian, seringkali caper disebabkan hanya karena ia merasa kesepian. 

Tapi, kok Zulhas masih caper ya? Bukanya partainya, PAN, sudah punya dua teman di KIB (Koalisi Indonesia Bersatu)? Jangan-jangan masih merasa sendiri walaupun sudah bersama? Uppss. Hehehe. (I76)


PAN Bukan Partai Islam?
spot_img

#Trending Article

Rocky Sebenarnya Fans Luhut?

Momen langka terjadi! Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya bertemu langsung dengan pengkritik terpedasnya, yakni Rocky Gerung.

Nadiem and the Shadow Organization

Penjelasan Mendikbudristek Nadiem Makarim soal shadow organization tuai polemik. Ada apa di balik organisasi bayangan Kemdikbudristek ini?

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Giring Bukan Ketum PSI Lagi?

Ketum PSI Giring tampak tidak sejalan dengan partainya sendiri soal deklarasi Ganjar-Yenny sebagai capres-cawapres. Masihkah Giring Ketum?

SBY, Anak Emas Amerika Serikat?

“Pak SBY membantah, 'Tidak benar saya jadi the golden boy' kan begitu, bantah saja. Tapi kalau kita bicara dengan banyak orang, itu gelar the...

Kasus Lesti-Billar, Begini Tanggapan Lesti

Lesti Kejora laporkan suaminya, Rizky Billar, atas kasus KDRT setelah diduga ketahuan selingkuh. Mengapa fenomena ini begitu marak?

Anies dan Nadiem Dibanding-bandingke?

“Mendikbudristek meminta waktu hingga akhir Juni. Namun, hingga September 2022, tidak ada kabar terkait DIM yang dijanjikan. Bagi kami, hal ini merupakan pengabaian atas...

Surya Paloh Terjun ke Medan Perang?

“Kenapa ada percepatan, yang didengar 10 November, kenapa hari ini. Saya melihat ini jauh lebih hari baik. Sederhana. Lihat cahaya bulan bintang. Hari-hari baik....

More Stories

Anies Ubah Lanskap Politik?

“Tentu menarik, munculnya Anies di konstelasi Pilpres 2024 setidaknya mewakili segmen tertentu, yaitu kelompok masyarakat yang kontras dengan rezim” – Herry Mendrofa, Centre for...

PSI dan Ganjar “Kawin Lari”?

“Kalau kamu punya anak, kemudian anakmu mau saya pinang, aku ngomong sama kamu enggak? Ngomonglah sama Ketum. Begitu loh, Bos!” – Bambang “Pacul” Wuryanto,...

Kemiskinan, Senjata PKS Serang Jokowi?

“Lonjakan inflasi ini membuat standar itu meningkat, sehingga banyak masyarakat yang rawan masuk ke kategori miskin ekstrem,” – Anis Byarwati, Anggota Komisi XI Fraksi...