HomeCelotehUU Ciptaker, Jokowi Fans Ronan Keating?

UU Ciptaker, Jokowi Fans Ronan Keating?

Kecil Besar

“Khusus omnibus Cipta Kerja, memang ada masukan dari banyak pihak. Kami semua ditegur presiden, komunikasi publik kami sungguh sangat jelek”. – Moeldoko, Kepala Staf Presiden


PinterPolitik.com

Setelah dikritik habis-habisan oleh masyarakat, pemerintah akhirnya mulai sadar diri. Ini terkait isu UU Cipta Kerja ya yang sebelumnya mendapatkan penolakan besar-besaran dari buruh dan mahasiswa.

Dalam pernyataan terbarunya, Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebutkan bahwa pihaknya mendapatkan kritikan dari berbagai pihak, utamanya terkait komunikasi publik tentang UU tersebut. Bahkan, Moeldoko menyebut dirinya dan jajaran menteri lainnya mendapatkan teguran dari Presiden Jokowi. Katanya: “Jangan tergesa-gesa komunikasinya”.

Hmm, yang tergesa-gesa ini apanya ya? Komunikasi atau jadwal sidang dan pembahasan di DPR? Bukannya dulu Pak Jokowi sendiri yang pernah minta agar UU Cipta Kerja ini diselesaikan dalam 100 hari ya? Uppps.

Tapi, bener juga sih soal komunikasi publik itu. Soalnya kalau emang pemerintah menuduh ada disinformasi seperti yang disebutkan oleh Pak Jokowi dalam pernyataannya menanggapi aksi demo penolakan, harusnya sedari awal udah dikomunikasikan dengan terbuka apa tujuan UU ini dan apakah benar keluhan-keluhan dan tuntutan buruh yang dianggap tidak didengarkan oleh pemerintah dan DPR.

Yang terjadi adalah publik sendiri nggak begitu tau sebenarnya apa isi UU Cipta Kerja, dan lain sebagainya. Draftnya yang beredar aja simpang siur mana yang benar.

Hmmm, kan jadi curiga, jangan-jangan pemerintah dan DPR emang dari generasi yang ngefans sama Ronan Keating. Itu loh, si babang tamvan mantan anggota boyband Boyzone asal Irlandia. Doi kan terkenal banget dengan lagu When You Say Nothing at All.

Kan ada tuh bagian liriknya yang bunyinya: “You say best when you say nothing at all”. Artinya kalau diterjemahkan secara bebas kira-kira: “Kamu mengatakan secara terbaik jika kamu tak bicara sama sekali”.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Dalam konteks UU Cipta Kerja, pemerintah seolah-olah merasa dengan nggak memberikan penjelasan apa pun sebelumnya secara spesifik, komunikasi yang terbangun sudah bagus dan tepat sasaran dengan masyarakat.

Sayangnya, bicara soal produk hukum seperti UU Ciptaker nggak sama dengan dua sejoli yang sedang jatuh hati. Jadi ya nggak bisa dengan diem-dieman dan berharap bisa saling mengerti dengan hanya tatap-tatapan aja.

Makanya, jangan-jangan Pak Jokowi dan para menteri emang pada ngefans sama Ronan Keating. Jadinya sampai terbawa memaknai lagunya dalam pembuatan kebijakan. Uppps. Semoga ke depannya bisa lebih baik komunikasinya ya, Pak. (S13)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.