HomeCelotehUjian Ketabahan Fachrul Razi

Ujian Ketabahan Fachrul Razi

“I’m not perfect; I make mistakes all the time. All I can do is to try my best to learn from my mistakes, take responsibility for them, and do a better job tomorrow.” – Lana


 PinterPolitik.com

Menteri Agama (Menag) sudah sepatutnya menjadi suri tauladan bagi umat beragama di Indonesia. Tentu itu tak mudah, banyak halangan merintang untuk menjadi panutan yang ideal. Hal inilah yang kiranya sedang dialamai Fachrul Razi.

Sebagai Menag eks militer pertama di era reformasi, kapabilitas Fachrul Razi memimpin kementerian agama banyak dipertanyakan. Selain latar belakangnya, wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang bagi ASN Kementerian Agama (Kemenag) yang dikeluarkan oleh Fachrul Razi sendiri menuai banyak kritikan.

Banyak tokoh menilai kalo Menag saat ini gak pro sama etika agama. Agaknya publik terlalu cepat menilai Fachrul Razi. Namun ada peristiwa yang membuat kita harusnya kagum pada beliau.

Baru-baru ini Fachrul Razi sempat marah karena dituding salat Jumat dimana dia jadi imam tidak sah. Melalui akun Instagram Nahdlatul Ulama, Wakil Ro’is Syuriyah PWNU Jakarta Zuhri Ya’kub mengatakan kalo salat yang dilakukan di Masjid Istiqlal pada satu November itu tidak sah karena gak baca salawat Nabi di khutbah pertama serta wasiat takwa di khutbah kedua.

Walau sempat marah, Fachrul Razi pun mencoba bersabar dengan memerintahkan anak buahnya untuk menganalisis videonya beneran asli apa editan. Kali aja kan berita yang tersebar di masyarakat tidak benar, takutnya timbul fitnah.

Namun, setelah tau kalo ternyata video yang diunggah oleh Zuhri Ya’kub tersebut memang benar isinya, Fachrul Razi malah minta biar videonya disebar aja sekalian. Tak lupa Menag satu ini berterima kasih kepada Zuhri Ya’kub karena telah memberi masukan yang substantif kepada beliau dalam menjalankan ibadah.

Walau terlihat keras eksteriornya namun Fachrul Razi memiliki kemauan belajar yang tinggi serta mampu menerima masukan. Ini pun juga bisa dilihat waktu beliau dikritik tidak adil ketika menganggap cadar dan celana cingkrang merupakan bagian dari radikalisme. Kenapa? Karena beliau minta maaf abis itu. Walaupun maafnya karena bikin kegaduhan tetap saja dibutuhkan hati yang lapang buat minta maaf.

Ini pun harusnya jadi momen pelajaran buat kita sebagai umat beragama untuk gak berprasangka buruk terus-terusan tapi belajar dari kesalahan kalo nyinggung orang yang berbeda pendapat. Contohlah itu Fachrul Razi. Biar tantangan sulit beliau tetap belajar. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...