HomeCelotehSri Mulyani Si Menteri Sultan?

Sri Mulyani Si Menteri Sultan?

Kecil Besar

“Jadi jumlahnya sangat signifikan THR ini dan kita harapkan akan mendorong. Meskipun masyarakat tidak mudik, tapi tetap bisa mengirim kepada orang tua atau saudara di kota tempat tinggal mereka”. – Sri Mulyani, Menteri Keuangan


PinterPolitik.com

Ngomongin masalah duit, emang selalu jadi topik yang sensitif. Orang bisa gontok-gontokkan dan berantem satu sama lain. Apalagi kalau itu hubungannya dengan penghasilan, selalu saja ada warna-warninya.

Beberapa minggu lalu misalnya, publik dikejutkan dengan pemberitaan terkait isu babi ngepet yang terjadi di Depok. Warga saling tuduh satu sama lain, tetangganya disebut bisa punya penghasilan besar sekalipun jarang keluar rumah.

Hmm, emang kecemburuan sosial suka nggak terkendali nih kalau bicara hal-hal yang kayak gini.

Masih soal duit, masalah yang mirip kini tengah dihadapi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Bukan soal babi ngepet loh ya, tapi ini soal tunjangan hari raya alias THR para PNS yang diprotes karena besarannya dianggap nggak sesuai.

Baca Juga: RUU Ciptaker: Kebangkitan Partai Buruh?

Diberitakan bahwa tahun ini, PNS hanya menerima THR yang besarannya berupa gaji pokok dan tunjangan melekat, yaitu tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan atau umun. Tak ada tunjangan kinerja (tukin) dan insentif lainnya.

Akibatnya, muncul petisi online yang meminta Sri Mulyani untuk bersikap adil soal THR ini. Nggak tanggung-tanggung, sudah ada 20 ribu orang yang menandatangani petisi tersebut.

Dalam komentar yang dibagikan, muncul juga istilah Kementerian Sultan. Ini terkait kementerian yang disebut tetap memberikan insentif besar pada pegawainya. Ada yang bilang sih cap tersebut emang diarahkan pada Sri Mulyani dan kementeriannya.

Hmm, tapi kalau dipikir-pikir, sebutan Menteri Sultan itu sebenarnya emang cocok dengan Bu Sri Mulyani sih. Soalnya, doi itu menteri yang ngatur duit Rp 2000-an triliun buat APBN cuy. Jadi emang udah level sultan kalau duit segitu hehehe.

Walaupun demikian, para PNS sebenernya kudu bersyukur. Masih untung tahun ini pada dapat THR. Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang ini, di banyak tempat orang-orang pada dipotong THR-nya. Bahkan ada yang sampai 60 persen potongannya.

Wih, emang nih kalau udah masalah duit selalu sensitif. Senggol dikit bacok cuy. Uppps. Asal duit rakyat nggak diambil-ambil aja, misalnya dana bansos dan yang lainnya. Wajar aja kalau nanti masyarakat jadi pada sensitif. Hehehe. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.