HomeCelotehRizal Ramli Untuk Presiden 2024?

Rizal Ramli Untuk Presiden 2024?

Presidential threshold ini akan menyebabkan potensi kepemimpinan kita hilang begitu saja. Kenapa? Akan dipaksa calon presiden itu dua saja”. – Refly Harun, Pakar Hukum Tata Negara


PinterPolitik.com

Setelah 22 tahun bergulir, demokrasi memang telah bergulir di Indonesia. Kita mengalami adanya Pemilu langsung, di mana mulai dari anggota legislatif pusat dan daerah serta kepala daerah hingga presiden semuanya langsung dipilih oleh masyarakat. Mulai dari level RT/RW juga sih kalau sampai ke tingkatan terbawah.

Nah, tapi banyak pihak yang menganggap demokrasi ini nggak demokratis. Hmm, wait, gimana-gimana? Demokrasi tapi nggak demokratis? Itu ibarat kayak makan soto tapi bukan soto, atau makan martabak tapi bukan martabak. Rada gimana gitu ya. Hehehe.

Walaupun begitu, masuk akal juga sih pernyataan tersebut. Soalnya, bolehlah kita udah bisa memilih pemimpin secara langsung, secara khusus untuk kursi presiden ya. Tapi, sebagai masyarakat kita tugasnya cuma nyoblos aja siapa yang udah disiapkan di kertas suara.

Apalagi, dengan adanya aturan kayak presidential threshold yang menjadi semacam prasyarat pencalonan seseorang untuk posisi puncak tersebut, sulit rasanya bagi calon perseorangan atau independen untuk melewati kekuasaan partai politik.

Bahkan, bisa dibilang satu-satunya jalan seseorang untuk mencalonkan diri di Pilpres adalah lewat jalur partai politik. Tanpa Parpol, sepertinya mustahil bagi seseorang untuk bisa mencapai kursi tersebut. Kondisi ini juga menutup peluang orang tanpa modal politik dan finansial besar untuk merengkuh kursi nomor satu di negeri ini.

Hal inilah yang membuat mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli melayangkan gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait presidential threshold tersebut. Buat yang belum tahu, aturan ini memang mengharuskan seorang calon presiden untuk mendapatkan rekomendasi dari partai atau gabungan partai dengan kekuatan minimal 20 persen dukungan suara di DPR atau 25 persen suara nasional.

Baca juga :  Mahfud Sang Menteri Komentator?

Rizal Ramli mengajukan gugatan itu bersama dengan pakar hukum tata negara Refly Harun. Mereka menyebut aturan ambang batas ini adalah demokrasi kriminal. Wih, sangar nih tuduhannya.

- Advertisement -

Hmm, penasaran juga sih kenapa gugatan ini diajukan sekarang? Apakah ini tanda-tanda Pak Rizal Ramli mau mencoba peruntungan nih di 2024? Kalau gugatan dikabulkan MK dan ambang batas dihapuskan, sangat mungkin loh sosok seperti Rizal Ramli untuk maju sebagai capres.

Apalagi doi punya pengalaman panjang dalam tata kelola negara sejak era Gus Dur. Jadi udah pasti bisa lah untuk mencalonkan diri. Soalnya kalau lewat jalur partai sepertinya bakal sulit nih buat doi.

Pak Rizal mau jadi the chosen one nih ye. Hehehe. Tapi wajar sih, soalnya dengan kondisi seperti sekarang ini – ada krisis kesehatan dan ekonomi juga terpuruk – banyak orang merasa punya kapasitas untuk membawa negara ini ke arah yang lebih baik.

Hmmm, patut ditunggu nih gimana hasil gugatannya Pak Rizal Ramli. Kalaupun beneran mau nyalon, semoga siap dengan kondisi politik Indonesia yang sarat baku hantam di dalamnya. Lha, ada yang udah ukur baju dan disuruh datang ke restoran untuk siap-siap diumumkan, ujung-ujungnya malah disalip orang lain kok. Uppps.

Politik itu keras men. (S13)

spot_img

#Trending Article

Ceker Ayam, Rahasia Kemajuan Tiongkok?

“Kami berusaha menyerap kenaikan harga komoditas ini, dengan memanfaatkan seluruh bagian ayam. Itu berarti menggunakan setiap bagian ayam, kecuali bulunya, kurasa.” – Joey Wat, CEO...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Melacak Arah Petir Brigadir J?

“CCTV harus diuji. Kenapa harus diuji? Pertama CCTV sudah disambar petir. Maka kalau tiba-tiba CCTV ketemu kembali, harus dibikin acara dengan petir, kapan petir...

Anies Ikuti Jejak Soekarno?

“Perubahan nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat, dilakukan agar Rumah Sakit ikut ambil peran dalam pencegahan penyakit, sekaligus mempromosikan hidup sehat.” – Anies Baswedan,...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Jokowi Kameo Pilpres 2024?

“Yang paling sering kalau ke kondangan. Bahkan saat nyumbang ke Surabaya, ada yang bilang kalau ada tamu Pak Presiden lagi blusukan. Bahkan ada yang rebutan...

Sambo Tidak Selincah Ninja Hatori?

“Kalau naik gunung itu, pijakan kakinya harus kuat. Jangan mengandalkan tarikan orang di atas. Kekuatan diri sendiri yang membawa kita ke atas.” – Brigjen...

Anies-AHY Kawin Paksa?

“Tentu proses membangun chemistry antara satu dan yang lain penting, bukan kawin paksa,” - Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem PinterPolitik.com Siapa yang tidak kenal dengan Siti...

More Stories

Punya Kominfo, Nasdem 3 Besar di 2024?

Pertarungan antara PDIP dan Nasdem diprediksi akan makin menajam jelang Pilpres 2024. Selain benturan kepentingan terkait tokoh yang kemungkinan besar akan didorong sebagai kandidat...

Luhut dan Ekonomi Orang Kaya

Persoalan ekonomi kini menjadi pekerjaan rumah yang tengah dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, di tengah ancaman krisis yang mengancam, Menko Marves Luhut...

Anies dan Pemimpin Yang Diciptakan

Jelang Pilpres 2024, banyak pihak yang mulai berlomba-lomba mendorong tokoh-tokoh yang dianggap populer dan mampu menarik hati masyarakat. Sayangnya, Indonesia masih terjebak pada kondisi...