HomeCelotehRian Ernest "Transfer" ke Perindo?

Rian Ernest “Transfer” ke Perindo?

Kecil Besar

Politikus muda bernama Rian Ernest memutuskan untuk keluar dari PSI. Menariknya, tidak lama setelahnya beredar rumor bahwa Rian memiliki kedekatan tertentu dengan partai politik (parpol) lain, yakni Perindo.


PinterPolitik.com

“You switched up, huh, like how you not feelin’ me?” – Fivio Foreign, “Off The Grid” (2021)

Time flies, people change. Kalimat ini merupakan salah satu ungkapan yang diluapkan ketika seseorang mendadak berubah dan pergi meninggalkan kita. Seakan-akan, harusnya kita tahu sedari awal bahwa orang tersebut pasti pergi eventually.

Hmm, bayangkan aja kalau orang yang kalian sangat sayangi pergi tiba-tiba – hanya karena dia tidak merasakan hal yang sama seperti dulu pertama kali bertemu. Padahal, bisa jadi, kita-nya masih memiliki perasaan yang membara untuk orang ini.

Kecewa pasti akan muncul. Namun, tentu, kita tidak bisa memaksakan kehendak kita sendiri. Bagaimana pun, kita harus mendengarkan apa keinginan mereka sebagai human being.

Nah, ini mungkin yang terjadi ketika Lionel Messi pada tahun 2020 menyatakan keinginannya untuk hengkang dari klub sepak bola Spanyol yang bernama Futbol Club (FC) Barcelona – di mana Messi bermain di sana sejak tahun 2004 silam.

Keputusan Messi untuk meninggalkan Barcelona ini tentu membuat banyak fans sedih. Gimana nggak? Nama Messi dan nama Barcelona serasa sudah identik satu sama lain. Membayangkan Messi mengenakan jersey klub lain terasa tidak mungkin saat itu.

PSI Ditinggal Kabur Elite Lagi Rian Ernest

Nah, kepergian “pemain-pemain” favorit ini tampaknya tidak hanya terjadi di dunia sepak bola, melainkan juga di dunia politik – khususnya kancah perpolitikan Indonesia. Gimana nggak? Baru-baru ini, ada satu lagi kader pentolan PSI yang memutuskan untuk keluar, yakni Rian Ernest.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?

Mirip dengan gosip-gosip transfer pemain dalam sepak bola, sejumlah rumor pun menyertai. Ada rumor yang mengatakan kalau Rian Ernest ini bakal berpindah partai. Partai politik (parpol) yang paling santer dikabarkan bakal menerima Rian adalah Perindo.

Hmm, kalau benar kabarnya demikian, kira-kira, kenapa ya akhirnya kader-kader PSI ini memilih untuk berpindah partai? Elad Klein dalam tulisannya yang berjudul Explaining Legislative Party Switching in Advanced and New Democracies menjelaskan kalau fenomena berpindah partai (party switching) adalah fenomena yang kerap terjadi dalam demokrasi.

Dalam negara sudah sejak lama menggunakan demokrasi (advanced), fenomena party switching sering kali terjadi karena persoalan ideologi dan perbedaan pilihan kebijakan. Sementara, di negara-negara demokrasi baru seperti Indonesia, motif party switching sering kali adalah kecilnya prospek untuk terpilih kembali dan minimnya akses ke posisi pemerintahan.

Ini menjadi menarik untuk dibahas lebih lanjut terkait kondisi apa yang membuat PSI kehilangan kader-kader pentolannya. Bahkan, sejumlah mantan petinggi PSI kini terang-terangan mendukung Anies Baswedan – yang notabene dikenal sebagai “musuh bebuyutan” PSI – sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hmm, apakah ada ketidakpuasan tersendiri di antara para “pemain” di tim PSI? Mungkinkah rumor “transfer pemain” Rian Ernest dari PSI ke Perindo ini semakin memperlihatkan alasan-alasan party switching – seperti yang dijelaskan Klein? Menarik untuk diamati kelanjutannya. (A43)


Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?