HomeCelotehRahasia Ridwan Kamil "Awet Muda"?

Rahasia Ridwan Kamil “Awet Muda”?

Kecil Besar

Warganet diramaikan oleh rahasia-rahasia para selebriti yang dinilai masih awet muda. Bagaimana dengan para figur publik di dunia politik yang kerap disebut “muda” seperti Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK)?


PinterPolitik.com

“You can stay young forever if you follow your heart” – Abstract, “Neverland” (2015)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki umat manusia memang semakin maju seiring perkembangan zaman. Bahkan, perkembangan ini terjadi semakin pesat dengan datangnya berbagai peralatan yang lebih modern dan lebih sophisticated.

Namun, bisa dibilang, hingga kini, manusia belum menemukan teknologi ampuh yang bisa membuat manusia tetap awet muda. Semua pun mencari-cari resep rahasia tersebut.

Dunia media sosial (medsos) akhir-akhir ini, misalnya, diramaikan oleh berbagai kisah para selebriti yang dianggap tetap awet muda meskipun telah hidup puluhan tahun. Salah satunya adalah saat mantan pemain drum (drummer) Dewa 19, Setyo Nugroho atau Tyo Nugros, muncul di konser bertajuk “Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19” pada awal Februari 2023 lalu.

Bisa dibilang, semua terkesima dengan tampilnya Tyo Nugros. Gimana nggak? Bila dibandingkan dengan teman-teman lamanya, Tyo tampak hanya bertambah usia sedikit – masih mirip-mirip dengan ketika ia masih muda.

Hmm, rahasianya apa ya? Kalau kata Tyo sih, dirinya terbiasa untuk menjaga pola makan dan rajin berolahraga sejak muda.

Nggak hanya Tyo nih, kemarin juga ramai sosok pemain serial Meteor Garden (2001) asal Taiwan yang bernama Jerry Yan. Meski sudah berusia 46 tahun, Jerry tetap terlihat segar lho

Katanya sih, rahasianya adalah dengan tetap menjalani hidup yang damai secara emosional. Caranya pun unik, yakni dengan tidak menggunakan ponsel (smartphone). Waduh, apa kabar kita yang sehari aja nggak bisa lepas dari layar ponsel? Hmm.

Nah, nggak hanya Tyo dan Jerry, ada juga lho politisi yang pernah ditanyain warganet soal resep rahasia awet muda. Salah satunya adalah Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar). 

Ridwan Kamil Instagram vs Ridwan Kamil Twitter

Hmm, ini kembali ke perspektif masing-masing ya kriteria awet muda itu gimana. Namun, tentu, ada sejumlah warganet yang mempertanyakan mengapa Kang Emil tetap aktif ke mana-mana meskipun udah berusia 51 tahun.

Mungkin nih, Kang Emil ini jadi terlihat awet muda karena sering berinteraksi dengan budaya anak-anak muda (youth culture) kali ya? Gimana nggak? Nggak bisa dipungkiri kalau Kang Emil ini adalah salah satu politikus yang paling up-to-date soal meme-meme yang lagi viral di medsos – bahkan juga rajin membuat konten ala meme-meme itu.

Hmm, kenapa ya kira-kira Kang Emil suka banget bikin konten-konten ala anak-anak Milenial dan Generasi Z (Gen Z) di medsos? Mungkinkah ada motivasi tertentu?

Buat nge-bahas ini, mungkin, kita perlu tahu dulu kalau medsos punya satu rahasia ampuh yang membuat banyak orang kecanduan dengan platform-platform daring ini. Apa lagi kalau bukan algoritma?

Rangkaian urutan prosedur kode dan angka ini membuat konten-konten di medsos disesuaikan dengan penggunanya masing-masing. Alhasil, konten yang muncul di linimasa adalah konten-konten yang didasarkan pada apa yang kita sukai dan tidak sukai.

Inilah mengapa medsos bisa menguntungkan para politisi. Mengacu pada penjelasan Franziska Marquart, Jakob Ohme, dan Judith Möller dalam tulisan mereka yang berjudul Following Politicians on Social Media: Effects for Political Information, Peer Communication, and Youth Engagement, konten-konten yang para politisi buat bisa saja muncul di linimasa anak-anak muda berdasarkan algoritma medsos – membuat mereka menjangkau kelompok pemilih baru yang masih berproses dalam sosialisasi politik.

Ya, alhasil, dengan bikin konten-konten di medsos, Kang Emil belum tentu bisa awet muda beneran. Kalau berkaca dari penjelasan di atas, Kang Emil bisa tuh se-enggak-nya awet di pikiran anak-anak muda. Hehe. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?