HomeCelotehPuan: Hasil Kaderisasi Megawati?

Puan: Hasil Kaderisasi Megawati?

Kecil Besar

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani menyebutkan bahwa etika para politisi dan pejabat publik merupakan cerminan akan kaderisasi yang dilaksanakan oleh partai politik di mana mereka berasal. Lantas, apakah perilaku Puan merupakan cerminan dari kaderisasi ala Ketua Umum (Ketum) Megawati Soekarnoputri?


PinterPolitik.com

Setelah beberapa kali mendaki gunung, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani tampaknya udah mulai kembali bekerja nihHmmemang sih, transisi dari akhir pekan ke hari Senin itu sering kali terasa berat.

Nah, Mbak Puan ini, misalnya, mulai terlihat kembali beraktivitas di lingkungan DPR. Salah satunya adalah dengan menghadiri sebuah seminar nasional yang diadakan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Di kegiatan tersebut, Mbak Puan akhirnya menyampaikan sejumlah “wejangan” tuh bagi para politisi di Indonesia, khususnya mereka yang duduk di kursi wakil rakyat. Kata Mbak Ketua DPR, kunci etika berbangsa dan bernegara yang dimiliki oleh para anggota DPR itu justru berasal dari dan merupakan cerminan dari kaderisasi partai politik (parpol).

Maka dari itu, para politisi harus dibekali etika politik yang baik melalui kaderisasi yang dilakukan oleh parpol sehingga para wakil rakyat bisa bertugas dengan baik dan sejalan dengan etika yang ada.

Mungkin, Mbak Puan ini ingin agar MKD DPR nggak perlu lagi menerima laporan-laporan etik ya? Soalnya nih,  kata Pimpinan MKD DPR Habib Aboe Bakar Alhabsyi, lembaga yang dipimpinnya itu udah menerima sekitar 30 laporan etik yang dilakukan oleh anggota-anggota dewan – mulai dari masalah keluarga hingga persoalan perdata.

Baca Juga: Pendakian Panjang Puan Maharani

Bagaimana Kalau Puan Moeldoko

Fiuuh, untung aja nggak ada nama Mbak Puan ya di daftar laporan tersebut. Mungkin, ini semua berkat kaderisasi dan didikan dari pimpinan parpol tempat Mbak Ketua DPR berasal, yakni PDIP.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Seperti yang kita tahu, Bu Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri kan “tegas” ya. Makanya, banyak tuh kader PDIP yang akhirnya nurut tuh dengan sabda Bu Mega soal calon-calon yang dianggap outsider. Kalau nggak percaya, coba tanya aja ke mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) kala ramai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 kemarin. Hehe.

Bisa jadi, sikap “tegas” ala pimpinan PDIP ini juga tercerminkan ke Puan nih. Coba, siapa yang ingat dengan ramai-ramai pembahasan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dulu. Saking “tegasnya”, Mbak Puan langsung mematikan mikrofon anggota yang dianggap mengoceh.

Baguslah kalau memang etika politiknya Mbak Puan dan PDIP berjalan dengan baik. Mungkin, etika kepatuhan pada pemimpin ala PDIP inilah yang akhirnya membuat Bu Mega bisa memimpin dengan “sangat lancar” di PDIP kali ya? Hehe. (A43)

Baca Juga: Di Balik Puan-Moeldoko vs JK-AHY


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?