HomeCelotehPrananda Menuju PDIP-1?

Prananda Menuju PDIP-1?

Kecil Besar

Sinyal bahwa Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri akan lengser mulai bermunculan. Di tengah wacana itu, sejumlah unsur internal PDIP mendorong Prananda Prabowo – putra dari Megawati – untuk menduduki kursi PDIP-1.


PinterPolitik.com

Siapa yang nggak pernah nonton film dan seri yang dibuat oleh Marvel Studios? Setidaknya, pasti hampir semua pernah mendengar kisah-kisah ala pahlawan super, seperti Iron Man, Captain America, Captain Marvel, Spider-Man, Black Widow, Thor, hingga Ant-Man.

Mereka-mereka ini merupakan pahlawan-pahlawan super yang sebelumnya bersatu menjadi sebuah organisasi yang bernama Avengers. Para pahlawan super ini berjuang untuk melindungi umat manusia dari berbagai ancaman yang bisa aja datang setiap saat.

Nah, salah satunya adalah ancaman dari tempat-tempat yang berada di luar planet bumi, seperti Asgard. Tempat satu ini merupakan dunia “atas” yang ditinggali para dewa lho, seperti Odin, Thor, dan Loki.

Uniknya nihnggak semua dewa yang tinggal di Asgard damai dengan satu sama lain. Salah satu contohnya adalah Thor dan Loki. Meski keduanya bersaudara, terdapat banyak hal yang membuat mereka bertengkar – seperti rencana-rencana jahat Loki untuk menaklukkan bumi.

Nggak hanya soal rencana-rencana jahat, Thor dan Loki ini juga sering bertengkar dan berdebat soal siapa yang meneruskan takhta sang ayah, Odin. Bahkan, taktik-taktik licik pun terkadang digunakan oleh Loki untuk mengelabui Thor.

Baca Juga: Kader Inginkan Prananda Ketimbang Puan?

Si Senyap Calon Ketum PDIP

Mungkin nih, pertengkaran perebutan takhta ini mulai terjadi juga nih di Indonesia, khususnya di sebuah partai politik (parpol) yang berlambang kepala banteng, yakni PDIP. Soalnya nih, mulai muncul tuh sejumlah sinyal bahwa Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri (Mega) akan lengser dari kursi PDIP-1.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Uniknya lagi, seperti Thor dan Loki, sinyal lengsernya Bu Ketum PDIP ini juga diikuti dengan rumor persaingan antara dua bersaudara, yakni Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Keduanya merupakan putra dan putri dari Bu Mega lho.

Waduhnggak beda jauh dengan Thor dan Loki dong kalau gini caranya. Tapi nih, mungkin, ada sejumlah perbedaan nih antara PDIP dan Asgard. Bila Thor dan Loki akhirnya damai dan bekerja sama melawan sejumlah musuh seperti Hela dan Thanos, Mbak Puan dan Mas Prananda bakal bisa damai juga nggak ya.

Mungkin nih, yang membuat banyak penasaran adalah kemunculan Mas Prananda yang beberapa waktu lalu tiba-tiba didukung secara lantang oleh sejumlah kader PDIP di Solo, seperti mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Hmm, apakah Mas Prananda ini merupakan sosok the chosen one yang tiba-tiba muncul ke permukaan ya?

Terlepas benar atau nggak-nya Mas Prananda ini the chosen one,s­edengar mimin, persaingan antar-kubu yang terjadi PDIP ini sangat rumit lho. Selain kubu Puan dan kubu Prananda, ada juga kubu non-trah Soekarno lhoHmm, apa mungkin kubu ini bakal jadi Hela atau Thanos bagi Mbak Puan dan Mas Prananda. Kan, siapa tahu?

Tapi nih, PDIP sepertinya juga perlu berhati-hati nih. Seperti yang dibilang Bu Mega, “kehancuran” bisa aja datang lho kalau Bu Ketum lengser. Soalnya nih, nasib Asgard pun berujung nahas lho setelah berbagai peperangan. Hmm, mungkinkah PDIP bakal bernasib sama seperti Asgard? (A43)

Baca Juga: Puan Punah, Prananda Berjaya?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?