HomeCelotehPinta Cinta Buta Mahfud

Pinta Cinta Buta Mahfud

Kecil Besar

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan bahwa upaya pemerintah untuk membuat kemajuan tidak bisa dinafikan meski sejumlah kasus korupsi mencuat. Apakah ini pinta cinta buta ala Mahfud?


PinterPolitik.com

Dalam sebuah hubungan asmara, idealnya kedua belah pihak memiliki kekaguman tersendiri pada masing-masing – entah itu kekaguman secara fisik maupun secara karakter. Meski begitu, perdebatan-perdebatan yang mempersoalkan ekspektasi terhadap pihak lain bisa saja menyertai.

Contohnya mimin nihMimin lagi bingung karena si doi selalu memiliki ekspektasi lebih kepada mimin. Padahal mah, menurut mimin, cinta itu selalu didasarkan pada prinsip ‘apa adanya’ karena si doi di mata mimin selalu sempurna meski perubahan muncul seiring waktu memakan hubungan ini. Yaelahmimin malah jadi curhat (curahan hati). Hehe.

Ada yang bilang, cinta mimin seperti ini bisa tergolong sebagai cinta buta tuh. Ya, gimana nggakMimin merasa nggak perlu menuntut banyak hal kepada si doi. Sementara, si doi malah berekspektasi banyak tuh ke mimin. Sedih ya?

Nah, mungkin nih, tuntutan untuk mencintai secara buta ini nggak hanya berlaku di dunia asmara nih, melainkan juga di kancah politik. Soalnya nih, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD beberapa waktu lalu bilang kalau berbagai upaya kemajuan dari pemerintah tidak bisa dinafikan meski banyak kasus korupsi mencuat – mulai dari kasus korupsi bantuan sosial (bansos) hingga dugaan kasus suap yang melibatkan salah seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga: Menuju The Great Mahfud MD

Avengers ala Jokowi Mahfud

Hmmemang sih bagus kalau kemajuan itu ternyata juga dirasakan oleh masyarakat. Bagaimanapun juga, laju pengurangan kemiskinan yang selama ini didorong oleh pemerintah Indonesia juga perlu diapresiasi.

Baca juga :  Jebakan Rindu Soeharto?

Mungkin nih, Pak Mahfud ini tengah meminta agar masyarakat juga memiliki ‘cinta buta’ kepada pemerintah kali ya? Gimana pun, kan, pemerintah juga sudah melakukan banyak hal untuk masyarakat.

Apa jangan-jangan Pak Mahfud ini terlalu sering mendengarkan lagunya Raisa yang judulnya “Serba Salah” tuh? Kan, Pak Menko Polhukam sering kali disoroti tuh karena berbagai blunder yang dinilai telah dilakukannya – misal soal pernyataan yang memperbolehkan agar Habib Rizieq Shihab (HRS) dijemput di Bandara Soekarno-Hatta. Hehe.

Ya, mimin punya saran lagu galau lain nih buat Pak Mahfud. Kalau mimin sih suka dengan lagunya Tulus yang judulnya “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”. Di lagu tersebut, penyanyi Tulus justru bilang kalau upaya menuntut sesuatu itu diperlukan agar keduanya bisa maju ke depan bersama.

Wah, berarti wajar dong kalau masyarakat menuntut sesuatu ke pemerintah. Kan, tujuannya juga baik tuh – agar kita semua bangsa Indonesia bisa maju bersama-sama menuju impian akan Indonesia Emas. Bukan begitu ya kata Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi)? (A43)

Baca Juga: Mimpi Mahfud ‘Jadi’ Robin Hood?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?