HomeCelotehPak Benny, Manuver Cerdik Demokrat

Pak Benny, Manuver Cerdik Demokrat

Kecil Besar

“Berasal dari NTT, yang sering disebut sebagai Macan Parlemen karena keberaniannya untuk menyuarakan aspirasi rakyat di DPR RI”. – Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat


PinterPolitik.com

Sosok Pak Benny sehari yang lalu sempat menjadi trending topic di Twitter. Ya, dia adalah Benny K. Harman, politikus Partai Demokrat yang menjadi “kesayangan” warganet pasca pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.

Pasalnya, beredar potongan video bagaimana gigihnya Pak Benny melakukan interupsi berkali-kali agar diberikan kesempatan berbicara saat Sidang Paripurna DPR membahas UU Cipta Kerja tersebut. Karena tak jua diberikan kesempatan oleh pimpinan sidang, Pak Benny dan Partai Demokrat akhirnya melakukan walk out dari ruangan sidang.

Potongan video tersebut tersebar kemana-mana dan dibanjiri komentar positif yang menyebut Pak Benny menjadi salah satu anggota DPR saat itu yang benar-benar menjadi perpanjangan suara masyarakat. Pasalnya masyarakat emang menolak produk Undang-Undang tersebut.

Dalam wawancara pasca aksi walk out tersebut, Benny juga menyampaikan alasan penolakan Partai Demokrat – misalnya terkait masalah lingkungan dan ketenagakerjaan yang menjadi poin partainya – yang lagi-lagi mengundang simpati netizen.

Hmmm, emang nih manuver yang cerdik dari Partai Demokrat. Uppps.

Bukannya gimana-gimana ya, dengan kondisi politik saat ini dan pandemi Covid-19 yang entah sampai kapan akan berakhir, Demokrat memang mendapatkan momentum politiknya. Apalagi, UU Cipta Kerja ini juga menjadi produk kontroversial karena ditolak oleh kaum buruh.

Di satu sisi, manfaat dari sisi investasi memang tidak diragukan adanya. Soalnya emang udah jadi keluhan umum investor bahwasanya berinvestasi di Indonesia itu ribetnya minta ampun. Namun, di sisi lain soal kepentingan buruh juga menjadi hal yang tidak bisa dikesampingkan.

Nah, Demokrat menggunakan momentum ini untuk menggunakan strategi the art of being different. Seni menjadi berbeda ini sering kali memang menjadi kunci kesuksesan loh. Ketika masyarakat sudah muak dengan kondisi status quo atau yang begitu-begitu saja, maka perbedaan akan menjadi alternatif pilihan.

Bahkan, bisa dibilang Demokrat terlihat agak “sengaja” menggunakan momentum politik ini. Soalnya, coba lihat akun Instagram sang Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang memposting fotonya berdiri menyaksikan siaran langsung di DPR tersebut, dan kemudian bertepuk tangan ketika Pak Benny mengumumkan fraksinya walk out. Berasa kayak sengaja di-shoot gitu nggak sih videonya. Uppps.

Hmm, jadi teringat film Happy Feet deh, di mana si penguin kecil, Mumble, yang tidak bisa bernyanyi, tapi kemudian bisa jago menari. Ujung-ujungnya, dengan perbedaan yang ia miliki itu memampukannya dalam beberapa kesempatan menyelematkan kawanannya loh.

Intinya, canggih deh langkahnya Demokrat kali ini. Menarik untuk ditunggu gimana hasilnya nanti di Pemilu mendatang. (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.