HomeCelotehOtoritas Surya Paloh di Tangan Anies?

Otoritas Surya Paloh di Tangan Anies?

“Politik apa yang mau kita kerjakan? Mau mendapatkan zaken kabinet yang kuat, soliditas, kekompakan, harmoni. Itu syarat utama yang nggak bisa ditawar” – Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem


PinterPolitik.com

Pada acara deklarasi calon presiden kemarin, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengungkapkan bahwa Anies Baswedan diberikan keleluasaan untuk memilih calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya. 

Paloh ingin memperlihatkan bahwa tidak ada paksaan bagi Anies karena paksaan itu akan berbahaya dalam politik dan karena kecocokan tidak mungkin berawal dari keterpaksaan. 

Harapannya, Anies nantinya mampu menciptakan kabinet yang kuat ketika terpilih menjadi presiden. Paloh meminta nantinya kabinet Anies merupakan “kabinet zaken”.

Sedikit memberikan informasi, istilah “kabinet zaken” itu merujuk pada formasi pejabat pemerintah yang terdiri dari orang-orang ahli di bidangnya masing-masing – bukan sekadar titipan partai atau kelompok tertentu.

Anyway, usul membentuk kabinet zaken semacam ini pernah juga utarakan oleh Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Ahmad Syafii Maarif kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang periode kedua.

Dengan menggunakan istilah kabinet zaken, Paloh sebenarnya ingin menyampaikan bahwa Anies bukan hanya calon yang punya popularitas, tapi juga mempunyai gagasan politik – salah satunya adalah kabinet profesional itu.

- Advertisement -

Dari sini, mungkin kita akan mencium aroma romantisisme era Soekarno karena memang istilah ini secara historis muncul pertama kali di saat presiden pertama Indonesia itu menjabat.

infografis deklarasi anies paloh terburu buru 1
Deklarasi Anies, Paloh Terburu-buru?

Febta Pratama Aman dalam tulisannya Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia Masa Kabinet Djuanda 1957-1959 mengatakan kalau kabinet zaken pernah muncul pada periode medio tahun 1957 hingga 1959.

Saat itu, Indonesia mengalami beberapa ketidakstabilan sehingga kabinet profesional sangat diharapkan terbentuk oleh Presiden Soekarno.

Baca juga :  Biden vs Putin Makin Sengit?

Untuk merealisasikan impiannya, pada tahun 1956, Soekarno menunjuk tokoh dari Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Ali Sastroamidjojo, sebagai perdana menteri (PM). Namun, alih-alih membuat kabinet yang kuat, kabinet ini justru gagal.

Kabinet ini bubar bukan karena mosi tidak percaya, melainkan karena timbul perpecahan dalam tubuh kabinet yang membuat sejumlah partai koalisi menarik menterinya.

Nah, harapan adanya zaken kabinet mulai terlihat ketika Djuanda Kartawijaya dilantik menjadi menteri pada 9 April 1957. Langkah yang diambil oleh PM Djuanda adalah menentukan program kerja.

Kabinet Djuanda yang disebut dengan Kabinet Karya mempunyai program kerja sederhana saja tapi efektif dalam menjaga kestabilan negara. Apalagi, kabinet ini diisi oleh para profesional di bidangnya. 

Nama-nama seperti, Soenarjo yang ahli dalam bidang ekonomi dijadikan Menteri Perdagangan, Johannes Leimena yang ahli dalam bidang gerakan sosial dijadikan Menteri Sosial, dan yang terakhir Prijono yang ahli dalam pendidikan ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan. 

- Advertisement -

By the way, ungkapan Paloh tentang kabinet zaken kok kayak “nyontek” impian Presiden Soekarno ya? Apakah ini bagian dari psywar yang ditujukan untuk PDIP? Soalnya, kan, sejauh ini kita tahu kalau PDIP selalu gunakan Soekarno sebagai tokoh ideologis partai.

Dalam konteks politik, bisa jadi benar Paloh menggunakan kekuatan lawan untuk menghadapi lawan tersebut. Jadi, kalau PDIP diibaratkan hanya jadikan Soekarno simbol, Nasdem melalui Paloh telah menjalankan ide-ide Soekarno.

Hmm, kok Paloh mirip banget ya sama Kakashi Hatake yang merupakan tokoh fiktif dalam serial manga dan anime Naruto? Ia juga dikenal sebagai “Ninja Peniru” karena konon mampu meniru jurus setiap lawan-lawannya.

Kakashi mampu meniru karena mempunyai mata sharingan. Jangan-jangan Paloh juga punya “sharingan” juga gak ya? Mungkin, “sharingan politik” bisa melihat masa depan politik yang cerah bagi Nasdem. Hehehe. (I76)

Baca juga :  Anies Jalan Santai Menuju 2024?

Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres
spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Megawati-Puan Sayang Korea?

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani tampak sangat "sayang" dengan Korea Selatan (Korsel). Mengapa?

Siasat Kartu Nama Erick di G20?

“Erick Thohir mendirikan Mahaka Group, konglomerasi yang fokus pada olahraga dan media hiburan, cetak, radio, dan televisi. Juga memiliki sejumlah klub sepak bola nasional...

NasDem Adalah Partai Main-main?

“Ini bagus juga. Saya hormati itu. Makanya, kalau sudah tahu elektabilitas kecil, ngapain harus dihitung? Anggap saja ini partai main-main.” –  Surya Paloh, Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem PinterPolitik.com Beberapa waktu lalu, panggung...

Macron Bukan Blusukan Tapi KKN?

“Ramah sekali Presiden Prancis ini” –  Warganet  PinterPolitik.com Baru-baru ini, viral di media sosial (medsos) Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terlihat menyempatkan diri “blusukan” di Bali usai Konferensi Tingkat Tinggi...

Anies Pelan-pelan “Ngeteng” KIB?

“Mestinya, KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) sekarang itu larinya ke Anies. Saya kira akan gabung ke sana,” – Habil Marati, Ketum Forum Ka’bah Membangun PinterPolitik.com Akhir-akhir ini,...

Misteri Pak Bas Jadi Fotografer

“Ya, itu memang hobinya. Ini kan juga event besar yang langka ya,” – Endra Atmawidjaja, Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) PinterPolitik.com Konferensi Tingkat Tinggi...

Jokowi Buat “Taj Mahal” di Solo?

“Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan menjadi tempat salat, pusat dakwah, dan pendidikan Islam, sekaligus pusat destinasi wisata religi baru di Solo” –  Joko Widodo...

More Stories

Jokowi Buat “Taj Mahal” di Solo?

“Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan menjadi tempat salat, pusat dakwah, dan pendidikan Islam, sekaligus pusat destinasi wisata religi baru di Solo” –  Joko Widodo...

Anies Pelan-pelan “Ngeteng” KIB?

“Mestinya, KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) sekarang itu larinya ke Anies. Saya kira akan gabung ke sana,” – Habil Marati, Ketum Forum Ka’bah Membangun PinterPolitik.com Akhir-akhir ini,...

Macron Bukan Blusukan Tapi KKN?

“Ramah sekali Presiden Prancis ini” –  Warganet  PinterPolitik.com Baru-baru ini, viral di media sosial (medsos) Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terlihat menyempatkan diri “blusukan” di Bali usai Konferensi Tingkat Tinggi...