HomeCelotehMisteri Nomor Urut Tiga PDIP

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

Kecil Besar

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa itu terlalu menjadi beban pagi partai” – Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP


PinterPolitik.com

Isu soal pengundian nomor urut partai politik (parpol) yang terancam ditiadakan pada Pemilihan Umum (Pemilu)  2024 semakin menguat dan menjadi pembahasan yang menarik.

Berawal dari usulan yang disampaikan oleh Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri, muncul usulan bahwa ada baiknya jika parpol menggunakan nomor urut lama.

Dengan kata lain, parpol tidak melakukan pengundian nomor urut. Dalihnya adalah tentu untuk menekan pengeluaran. Mega beranggapan perubahan nomor urut parpol membebani partai karena persoalan alat peraga kampanye.

Bagaikan bola salju yang menggelinding, usul Mega ini direspons oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang dan menyebutkan bahwa nomor urut parpol tidak perlu diubah dalam tiap periode pemilu. 

Ini juga diamini Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang melihat usul Megawati bagus, tetapi harus sesuai dengan prinsip perlakuan yang sama kepada semua partai politik.

Bahkan, dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), melalui Komisioner KPU Idham Holik, mengatakan bahwa saat ini KPU sedang melakukan kajian mengenai usulan Mega tentang nomor urut parpol peserta Pemilu 2024.

image 71
Ganjar Tak Diundang PDIP (Lagi)

Selain semua komentar di atas, ada hal yang lucu dan menarik untuk disimak, yakni komentar Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond J Mahesa yang menyebut mungkin Megawati telah berkonsultasi dengan dukun.

Dengan gestur berkelakar, Desmond menilai nomor urut yang dipakai PDIP yang merupakan hasil “konsultasi” itu pada pemilu sebelumnya terbukti bagus.

Dibalik kelakar Desmond, tersembunyi nilai-nilai yang sebenarnya mencerminkan kenyataan sosial, bahwa dalam politik sering kali tidak terlepas perihal magis atau ilmu ghaib.

Meskipun teknologi maupun kebudayaan sudah berkembang pesat, kepercayaan terhadap daya-daya gaib masih diyakini oleh masyarakat Indonesia.

Koentjaraningrat dalam bukunya Kebudayaan Jawa mengungkapkan bahwa sistem religi, kepercayaan, dan agama di dunia ini, akan berpusat pada hal yang gaib yang dianggap maha dahsyat dan keramat oleh manusia.

Kodrat manusia memiliki pengetahuan dan daya nalar yang terbatas. Keterbatasan itu memaksa manusia untuk mengakui dan menerima hal-hal yang di luar jangkauannya.

Anyway, nomor urut tiga yang saat ini menjadi nomor urut PDIP, mungkin telah menjelma menjadi angka magis dan keramat bagi PDIP itu sendiri.

Tiga bisa bermakna tiga kali memenangkan pemilu, mungkin itu bukan sekedar angkat, melainkan harapan yang akan memicu semangat agar mesin politik PDIP bisa semakin panas untuk meraih kemenangan nantinya.

Pierre Bourdieu dalam bukunya Social Space and Symbolic Power menggambarkan bahwa kekuatan simbol atau symbolic power dapat membuka ruang kemungkinan dalam kehidupan sosial manusia.

Bayangkan, jika nomor urut  tiga yang digunakan PDIP menjadi political symbol, tentunya akan juga berubah menjadi symbolic power yang memicu banyaknya kemungkinan pada pemilu – kemungkinan menang tentunya.

By the way, selain angka tiga digunakan sebagai komoditas politik simbol, angka tiga sering dipakai sebagai nomor punggung pemain belakang pada pertandingan sepak bola.

Hmm, jadi kepikiran kalau Bu mega sebenarnya sudah mempersiapkan usulan ini matang-matang loh.

Bayangkan, keramatnya angka tiga ini rupanya punya tafsir bertahan yang sama. Jika angka tiga penggunanya pemain bertahan, mungkin PDIP gunakan angka tiga untuk pertahankan kekuasaan. Uppss. Hehehe. (I76)


Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...