HomeCelotehMission Impossible Jokowi dan Luhut

Mission Impossible Jokowi dan Luhut

Kecil Besar

“Kalau tidak, kuartal berikutnya kita akan betul-betul sangat berat. Kita harus bisa meningkatkan, menaikkan paling tidak di atas 7 persen di kuartal kedua”. – Presiden Jokowi


PinterPolitik.com

Mission: Impossible mungkin menjadi salah satu franchise film yang cukup sukses di pasaran. Tom Cruise sebagai aktor utamanya memang menjadi bintang lewat akasi-aksi stunt yang ia lakukan, yang banyak kali memang adegan-adegan berbahaya.

Terjun dari pesawat misalnya, mungkin menjadi salah satu adegan yang hampir selalu ada di film ini. Dan menariknya, ini selalu dilakukan sendiri oleh Tom Cruise. Emang sakti aktor yang satu ini.

Nah, ngomong-ngomongin misi yang tidak mungkin alias mission impossible ini kayaknya lagi cocok untuk disematkan pada Presiden Jokowi dan Pak Luhut Binsar Pandjaitan. Ini terkait pernyataan mereka berdua soal pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Covid-19 Berkah Bagi Kelompok Super Kaya Indonesia?

Jokowi misalnya mengatakan bahwa pada kuartal kedua tahun 2021 ini merupakan saat yang menentukan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menyebut paling tidak peningkatan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai lebih dari 7 persen pada kuartal kedua ini.

Menurut Jokowi, jika kuartal kedua ini angkanya tidak bagus, maka kuartal selanjutnya Indonesia akan kesulitan. Pak Jokowi juga mengakui bahwa ini bukan hal mudah, sehingga dia meminta dukungan pemerintah kota, kabupaten dan provinsi.

Hmm, realistis nggak sih angkanya kalau sampai 7 persen? Berasa berat banget cuy kalau segitu.

Tapi target ini sebetulnya telah disampaikan juga oleh Menko Marves Pak Luhut Pandjaitan. Doi memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh kencang mulai kuartal kedua 2021. Sama seperti Jokowi, proyeksi pertumbuhan ekonomi periode ini menurut Pak Luhut bisa mencapai 7 persen.

Cuma yang bikin ini jadi pertanyaan besar adalah di kuartal pertama tahun 2021, ekonomi Indonesia masih dalam zona kontraksi, yakni minus 0,3 persen. Iyess, minus 0,3 persen cuy. Makanya, buat langsung lompat ke 7 persen itu cukup jauh loh targetnya.

Baca juga :  The One-Man Band

Padahal, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hanya menaikkan ambang batas atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021 menjadi di kisaran 4 persen sampai 5,6 persen.

Hmm, jangan sampai nih targetnya kejauhan dan malah bikin Pak Jokowi kesal sendiri nanti kalau nggak tercapai. Lama-lama para menteri bisa sakit perut semua karena stress dan tertekan untuk berusaha mewujudkan angka 7 persen itu. Uppps. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.