HomeCelotehMenunggu Evakuasi WNI di Wuhan

Menunggu Evakuasi WNI di Wuhan

Kecil Besar

“They need us, they need us” – will.i.am, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Baru-baru ini, komunitas internasional – khususnya kawasan Asia Timur – diramaikan dengan isu penyebaran penyakit menular yang diakibatkan oleh virus Corona (n-Cov). Virus yang bermula di Wuhan, Provensi Hubei, Tiongkok, ini dikabarkan telah menyebar ke berbagai provinsi dan negara lain.

Guna menghambat penyebaran penyakit ini, pemerintah Tiongkok akhirnya memutuskan untuk menutup wilayah Provinsi Hubei dari luar maupun dalam. Beberapa aktivitas dan moda transportasi juga diberhentikan untuk sementara, seperti bus dan kereta.

Aktivitas ekonomi pun tampaknya juga tak banyak terjadi di kota Wuhan. Kota itu disebut-sebut tengah menjadi sepi karena banyak warga memutuskan untuk tinggal di rumah.

Di tengah-tengah kota dan provinsi yang kini menjadi sepi itu, terdapat juga warga-warga negara Indonesia (WNI) yang terpaksa harus bertahan. Kabarnya, terdapat sekitar 243 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei.

Hingga kini, para WNI ini dikabarkan telah mendapatkan bantuan biaya dari pemerintah guna melengkapi kebutuhan logistik yang diperlukan. Meski begitu, kekhawatiran tetap memuncak karena bahan-bahan logistik di wilayah tersebut semakin menipis.

WNI yang sebagian besar pelajar dan mahasiswa itu kini harus menunggu nasib mereka yang tak jelas kepastiannya. Dorongan agar pemerintah Indonesia melakukan evakuasi terhadap para WNI ini juga semakin deras, terutama dari keluarga para WNI.

Para WNI di sana juga dikabarkan semakin drop kondisinya, baik secara mental maupun fisik. Beberapa dikabarkan sampai jatuh sakit.

Mendengar dorongan dan kondisi tersebut, pemerintah Indonesia tengah berupaya menyusun apa saja yang harus dilakukan guna melakuakan opsi evakuasi. Pasalnya, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kota Wuhan dan sekitarnya kini masih dikunci (locked) oleh pemerintah Tiongkok sehingga harus menunggu konfirmasi dari otoritas negara itu.

Hmm, mungkin, pemerintah perlu segera meminta konfirmasi dari Tiongkok nih. Pasalnya, beberapa negara lain – seperti Jepang dan Amerika Serikat (AS) – telah memulai melakukan evakuasi terhadap para warga negaranya yang berada di Provinsi Hubei. Apa perlu pemerintah menduplikasi “kunci” negara-negara tersebut yang telah menjalankan proses evakuasi?

Lagi pula, para WNI yang kini masih berada di Provinsi Hubei juga merupakan WNI yang wajib diberikan perlindungan oleh pemerintah. Bagaimanapun, mereka adalah tanggung jawab pemerintah.

Kala artikel ini ditulis, pemerintah Tiongkok – dikabarkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi – telah menyanggupi kesiapan mereka untuk mefasilitasi proses evakuasi WNI dari Wuhan. Semoga saja proses evakuasi tersebut segera terlaksana dengan lancar. Kita harapkan dan doakan yang terbaik bagi keselamatan para WNI di Wuhan. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?