HomeCelotehMencari Menteri ‘M’ Reshuffle Jokowi

Mencari Menteri ‘M’ Reshuffle Jokowi

Kecil Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan segera melakukan reshuffle terhadap formasi Kabinet Indonesia Maju. Muncul rumor bahwa nama menteri yang terdampak adalah sosok yang berinisial ‘M’. Siapakah Menteri ‘M’ tersebut?


PinterPolitik.com

Dalam dunia sepak bola, formasi merupakan salah satu faktor yang menentukan kemenangan sebuah tim. Biasanya nih, sang manajer akan mengatur siapa saja yang akan dikerahkan untuk menembus perlindungan lawan dan membuahkan gol-gol yang paling dinantikan.

Biasanya nih, sang manajer tim akan mengatur strategi dan taktik guna mewujudkan gol-gol tersebut. Selain itu, formasi pertahanan juga menjadi salah satu faktor yang harus dipertimbangkan.

Selama permainan berlangsung, strategi yang digunakan oleh sang manajer tim juga bersifat dinamis tuh. Bila situasi memaksa, manajer tim akan melakukan substitusi pemain tuh agar peruntungan kembali pada timnya.

Salah satu contoh nyata dari pentingnya substitusi ini mungkin paling terlihat dalam pertandingan final UEFA Champions League 1999 antara Manchester United (MU) dan Bayern Munich. Kala itu tuh, MU tertinggal skor 0-1 dari Bayern Munich.

Namun, situasi permainan langsung berubah ketika sebuah substitusi dilakukan oleh pihak MU. Kala itu, Ole Gunnar Solsjkær merumput dan memberikan gol yang menjadi penentu di menit-menit injury time lho. Alhasil, meski sebelumnya ketinggalan skor, MU mampu menyusul dan membalikkan posisi dengan memenangkan piala tahun tersebut.

Mungkin nih, pentingnya substitusi semacam ini nggak hanya ada dalam dunia sepak bola nih, melainkan juga dunia pemerintahan dan politik. Soalnya nih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melakukan reshuffle terhadap formasi Kabinet Indonesia Maju dalam waktu dekat ini lho.

Baca Juga: Misteri Rabu dan Reshuffle Jokowi

Misteri Menteri M

Hmm, mungkin nggak nih reshuffle kali ini bakal dilakukan pada hari Rabu lagi? Kan, udah biasa tuh Pak Jokowi melakukan kegiatan dan aktivitas penting pada hari Rabu yang dianggap lebih sakral. Bahkan, Pak Jokowi udah lima kali lho reshuffle dan pelantikan pada hari Rabu.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Mungkin nih, Pak Jokowi bisa meniru Najwa Shihab (Nana) tuh. Mbak Nana kan dulu selalu menjadikan hari Rabu sebagai Hari Raya Rindu tuh. Apa perlu Pak Presiden juga membuat Hari Raya Reshuffle setiap hari Rabu juga? Hehe.

Ya, meskipun Pak Jokowi ini udah biasa ngelakuin reshuffle pada hari Rabu, bukan nggak mungkin pengumuman selanjutnya bakal bikin berdebar-debar tuh, khususnya mereka-mereka yang berinisial ‘M’ nih. Soalnya nih, dengar-dengar kabar dari elite PKB, menteri yang bakal kena reshuffle ada menteri dengan nama demikian.

Hmm, ada beberapa sih yang namanya ‘M’. Di antaranya nih, ada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Wah wah, bisa tidur nyenyak nggak tuh mereka-mereka di malam Rabu ini? Jangan sampailah nanti malah kebawa ke mimpi – malah jadi mimpi buruk tuh.

Hmmmimin kayak-nya tahu deh siapa Menteri ‘M’ ini. Setidaknya, mimin bisa nyebutin beberapa nih, yakni Menteri “Misterius”, Menteri “Memusingkan”, dan Menteri “Membingungkan”. Hehe. Kan, siapa tahu itu jadi penyebab-penyebab yang mendorong Pak Jokowi untuk reshuffle?

Ya, terlepas dari siapa Menteri ‘M’ ini, mimin sih berharap timnya Pak Jokowi bisa tuh memberikan comeback yang epic bagi masyarakat nanti kalau sudah terpilih nama-nama baru. Kita tunggu sabar aja nih menyongsong hari Rabu. Hehe. (A43)

Baca Juga: Ada Biden di Reshuffle Jokowi?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?