HomeCelotehMahfud MD: the Next Cicero?

Mahfud MD: the Next Cicero?

Kecil Besar

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membeberkan kasus mencurigakan terkait tindak pidana pencucian uang di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) senilai Rp349 triliun. Apakah Mahfud MD ingin membongkar kasus besar dan menjadi negarawan sejati layaknya Cicero?


PinterPolitik.com

“Morals today are corrupted by our worship of riches.” – Marcus Tullius Cicero

Marcus Tullius Cicero merupakan filsuf era demokrasi Romawi yang terkenal pada masa itu sebagai negarawan dan orator Romawi yang unggul. 

Era Romawi sempat mengalami kemunduran demokrasi karena berbagai macam kasus merajalela seperti korupsi, perebutan kekuasaan, dan intrik politik. Pandangan Cicero terhadap kemunduran demokrasi bisa ditandai ketika terdapat pemimpin yang korup lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan mengesampingkan hak rakyatnya. 

Cicero sebagai negarawan sekaligus pengacara cenderung dikenal sebagai politikus yang berusaha menegakkan prinsip-prinsip optimal demokrasi selama krisis politik yang terjadi di kekaisaran Romawi.

Kasus korupsi yang sudah terjadi dari zaman Romawi tidak berhenti sampai situ saja. Sampai saat inipun, korupsi masih merajalela ditemukan. 

Bahkan nih, kasus korupsi yang terjadi di dunia nyata sangat sering digambarkan pada film.  Film Crypto (2019), misalnya, berceritakan tentang korupsi di dunia hitam keuangan. 

Di film ini, Martin Sr. yang merupakan analis Anti-Money Laundering (AML) atau anti-pencucian uang menemukan banyak kejanggalan kasus korupsi dengan skala besar. Tentu saja, temuan yang berhasil diungkap membuat Martin dalam bahaya karena berujung pada ancaman dari kelompok pelaku kejahatan yang berupaya ingin membunuh Martin.

Hmm, agaknya ambisi yang diperlihatkan Cicero terhadap kebusukan suatu negeri berada di puncak pemimpin yang korup dan juga kasus korupsi skala besar yang ditemukan oleh Martin di film Crypto saat ini sedang ditunjukan oleh seorang politikus dan pengacara yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Baca juga :  Jebakan Rindu Soeharto?
Mahfud Wick

Gimana nggak? Statusnya sekaligus sebagai Ketua Komite Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Mahfud saat ini sedang memperlihatkan adanya transaksi janggal dengan nilai lebih dari Rp300 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Bahkan, Mahfud menambahkan kalau laporan transaksi janggal tersebut sudah terendus sejak tahun 2013. Namun, karena kasus tersebut tidak kunjung dilanjuti akhirnya Mahfud mengungkapkan adanya transaksi janggal yang ditemukan senilai Rp349 triliun ke publik.

Karena hal itu, nama Mahfud menjadi ramai di publik. Mahfud berhasil menampilkan dirinya sebagai sosok konfrontatif dengan membongkar kasus kejanggalan korupsi yang dia temukan untuk berjuang melawan pemimpin yang korup.

Mengacu tulisan Rebel with a Cause: Ahok and Charismatic Leadership in Indonesia oleh Michael Hatherell dan Alistair Welsh, charismatic leadership (kepemimpinan karismatik) bisa muncul pada seorang pemimpin yang memiliki kepribadian unik untuk memunculkan kekaguman melalui bentuk khas gaya komunikasi yang konfrontatif.

Gaya komunikasi konfrontatif sudah dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, dengan menghadirkan narasi yang berpusat pada perjuangan melawan pemimpin yang korup. 

Bisa saja, saat ini Mahfud ingin menunjukkan gaya komunikasi yang menonjol seperti yang sudah dilakukan oleh Ahok dengan menghadirkan narasi sebagai pembersih politik dengan membongkar kasus korupsi yang terjadi. 

Tentunya, masyarakat akan menaruh ekspektasi yang besar terhadap Pak Mahfud sebagai buntut akibat kasus harta kekayaan yang tidak masuk akal oleh para pejabat publik akhir-akhir ini yang membuat keresahan di masyarakat.

Hmm, kalau gitu, mungkinkah Pak Mahfud akan menjadi the next Cicero sebagai negarawan yang sama-sama sebagai pengacara ahli memberantas kebusukan pemimpin yang korup? 

Atau mungkin sama seperti Ahok yang memiliki gaya konfrontatif membongkar kasus korupsi? Atau malah seperti Martin dalam film Crypto yang terancam dibunuh karena berhasil membongkar kasus korupsi dalam skala yang besar? (S85)

Baca juga :  Jebakan Rindu Soeharto?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

More Stories

Anas Urbaningrum: Anti-villain SBY?

Anas Urbaningrum telah bebas setelah jalani hukuman. Apakah Anas akan menjadi anti-villain setelah akhirnya bergabung ke PKN?

Sandiaga Akan Kembali ke Prabowo?

Sandiaga Uno telah pamit dari Partai Gerindra. Mungkinkah Sandiaga bertemu Prabowo Subianto kembali di masa depan?

Jokowi-Ganjar Makin Mesra?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengunggah momen kebersamaan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat duduk satu mobil ketika sedang kunjungan kerja ke Boyolali,...