HomeCelotehLord Luhut vs Madam Megawati

Lord Luhut vs Madam Megawati

Kecil Besar

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung komando penanganan bencana. Apakah Mega menyindir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan?


PinterPolitik.com

“My real prey is and will always be Batman” – Catwoman, Batman: The Brave and the Bold (2008)

Di tengah situasi yang tidak menentu, sosok pahlawan super biasanya datang menjadi penyelamat kita. Setidaknya, plot inilah yang sering muncul di komik, seri, dan film yang bertemakan pahlawan-pahlawan super – mulai dari Marvel hingga DC.

Avengers, misalnya, kembali muncul dan bangkit di kelamnya duka akibat Thanos di film Avengers: Infinity War (2018) dan Avengers: Endgame (2019). Iron Man, Captain America, Thor, Black Widow, dan kawan-kawan akhirnya berhasil menggebuk Thanos habis-habisan.

Bagiku yang suka film-film seperti ini, kisah-kisah mereka memang menginspirasi. Bagaimana tidak? Mereka mengorbankan kepentingan mereka sendiri demi kemaslahatan alam semesta yang tengah dilanda kegelapan.

Mungkin, sosok ala Iron Man hingga Superman inilah yang dirindukan oleh masyarakat Indonesia di tengah bayang-bayang pandemi Covid-19. Lantas, kira-kira, siapa sosok yang bakal mencerminkan sifat kepemimpinan ala Iron Man di Indonesia?

Apakah itu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Faheem Younus, Pandu Riono, atau Deddy Corbuzier? Atau, apa jawaban yang benar malah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang kini mengomandoi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4?

Soal ini, Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri tampaknya memiliki pendirian yang tegas. Soalnya, dalam kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar PDIP secara virtual beberapa waktu lalu, Bu Mega bercerita kalau dirinya pernah meminta Pak Jokowi untuk memegang komando langsung dalam penanganan bencana.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Apakah Bu Mega ini belum tahu kalau pemegang komando penerapan PPKM sekarang adalah Lord Luhut (sebutan warganet untuk Luhut)? Gimana nih Bu Mega? Apa Bu Mega ini tengah menyuarakan aspirasi para netizen yang bosan dengan formula 4L (Luhut Lagi Luhut Lagi)?

Baca Juga: Berani Puan Panggil Luhut?

Mega Sasar Luhut

Bila benar begitu, wajar apabila Bu Mega ini nggak sepakat dengan keputusan Pak Jokowi tersebut. Kan, mereka punya sejarah – bukan sejarah hubungan ya. Jangan salah kira.

Rumornya, sejak bergabung di periode pertama pemerintahan Jokowi sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Pak Luhut menjadi “penjaga pintu gerbang” buat Pak Jokowi. Tujuannya adalah untuk menghalau pengaruh kekuatan politik besar lainnya – seperti Bu Mega dan PDIP.

Hmm, apa Pak Luhut ini menjadi semacam bouncer bagi “kelab” pemerintahan Jokowi? Mungkin, pas ngecek kartu identitasnya Bu Mega, Pak Luhut be like, “Whoayou still hustlin’ at your age?” “I know right,” jawab Bu Mega sambil ngelirik Puan Maharani yang dinilai banyak pihak belum siap menjadi Ketum PDIP.

Ya, terlepas dari peran satpam ala Pak Luhut itu, Bu Mega dan PDIP ini mungkin juga cocok jadi anti-hero di Covid-19 Cinematic Universe ala pemerintahan Jokowi. Gimana nggak? PDIP akhir-akhir ini mulai “maju tak gentar” dalam mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah – mulai dari Ketua DPR Puan Maharani sampai politikus PDIP Effendi Simbolon. Well, katanya sih, sindiran itu buat Pak Luhut, bukan buat Pak Jokowi.

Kalau gini ceritanya, Bu Mega dan PDIP ini seperti main “kucing-kucingan” dong dengan pemerintahan Jokowi. Di satu sisi, mereka kan jadi bagian dari pemerintah – dengan adanya menteri-menteri asal PDIP. Di sisi lain, Bu Mega dan PDIP malah ngelempar sindiran ke pemerintah.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?

Seharusnya, sebagai anti-hero, Bu Mega sekarang ini perlu berdamai dengan Pak Luhut. Catwoman aja mau kok diajak bekerja sama di saat-saat penting meskipun kerap berseberangan prinsip dengan Batman.

Masa di tengah situasi pandemi yang genting gini malah “berantem”? Akhirnya, rakyat yang kelaparan malah jadi korban dengan menonton “drama” Covid-19 Cinematic Universe ini. Iya kalau ceritanya bagus. Lha ini, kapan happy ending-nya? (A43)

Baca Juga: Covid-19 Cinematic Universe ala Jokowi?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?