HomeCelotehJokowi Turun Kasta?

Jokowi Turun Kasta?

“Kalau itu secara normatif boleh saja. Tidak ada larangan, tapi urusannya jadi soal etika politik saja menurut saya” – Fajar Laksono, Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK)


PinterPolitik.com

Pernyataan Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono bahwa presiden yang telah menjabat dua periode berpeluang menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk periode selanjutnya menjadi perbincangan publik.

Secara normatif, Fajar melihat tidak ada peraturan yang melarang hal tersebut. Namun, celah normatif itu akan sangat sensitif dan bersinggungan dengan persoalan etika politik.

Apalagi narasi ini beriringan dengan wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi cawapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi, Jokowi dinilai cocok menjadi cawapres dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Namun, muncul pertanyaan, apakah Jokowi mau menjadi cawapres Prabowo? Bukankah itu sama saja kalau Jokowi turun kasta?

Layaknya kasta dalam pengertian sosiologi, yang bermakna tingkatan dalam sebuah suku, rupanya juga dapat berlaku bagi dunia politik.

- Advertisement -

Tingkatan sosial ini berasal dari bahasa Portugis, yakni casta. Pada abad ke-16 digunakan oleh penjelajah Portugis untuk mendeskripsikan pembagian kerja pada masyarakat India.

Nah, pada panggung politik Indonesia yang merupakan peperangan meraih kekuasaan, memang tidak dapat dipisahkan dari gengsi akan kasta politik. Bahkan, jika seseorang dianggap turun kasta, seolah-olah orang itu menjadi nista.

image 54
Ada Peluang Jokowi Cawapres?

Seperti kata pepatah, “Tak ada rotan, akar pun jadi”, wacana cawapres ini seolah menjadi alternatif dari wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan tiga periode. 

Seperti yang diketahui, wacana perpanjangan dan tiga periode mendapat resistensi yang sangat kuat dari berbagai kalangan.

Kalau misalnya kita berandai-andai, katakanlah wacana alternatif ini terwujud, maka bukan cuma Jokowi loh yang bisa maju. Mantan presiden dua periode lainnya, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga berpeluang maju.

Baca juga :  Gibran Kok Berani Lawan Jokowi?

Anyway, dalam literasi ilmu politik, pilihan alternatif semacam ini merupakan sesuatu yang wajar dan sering menjadi opsi-opsi dalam strategi meraih kekuasaan.

Herbert A. Simon dalam buku yang berjudul Administrative Behavior: A Study of Decision Making Processes in Administrative Organization, percaya bahwa pengambilan keputusan politik merupakan proses perbandingan atas pilihan-pilihan alternatif.

Artinya, dalam politik tidak ada yang tabu dan kaku. Sebuah pilihan relatif mempunyai opsi alternatif, sehingga jika satu strategi buntu maka dapat diganti oleh strategi yang lain. Hmm. Rumit juga ya.

- Advertisement -

Btw, kalau nantinya Jokowi maju lagi menjadi cawapres, sebenarnya ini bukan hanya dapat dimaknai sebagai turun kasta loh, tapi juga turun pesta. Artinya, Jokowi kembali turun ke pesta demokrasi, yaitu Pilpres 2024. hehehe. (I76)


Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres
spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

Mahfud MD Permainkan Bjorka?

“Satgas itu dibentuk bukan untuk memburu Bjorka, sebab yang dari Bjorka itu tak satupun yang membobol rahasia negara. Itu hanya sensasi,” – Mahfud MD,...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Di-Back Up SBY-JK-Paloh, Anies Pede?

“Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ayah biologis dan ideologis AHY, Jusuf Kalla sebagai mentor politik Anies, dan Surya Paloh sebagai king maker,” – Ahmad...

Ketika Anies Jadi Cover Boy

Baru-baru ini, warga Kota Malang, Jawa Timur, diramaikan oleh kemunculan tabloid-tabloid bergambarkan muka Anies. Anies sukses jadi cover boy?

More Stories

Hasto Selalu Jadi Stuntman Mega?

“Dia (Hasto) juga jadi bumper kisruh PDIP dengan KPK yang menggagalkan calon Kapolri saat itu. Dipilihnya Hasto biar menjadi pembelajaran agar anak muda bisa...

Kasino, Alternatif Enembe Cuci Uang?

“Bukan itu persoalannya, itu (tambang) juga tidak pernah ada. Jadi sekarang ini kan Pak Gubernur dituduh hasil korupsinya disetor ke kasino, sekarang tugasnya itu...

Ojol Sejahtera, Janji Tinggal Janji?

“Besar harapan kami, aksi yang kami lakukan dapat diakomodir menjadi diskusi yang baik dan konstruktif, dan dapat menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia yang berprofesi...