HomeCelotehJokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf?


PinterPolitik.com

Sebagian orang menyoroti momen janggal saat pengumuman reshuffle kabinet pada 15 Juni 2022 lalu. Meski saat itu ramai dihadiri oleh para ketua umum partai politik koalisi pemerintah, tapi masih terasa janggal karena Wakil Presiden Ma’ruf Amin tidak ikut bergabung.

Momen ini tentu berbeda dengan reshuffle sebelumnya pada 2020. Saat Presiden Jokowi mengumumkan adanya pergantian komposisi enam menteri di tubuh kabinetnya, saat itu Ma’ruf terlihat hadir menemani Jokowi.

Pada reshuffle kali ini sosok Ma’ruf tidak tampak, baik itu secara fisik maupun secara virtual saat pelantikan. Hal ini yang kemudian menjadi tanda tanya besar dalam benak publik, ke mana Ma’ruf saat itu?

Jika pertanyaan ini dijawab secara harfiah, maka jawabannya bisa merujuk pada informasi yang diterbitkan oleh Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Berdasarkan agenda kegiatan Setwapres, Ma’ruf pada saat yang sama dengan agenda reshuffle sedang menggelar rangkaian kunjungan kerja ke Bangka Belitung dan Jambi.

Masduki Baidlowi, Juru Bicara Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, mengatakan bahwa agenda kunjungan kerja ke daerah Bangka Belitung dan Jambi merupakan penugasan khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tentunya karena ini tugas khusus maka wajib dilaksanakan.

di mana maaruf amin ed.
Ma’ruf Amin tidak hadir

Hmm, literally dapat kita tangkap alasan ketidakhadiran Ma’ruf, tapi sebagai aktor politik, tentunya perlu penjelasan lebih mendalam terkait konteks tidak hadirnya Wapres saat reshuffle. Hal ini yang juga dipertanyakan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan partai oposisi pemerintah saat ini.

- Advertisement -

Mardani Ali Sera, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, berpendapat, meski Ma’ruf saat itu tengah melakukan kunjungan kerja di Jambi, tapi akan terlihat indah suasana pelantikan jika Ma’ruf  tetap hadir secara virtual.

Mardani menitikberatkan peran Ma’ruf yang juga banyak membantu Jokowi saat pemenangan Pilpres 2019 lalu, sehingga kehadiran Ma’ruf dianggap penting sebagai simbol etika politik, setidaknya ada ”unggah-ungguh”.

Baca juga :  Kunci Wamendagri, Megawati Khawatirkan Tito?

Kata unggah-ungguh di sini menjadi kunci memahami ketidakhadiran Ma’ruf dalam konteks etika. Istilah unggah-ungguh menurut bahasa adalah gabungan dari dua kata, yaitu kata unggah dan kata ungguh.

Unggah dalam leksikon bahasa Jawa mirip dengan kata munggah yang artinya naik, mendaki, memanjat. Mengartikan kecenderungan orang Jawa dalam menghormati orang lain didasarkan pada tingkat kedudukan atau derajat yang lebih tinggi. Sedangkan ungguh artinya berada, bertempat, pantas, cocok sesuai dengan sifat-sifatnya.

Di sini mulai menarik. Seharusnya Jokowi sebagai aktor politik Jawa dapat memperlihatkan etika politik Jawa yang dianggap kuat dan mampu membentuk simpul kekuasaan lebih kokoh. Secara historis, etika kekuasaan dalam politik Jawa selalu menghadirkan cita-cita kolektif untuk membangun keharmonisan.

Mayoritas orang Jawa menghormati orang lain dan selalu berhati-hati dalam membawa diri. Sikap berhati-hati dan waspada bermaksud agar tingkah lakunya sesuai, pantas, dan tidak mengganggu orang lain atau menimbulkan konflik dalam masyarakat.

Hmm, sejauh ini sih Abah Ma’ruf santai-santai saja dan tidak merasa terganggu meskipun tidak hadir dalam reshuffle. Apa jangan-jangan, kita saja yang baru sadar kalau Abah Ma’ruf seolah tidak dibutuhkan Jokowi, sedangkan Abah Ma’ruf sudah tahu itu sejak lama, jadi santuy. Hehehe.

Soalnya kan, Masduki Baidlowi sempat mengibaratkan kalau Ma’ruf ibarat ban serep di pemerintahan Jokowi. (I76)


Ma’ruf Amin
spot_img

#Trending Article

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Ganjar, Mbappe-nya PDIP?

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dilirik partai lain untuk dijadikan Capres 2024. Apakah Ganjar semacam "Mbappe"-nya PDIP?

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Zulhas Gak Nyambung?

Baru saja dilantik menjadi Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan (Zulhas) langsung sidak ke pasar dan tiba-tiba berikan hadiah umrah kepada pedagang. Kenapa Zulhas melakukan...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

Ma’ruf Ternyata Salah Tangkap?

Anak-anak di Pangkalpinang sebut bercita-cita jadi presiden kepada Wapres Ma'ruf Amin. Apa mungkin Ma'ruf salah tangkap?

More Stories

SBY-JK Bersatu Untuk 2024?

Pertemuan antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) mencuri atensi publik dan melahirkan berbagai spekulasi politik. Lantas, mungkinkah reuni SBY-JK ini dapat membuat...

PKB Merah Cukur Gundul PKS?

Kelompok yang menamakan dirinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Merah melakukan aksi cukur rambut hingga gundul. Kenapa ritual gundul dapat berubah menjadi instrumen politik? PinterPolitik.com Lagu Gundul-gundul Pacul pastinya...

Puan Ratu Konten?

Konten video Ketua DPR RI Puan Maharani heboh lagi, kali ini dengan aksi nge-vlog dalam ruangan yang memperlihatkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sedang berbicara dengan...