HomeCelotehJokowi Buat "Taj Mahal" di Solo?

Jokowi Buat “Taj Mahal” di Solo?

“Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan menjadi tempat salat, pusat dakwah, dan pendidikan Islam, sekaligus pusat destinasi wisata religi baru di Solo” –  Joko Widodo (Jokowi), Presiden RI


PinterPolitik.com

Tahu nggak sih kalau Masjid Sheikh Zayed yang berada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), menurut situs perjalanan Trip Advisor, termasuk dalam 25 besar landmark terbaik yang diakui dunia.

Bahkan, masjid tersebut sejajarkan dengan berbagai situs bersejarah suku Inca di Amerika Selatan, Machu Picchu di Peru, Taj Mahal di India, dan Golden Gate Bridge di Amerika Serikat (AS).

Nah, masjid yang kurang lebih sama baru-baru ini dibangun di Kota Solo dengan nama yang sama pula, yaitu Masjid Raya Sheikh Zayed. Masjid yang memiliki kapasitas sekitar 4.000 orang itu merupakan hadiah dari Pangeran UEA.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat gembira saat bersama Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, meresmikan masjid megah tersebut.

meresmikan Masjid Raya Sheikh Zayed di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari Solo Jawa Tengah, Senin.

Pada acara peresmian tersebut, juga dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Agama (Menag) H. Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

- Advertisement -

Tidak ketinggalan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, dan sejumlah pejabat lain serta tokoh agama.

Komentar menarik terucap dari Ganjar, ia mengaku baru pertama kali masuk Masjid Sheikh Zayed dan sangat indah – bahkan mengklaim kalau Jateng sangat bangga memiliki masjid yang megah ini.

image 129
Panggilan Khusus ala Jokowi

Anyway, apa yang dapat dilihat dari fenomena peresmian masjid ini, dan apakah ada kaitannya dengan komentar Ganjar tentang kebanggaan Jateng akan masjid itu?

Baca juga :  Megawati Kehilangan Kendali PDIP?

Sederhananya, mungkin ini  bagian dari pesan simbolik yang ingin disampaikan Jokowi di akhir-akhir masa jabatannya. Kalau akhirnya pemimpin negeri ini akan kembali ke Solo, daerah yang melambungkan namanya menjadi politisi, dan akhirnya kembali ke sana.

Dalam konteks sosiologi, sikap Jokowi ini dapat diduga bagian dari gejala sosiologis yang disebut dengan indeks sosial.

Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Abdul Hamid mengilustrasikan indeks sosial sebagai sebuah fenomena seorang tokoh yang membangun landmark di daerah asal untuk mempertahankan eksistensinya – meski telah lama meninggalkan daerah tersebut.

Oleh karena itu, membangun masjid di kampung akan ditafsirkan sebagai upaya untuk mengukir eksistensi diri untuk masyarakat sekitar. Bukan hanya dalam konteks politik, melainkan juga dapat mengakar dalam nadi sejarah dan kebudayaan.

Hal ini menjelaskan bahwa kemungkinan-kemungkinan kalau pembangunan Masjid Sheikh Zayed di Solo dapat diduga bagian dari upaya Jokowi membangun indeks sosial di akhir masa kepemimpinannya.

- Advertisement -

By the way, kalau dilihat masjid ini mirip-mirip Taj Mahal ya? Oh iya, bagi yang belum tahu, Taj Mahal merupakan landmark yang dibangun oleh Shah Jahan – seorang raja dari kekaisaran Mughal.

Dia mendirikan bangunan ini untuk memenuhi permintaan terakhir dari istrinya, bernama Arjumand Banu Begum atau yang lebih dikenal dengan nama Mumtaz Mahal.

Hmm, jika Shah Jahan bangun Taj Mahal karena permintaan terakhir sang istri. Maka, Masjid Sheikh Zayed ini merupakan permintaan terakhir siapa ya? Uppss. Oh, mungkin permintaan di akhir masa jabatan kali ya. Hehehe. (I76)


Hendropriyono Kunci Kuat Intelijen Megawati dan Jokowi?
spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

NasDem Adalah Partai Main-main?

“Ini bagus juga. Saya hormati itu. Makanya, kalau sudah tahu elektabilitas kecil, ngapain harus dihitung? Anggap saja ini partai main-main.” –  Surya Paloh, Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem PinterPolitik.com Beberapa waktu lalu, panggung...

Misteri Pak Bas Jadi Fotografer

“Ya, itu memang hobinya. Ini kan juga event besar yang langka ya,” – Endra Atmawidjaja, Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) PinterPolitik.com Konferensi Tingkat Tinggi...

Megawati-Puan Sayang Korea?

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani tampak sangat "sayang" dengan Korea Selatan (Korsel). Mengapa?

Siasat Kartu Nama Erick di G20?

“Erick Thohir mendirikan Mahaka Group, konglomerasi yang fokus pada olahraga dan media hiburan, cetak, radio, dan televisi. Juga memiliki sejumlah klub sepak bola nasional...

Macron Bukan Blusukan Tapi KKN?

“Ramah sekali Presiden Prancis ini” –  Warganet  PinterPolitik.com Baru-baru ini, viral di media sosial (medsos) Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terlihat menyempatkan diri “blusukan” di Bali usai Konferensi Tingkat Tinggi...

Anies Pelan-pelan “Ngeteng” KIB?

“Mestinya, KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) sekarang itu larinya ke Anies. Saya kira akan gabung ke sana,” – Habil Marati, Ketum Forum Ka’bah Membangun PinterPolitik.com Akhir-akhir ini,...

Prabowo, Sales Singkong di G20?

“Kita sudah mampu produksi pasta, mi instan. Ini singkong. Singkong menjadi tanaman penyelamat dunia. Indonesia dapat jadi yang terdepan memproduksi, dan menyelesaikan ancaman terhadap ketahanan...

More Stories

Anies Pelan-pelan “Ngeteng” KIB?

“Mestinya, KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) sekarang itu larinya ke Anies. Saya kira akan gabung ke sana,” – Habil Marati, Ketum Forum Ka’bah Membangun PinterPolitik.com Akhir-akhir ini,...

Macron Bukan Blusukan Tapi KKN?

“Ramah sekali Presiden Prancis ini” –  Warganet  PinterPolitik.com Baru-baru ini, viral di media sosial (medsos) Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terlihat menyempatkan diri “blusukan” di Bali usai Konferensi Tingkat Tinggi...

Siasat Kartu Nama Erick di G20?

“Erick Thohir mendirikan Mahaka Group, konglomerasi yang fokus pada olahraga dan media hiburan, cetak, radio, dan televisi. Juga memiliki sejumlah klub sepak bola nasional...