HomeCelotehGanjar Pranowo, Wayang yang Kebingungan?

Ganjar Pranowo, Wayang yang Kebingungan?

Kecil Besar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo hadir dalam sebuah acara televisi komedi yang bertemakan wayang orang bersama Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. Meski hanya menjadi wayang, Ganjar ternyata bisa memberikan “hukuman” pada sang dalang.


PinterPolitik.com

“Di sana gunung, di sini gunung, di tengah-tengahnya pulau Jawa. Wayangnya bingung, dalangnya juga bingung, yang penting bisa ketawa” – Parto Patrio, Opera Van Java (2008-sekarang)

Kutipan di awal tulisan ini mungkin terkesan nostalgis nih buat sebagian kalangan milenial dan generasi Z. Gimana nggak? Ungkapan pantun tersebut kerap kita dengarkan ketika menonton sebuah acara televisi komedi yang biasa tayang pada petang dan malam hari. Apa lagi kalau bukan Opera Van Java (OVJ) (2008-sekarang)?

Ungkapan pantun tersebut biasanya tuh dilontarkan sebagai kalimat penutup acara oleh sang dalang, yakni Parto Patrio. Selain pantun tersebut, Parto biasanya juga memberikan narasi akan kisah-kisah yang ditampilkan oleh para wayang, seperti Sule, Azis Gagap, Nunung, dan Andre Taulany.

Terkadang, acara wayang satu ini juga diisi oleh sejumlah selebriti dan tokoh terkenal sebagai bintang tamu. Penyanyi Judika, misalnya, pernah menjadi salah satu wayang dalam sebuah episode pada tahun 2017 silam.

Menariknya nih, bintang tamu yang hadir di acara OVJ ini bukan hanya selebriti lho, melainkan juga pejabat dan politisi. Dalam episode beberapa waktu, misalnya, muncul tuh sosok pejabat seperti Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Nah, ada momen-momen menarik ketika Pak Johnny dan Pak Ganjar  datang ke acara ini. Salah satunya adalah ketika Parto melontarkan tebak-tebakan terkait tempat asal Gareng.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Mendengar pertanyaan dari Parto, sejumlah wayang pun justru tidak bisa menjawab. Azis Gagap, misalnya, akhirnya menerima “hukuman” push-up dan makan belimbing wuluh. Begitu juga dengan Pak Johnny yang akhirnya turut makan buah tersebut.

Baca Juga: Filosofi Ikan Cupang ala Ganjar?

Bang Ganjar Pranowo Pilpres 2024

Namun, nasib berbeda justru datang ketika tiba giliran Pak Ganjar. Gubernur Jateng itu langsung memberikan jawaban – meskipun jawaban tersebut belum tentu benar. Alhasil, Parto lah yang menerima hukuman dengan melakukan push-up.

Wah, kalau begini caranya, wayang yang malah ngerjain si dalang dongWaduh, padahal, kan, biasanya, si dalang yang mengatur wayang-wayangnya. Emang spesial ya si Gubernur Jateng satu ini.

Tapi nih, “kekhususan” Pak Ganjar yang semacam ini sepertinya nggak hanya terjadi di OVJ aja nih. Soalnya nih, Pak Gubernur Jateng ini juga kerap muncul di peringkat teratas dalam berbagai survei calon presiden (capres) pada tahun 2024 mendatang.

Bukan nggak mungkin, Pak Ganjar ini juga membuat sang dalang politik kebingungan. Dalam hal ini, si “dalang” bisa aja merujuk ke PDIP, khususnya Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri. Lhagimana nggak? Meski disebut-sebut tengah menyiapkan putrinya, Puan Maharani, sebagai capres, lha kok muncul Pak Ganjar sebagai capres paling potensial di PDIP?

Kalau gini caranya, sang “dalang” PDIP juga bakal kebingungan dong. Secara hierarki, kan, Pak Ganjar ini semacam “wayang” di bawah naungan Bu Mega tuhWeleh-weleh.

Tapi nih, tampaknya, bukan hanya sang “dalang” nih yang kebingungan. Sang “wayang” juga mulai terlihat kebingungan mencari kendaraan politik menuju tahun 2024 nanti. Pasalnya, bukan nggak mungkin Pak Ganjar ini memiliki kesempatan yang sempit apabila tetap ingin maju bersama PDIP.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Hmm, mungkin nih, kutipan pernyataan Parto di awal tulisan tadi juga menggambarkan gimana sang “wayang” dan sang “dalang” ini sama-sama kebingungan. Kira-kira, mungkin nggak ya sang “wayang” merasa perlu mencari “dalang” baru? Menarik nih buat diikuti terus kelanjutannya. (A43)

Baca Juga: Ganjar “Bunuh Diri” Jika Tetap di PDIP?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?