HomeCelotehGanjar Pranowo (Hampir) Ketinggalan Kereta

Ganjar Pranowo (Hampir) Ketinggalan Kereta

Kecil Besar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo unggah video dirinya berlari-lari agar tidak ketinggalan kereta di Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut). Apakah Ganjar makin ketinggalan kereta?


PinterPolitik.com

“Harry Potter should have listened to Dobby. Harry Potter should have go back home when he missed the train” – Dobby, Harry Potter and the Chamber of Secrets (2002)

Para Potterheads pasti ingat ketika Dobby berusaha menghalangi upaya Harry Potter dan Ron Weasley pergi ke Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry di awal-awal film Harry Potter and the Chamber of Secrets (2002). Salah satu cara yang diambil Dobby adalah dengan charm (mantra) bernama Blocked Barrier.

Dengan charm tersebut Harry dan Ron akhirnya tidak bisa pergi ke Peron 9¾. Padahal, hanya dengan pergi ke peron tersebut, para wizards baru bisa berangkat ke Hogwarts melalui kereta Hogwarts Express.

Tujuan Dobby sebenarnya baik, yakni agar Harry bisa selamat dari ancaman yang membayanginya di Hogwarts. Meski begitu, Harry dan Ron nggak menyerah begitu aja

Mereka pun memutuskan untuk menggunakan mobil terbang milik ayah Ron dan, akhirnya, mendarat di sebuah Whomping Willow – sebuah jenis pohon yang bisa menggerakkan cabang dan rantingnya. Ron dan Harry pun berhasil tiba di Hogwarts meski harus menerima hukuman.

Nah, peristiwa ketinggalan kereta yang dialami Harry dan Ron ini sebenarnya kerap terjadi di dunia nyata. Paling nggak, beberapa dari individu di dunia ini pasti pernah merasakannya.

Salah satunya adalah Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Ketika di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut), Ganjar hampir saja ketinggalan kereta untuk menghadiri peringatan Hari Pers Nasional di Medan, Sumut.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Ya, nasib Ganjar bisa dibilang lebih beruntung dibandingkan Harry dan Ron. Namun, Gubernur Jateng itu tampaknya tetap “ketinggalan kereta” yang lain, yakni kereta menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ganjar Pranowo GP Mania Bubar

Lho, kok bisa? Ya, gimana ya? Wong kesempatan Pak Ganjar untuk bisa ikut-an jadi peserta calon presiden (capres) di 2024 semakin kecil. Beberapa waktu lalu, kelompok relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania bubar – padahal ini jadi salah satu modal Pak Ganjar untuk bisa ikut naik “kereta” menuju 2024.

Katanya sih, alasannya adalah Pak Ganjar ini tidak memiliki visi dan misi yang sama seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maka dari itu, para relawan Jokowi yang sebelumnya ada di GP Mania merasa kalau Pak Ganjar bukan penerus Jokowi.

Ya, terlepas dari alasannya, Pak Ganjar ini tampaknya memang sedang menghadapi “Dobby-nya” sendiri. Soalnya, seperti yang banyak diketahui, terdapat banyak aktor politik – termasuk di dalam PDIP sendiri – yang ingin untuk mencegat langkah Pak Ganjar agar bisa ke Pilpres 2024.

Tentu, untuk mencapai tujuan diperlukan strategi. Dan, dalam strategi, ada juga banyak taktik yang bisa digunakan. Mengacu ke buku An Annotated Guide to Tactis: Carl von Clausewitz’s Theory of the Combat, taktik dan strategi memiliki perbedaan.

Strategi adalah penggunaan kemenangan-kemenangan untuk mengakhiri perang. Sementara, taktik adalah cara-cara yang digunakan untuk mendapatkan kemenangan-kemenangan di berbagai pertempuran.

Misal nih, Pak Ganjar punya strategi yang dipersiapkan untuk menang di Pilpres 2024. Nah, untuk menjalankan strategi tersebut, diperlukan taktik-taktik yang efektif – misalnya adalah taktik untuk memenangkan perebutan tiket capres.

Nah, Harry dan Ron pun sadar kalau mereka perlu mengambil taktik lain agar bisa tiba di Hogwarts, yakni dengan menggunakan mobil terbang. Nah, kalau Pak Ganjar, gimana tuh taktik lainnya?

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Apakah Pak Ganjar perlu mencari “kendaraan” lain – misal nih “mobil terbang” yang lebih bisa mengantarkannya? Kan, “kereta” PDIP kayaknya udah fully-booked oleh penumpang-penumpang lain ya, kan? Siapa tahu, kan, sudah booked by Mbak Puan Maharani? Hehe. (A43)


Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?