HomeCelotehG20: Reverie bagi Xi Jinping?

G20: Reverie bagi Xi Jinping?

“Siapapun yang berusaha memisahkan Taiwan dari Tiongkok akan melanggar kepentingan fundamental bangsa Tiongkok. Rakyat Tiongkok tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi!” – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) 


PinterPolitik.com

Bagi pecinta manga One Piece, pasti tidak asing dengan istilah “Reverie”. Istilah ity merujuk pada sebuah pertemuan raja atau ratu dalam periode tertentu di Istana Mariejoa untuk membahas hal-hal yang dapat mempengaruhi dunia.

Reverie sebenarnya semacam dewan yang dibentuk oleh Pemerintah Dunia yang terdiri atas 50 pemimpin dunia dari lebih dari 170 negara yang berafiliasi dengan Pemerintah Dunia.

Nah, beberapa hari ini, atmosfer yang sama tampak pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali yang digelar pada 15-16 November 2022. Terdapat 17 kepala negara yang hadir. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping adalah dua di antara 17 pemimpin tersebut.

Anyway, berbicara soal dua tokoh ini, yakni Biden dan Xi, membuat kita sedikit merasa deg-degan. Seperti yang kita tahu, kedua pemimpin dunia ini sering diberitakan sempat berseteru soal isu Taiwan – atau yang juga dikenal sebagai Republik Tiongkok.

Taiwan begitu sensitif bagi Tiongkok. Sampai-sampai, Xi pernah berujar bahwa negaranya akan menindak tegas siapa saja yang berusaha memisahkan Taiwan dari Tiongkok.

Bahkan nih, menurut informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok, Xi saat bertemu dengan Biden di Bali memperingatkan AS terkait Taiwan yang menjadi “garis merah pertama” yang tidak boleh dilanggar dalam hubungan bilateral kedua negara.

image 94
Biden Takut Xi Jinping?
- Advertisement -

Seperti yang diketahui, posisi Taiwan itu begitu strategis bukan karena persoalan sosial-historis dengan Tiongkok saja, melainkan juga merupakan persoalan strategi geopolitik di antara dua kekuatan besar ini.

Baca juga :  Rusia Pergi, G20 Jadi G19?

Xi ingin mendobrak perangkap militer yang sejauh ini dikenal dengan Island Chain Strategy atau ICS.

Satya Pratama dalam tulisannya Strategi Rantai Pulau (Island Chain Strategy) dan Nine-Dash Lines menyebutkan bahwa perhatian Tiongkok terhadap kedaulatan maritimnya selalu bersinggungan dengan persoalan ICS.

Sedikit memberikan catatan sejarah, ICS ini muncul dari pemikiran Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Foster Dulles saat Perang Korea membara pada tahun 1951. Strategi ini dipercaya AS mampu membatasi ruang gerak Uni Soviet dan Tiongkok pada era Perang Dingin.

Sampai saat ini, ICS menjadi momok tersendiri bagi Tiongkok. Bahkan, dikabarkan kalau penyusunan strategi People’s Liberation Army (PLA) Navy (Angkatan Laut Tiongkok) dan juga kebijakan ekonomi Tiongkok tidak lepas dari antisipasi atas perangkap ICS itu sendiri.

Hmm, wajar sih sampai Xi begitu tegas bicara Taiwan. Soalnya, ada perangkap ICS toh. Siapa sih yang mau negaranya dikelilingi oleh sebuah rantai imajiner yang sengaja dibuat oleh “musuh”? Pantesan Xi menyebutnya sebagai “first red line”.

By the way, lagilagi ada kemiripan nih soal first red line yang diucapkan Xi dengan “Red Line” yang ada dalam anime One Piece. Keduanya sama-sama mempunyai arti sebagai batas untuk tidak boleh dilewati.

Well, bicara Tiongkok-AS memang tidak ada habisnya. Seperti halnya kita bicara anime One Piece, hubungan kedua negara ini penuh misteri tetapi kadang juga memperlihatkan chemistry.

- Advertisement -

Oh, iya, di chapter terakhir One Piece, ada pulau yang dihancurkan oleh Im-Sama dan Pemerintah Dunia setelah pertemuan Reverie loh. Apakah ini mungkin semacam ramalan kalau setelah KTT G20 mungkin ada peristiwa yang sama terjadi dan mengakibatkan perang? Waduh, bisa berabe tuh. (I76)

Baca juga :  Demokrat Dijauhi, PDIP Introvert?

Mengapa Militer Tiongkok Bisa Begitu Kuat?
spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Saatnya Ganjar Balas Jasa Puan?

“Ganjar itu jadi Gubernur (Jateng) jangan lupa, baik yang pertama dan kedua itu, justru panglima perangnya Puan Maharani,” –   Said Abdullah, Ketua DPP...

More Stories

Lord Rangga Pergi, Indonesia Bersedih?

“Selamat jalan, Lord Rangga! Terima kasih sudah menyuguhkan kritik sosial dengan balutan performance gimmick yang cerdas untuk masyarakat yang memang bingung ini! Suwargi langgeng!” – Warganet PinterPolitik.com Sejumlah...

Tito Sewakan Pulau, Cari Investasi?

“Pada intinya, akan mengembangkan kawasan sebagai eco-tourism. Sebetulnya, bagus, menurut saya, daripada dia tidak digunakan kosong begitu saja” –   Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri PinterPolitik.com Sebagian besar masyarakat Indonesia...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...