HomeCelotehDi Balik Anies vs Bos Djarum

Di Balik Anies vs Bos Djarum

“Jadi jangan karena membesarnya jumlah kasus terinfeksi Covid-19, kemudian Gubernur mengambil satu keputusan jalan pintas yang tidak menyelesaikan permasalahan sebenarnya”. – Budi Hartono, Pemilik Group Djarum


PinterPolitik.com

Pembatasan sosial berskala besar alias PSBB total yang sudah diputuskan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sepertinya masih meninggalkan berjuta perdebatan. Selain beberapa menteri di kabinet presiden Jokowi – misalnya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan – ada pula pengusaha dan masyarakat kecil yang ikut menyoroti kebijakan ini.

Salah satu pengusaha yang terbuka mengkritik kebijakan Anies adalah pemilik Djarum Group, Robert Budi Hartono. Buat yang belum tahu, doi adalah orang terkaya di Indonesia! Beh, ini level kritiknya udah beda nih kalau datang dari orang sekaliber doi.

Apalagi, jarang banget kritikan seperti ini datang dari seorang Budi Hartono. Sampai lewat surat resmi pula loh pandangannya itu ia kirimkan ke Presiden Jokowi.

Menurut Pak Budi, kebijakan PSBB total kurang tepat untuk dilakukan karena tidak menjamin angka pasien Covid-19 bisa menurun. Langkah yang paling tepat menurutnya adalah memberikan sanksi yang tegas bagi para pelanggar protokol kesehatan.

Ia juga meminta pemerintah meniru apa yang dilakukan oleh Singapura yang membuat tempat darurat isolasi pasien Covid-19 dari kontainer ber-AC di tanah kosong. Hmmm, mantap juga ya masukannya.

Masuk akal juga sih kalau dilihat pandangannya Pak Budi. Soalnya, kalau masyarakatnya nggak disiplin, PSBB sampai jungkir balik pun nggak ada hasilnya. Negara-negara seperti Tiongkok dan Italia misalnya, menerapkan sanksi tegas bagi para pelanggar protokol kesehatan. Di Inggris, jika para pemain sepak bola kedapatan melanggar aturan protokol kesehatan, mereka juga bisa diskors.

Baca juga :  Dua Langkah Lagi Andika Jadi Presiden?

Intinya, semua pihak memang berkontribusi pada penerapan sanksi yang tegas dari upaya menjalankan protokol kesehatan tersebut. Nah di Indonesia, hal yang demikian ini memang belum begitu ditegakkan.

- Advertisement -

Emang sih, kelihatan memaksa masyarakat banget. Tapi, jika tidak demikian, angka peningkatan pasien Covid-19 ini nggak akan pernah selesai-selesai juga.

Selain itu, kritikan ini sebetulnya juga menggambarkan titik teratas dalam hubungan antara pengusaha dengan pemerintah. Udah pastilah Pak Budi punya kepentingan bisnis di dalam kritikannya tersebut, misalnya terkait anjloknya pasar saham, dan lain sebagainya.

Tetapi, preseden ini bisa buruk untuk karier politik Pak Anies sendiri. Soalnya ekonomi dan politik itu dua hal yang nggak bisa dipisahkan. Well, kita tahu seorang Bruce Wayne yang kaya raya akhirnya jadi Batman karena secara struktur pengambilan kebijakan pemerintah Kota Gotham memang tidak mungkin menyelesaikan persoalan yang ada pada dirinya sendiri.

Makanya, doi menjadi seorang outsider yang berupaya menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada dan menyelamatkan kotanya.

Hmmm, semoga aja Pak Budi nggak sampai pada level pengen jadi Batman ya. Kalau nggak bisa bahaya. Uppps. (S13)

spot_img

#Trending Article

Surya Paloh Cuma Coba-coba?

Meskipun Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah menghasilkan nama-nama hasil voting Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang...

Permainan Surya Paloh Belum Usai?

Meski Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem telah usai, tapi tanya tentang hasil Rakernas masih membayangi pikiran publik. Apa sebenarnya strategi Ketua Umum Surya Paloh di balik...

Ganjar, Mbappe-nya PDIP?

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dilirik partai lain untuk dijadikan Capres 2024. Apakah Ganjar semacam "Mbappe"-nya PDIP?

Prabowo Tidak Yakin dengan Megawati?

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dibentuk oleh Partai Gerindra bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Apakah ini dapat dimaknai sebagai kekhawatiran Prabowo Subianto terhadap Megawati? PinterPolitik.com Partai Gerindra...

Jokowi Gak Butuh Ma’ruf Amin?

Tidak terlihatnya Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada reshuffle kabinet mengundang tanda tanya sebagian orang. Apakah ini bermakna bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak butuh Ma’ruf? PinterPolitik.com Sebagian orang...

Zulhas Gak Nyambung?

Baru saja dilantik menjadi Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan (Zulhas) langsung sidak ke pasar dan tiba-tiba berikan hadiah umrah kepada pedagang. Kenapa Zulhas melakukan...

NasDem-Demokrat Bentuk Koalisi?

Surya Paloh merupakan elite politik pertama yang ditemui secara terbuka oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apakah Partai NasDem dan Partai Demokrat akan membentuk koalisi? PinterPolitik.com Sambutan...

Cak Imin Jago Gocek?

Lagi lagi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin tampil dan menarik atensi publik melalui gocekan-gocekan politiknya...

More Stories

Ekonomi Bisa Bahayakan Jokowi?

Awal Juni 2022 menjadi momentum penting dalam refleksi kondisi ekonomi global. Bank Dunia mengeluarkan laporan yang menyebutkan bahwa resesi ekonomi di tahun ini akan...

Kaesang Mulus Jadi Ketum PSSI?

Beberapa hari lalu, Indonesia menorehkan prestasi dengan lolos ke putaran final Piala Asia untuk pertama kalinya sejak 15 tahun lalu. Ini bisa dibilang menjadi...

Yang Abadi Hanya Megawati

Megawati Soekarnoputri bisa dibilang politikus paling berpengaruh di Indonesia. Mungkinkah Mega adalah politikus yang didesain sedemikian rupa?