HomeCelotehDewa 19 dan "Baladewa" 2024

Dewa 19 dan “Baladewa” 2024

Kecil Besar

Para Baladewa โ€“ nama penggemar Dewa 19 โ€“ menikmati konser besar โ€œPesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19โ€ pada beberapa hari lalu. Namun, ada juga para โ€œbaladewaโ€ lain yang ternyata ikut menikmati konser tersebut.


PinterPolitik.com

โ€œTak usah kau cari makna hadirnya diriku. Aku di sini untukmuโ€ โ€“ Dewa 19, โ€œAku Disini Untukmuโ€ (1997)

Menurut kalian, musik yang klasik itu seperti gimana sih? Apakah musik-musik klasik itu semacam musik yang dihasilkan oleh Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven? Atau justru lagu-lagu yang lebih kontemporer tetapi tidak lekang oleh zaman?

Well, Mozart dan van Beethoven bisa disebut musik klasik in terms of classical. Namun, ada juga musik-musik kontemporer yang disebut โ€œklasikโ€ as in classic karena dianggap bisa tetap enak didengarkan hingga generasi terbaru.

Musisi-musisi yang kerap disebut membuat musik-musik yang classic adalah The Beatles. Kalian yang Milenial dan Generasi Z pasti tahu kan lagu-lagu mereka seperti โ€œYesterdayโ€ (1965) dan โ€œHey Judeโ€ (1968) โ€“ meski sudah dirilis sejak dekade-dekade lalu?

Nah, kalau Britania (Inggris) Raya punya The Beatles, Indonesia mungkin punya Dewa 19 yang dibentuk pada tahun 1986 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Meski sudah berada di industri musik Indonesia, lagu-lagunya tetap mencuri hati banyak orang hingga kini โ€“ seperti โ€œKangenโ€ (1992) dan โ€œKita Sedang Tidak Bercinta Lagiโ€ (1992).

Nah, tampaknya, inilah mengapa kemarin di konser “Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19” banyak dihadiri oleh para politisi yang juga menikmati musik-musik Dewa 19 pada tahun-tahun itu. Bagi mereka, musik-musik band ini bisa dibilang menjadi musik-musik yang โ€œklasikโ€.

Mulai dari Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) menjadi Baladewa โ€“ sebutan untuk penggemar Dewa 19 โ€“ sepenuhnya.

Baca juga :  Iron Cage Menteri PU
Ramai ramai ke Konser Dewa 19

Namun, kenapa sih politisi-politisi yang datang ke konser dapat sorotan? Kenapa mereka bisa diuntungkan dari kehadirannya di konser tersebut?

Inilah yang coba dijelaskan oleh Constance Duncombe dan Roland Bleiker di tulisan mereka โ€œPopular Culture and Political Identityโ€ dalam buku Popular Culture and World Politics: Theories, Methods, Pedagogies. Kata mereka, budaya populer โ€“ seperti musik โ€“ memiliki kekuatan politik dalam hal emosi.

Artinya, aktor politik bisa menggunakan budaya populer untuk mendapatkan dampak emosional yang diinginkan. Salah satu contohnya adalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang melakukan mimikri atas adegan di serial Homeland (2009-2020) untuk memunculkan rasa takut dari masyarakat Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah video yang dibuat oleh ISIS, mereka memenggal sejumlah tawanan atau sandera. Apa yang mereka lakukan meniru adegan dalam serial tersebut.

Nah, mungkin nih, Pak Prabowo, Pak Anies, Mas AHY, dan sejumlah politisi lainnya juga ingin memunculkan dampak emosional dengan muncul di konser besar tersebut. Tanpa harus berkata-kata banyak, mereka pun bisa menunjukkan bahwa mereka tetap relevan di masyarakat โ€“ misal melalui musik yang memang disukai banyak orang.

Jadi, layaknya lirik Dewa 19 dalam lagu โ€œAku Disini Untukmuโ€ (1997) di awal tulisan, tanpa perlu dipertanyakan makna kehadiran mereka, Pak Prabowo dan para politisi lainnya ini tampak sedang menunjukkan bahwa mereka ada di tengah masyarakat. Hmm, beneran ya nggak tuh? Hehe. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

โ€œKita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-samaโ€ โ€“ Ahmad Ali,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapresย di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

Keluarga Fahri โ€˜Terlatihโ€™?

โ€œDengan modal keberanian dan teror saja, tak banyak yang bisa dicapai dalam kehidupan modern begini.โ€ ~ Pramoedya Ananta Toer PinterPolitik.com Sempat disebut sebagai politikus independen, Wakil...

More Stories

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia?ย 

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit?ย 

MBG dan Runtuhnya ‘Republik Tepung’

Prabowo melarang telur dadar di program MBG karena rawan dicampur tepung. Mungkinkah kebiasaan "tepung" ini mengancam masa depan bangsa?ย