HomeCelotehCak Imin Ikuti Jejak Puan?

Cak Imin Ikuti Jejak Puan?

Kecil Besar

Nama Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berada di paling bawah di antara 16 tokoh lainnya dalam survei Indikator Politik Indonesia di kalangan muda (usia 17-21 tahun). Apakah ini saatnya Cak Imin ikuti jejak Ketua DPR RI Puan Maharani dalam “pendakiannya”?


PinterPolitik.com

Menunggu itu memang sulit. Apalagi, menunggu ini malah berujung pada upaya-upaya untuk meraba siapakah yang akan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024 mendatang.

Hmm, sepertinya, banyak yang udah rindu untuk maju (lagi) di kontestasi politik nasional. Dengar-dengar, nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berkali-kali menduduki posisi puncak dalam berbagai survei bursa calon presiden (capres) potensial pada tahun 2024 nanti.

Eitstapi, tunggu dulu. Ternyata, Pak Prabowo nggak selalu menduduki posisi puncak di klasemen tersebut lho. Dalam beberapa hasil survei, sejumlah nama lain seperti Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo sempat juga lho berada di posisi yang paling tinggi.

Selain Pak Ganjar, yang terbaru nih, ada nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang disebut jadi capres potensial paling favorit di kalangan anak muda yang berusia 17-21 tahun. Dalam sebuah survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, Pak Anies muncul di posisi pertama dari 17 nama tokoh lainnya – diikuti oleh Ganjar dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK).

Sedihnya nih, ada yang tampaknya tidak dipilih sama sekali tuh di survei tersebut. Nama itu adalah Muhaimin Iskandar alias Cak Imin alias Gus AMI. Hmmmimin jadi bingung. Mungkin, Cak Imin ini jarang dikenal karena kebanyakan nama alias kali ya?

Baca Juga: Goyang Kursi Nadiem, Cak Imin Menuju 2024?

Anies Capres Pilihan Anak Muda

Ya, namanya juga nasib nih. Padahal, Cak Imin dari dulu sepertinya udah berambisi untuk menduduki pucuk jabatan eksekutif di Indonesia lho. Kala Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencalonkan kembali pada Pilpres 2019, ada yang bilang kalau Cak Imin udah berharap buat jadi calon wakil presiden (cawapres) – dan akhirnya gagal.

Lha, sekarang kok malah namanya ada di paling akhir di antara 17 tokoh tersebut. Mungkin nih, lebah PKB yang selama ini jadi andalan Cak Imin kurang bisa “menyengat” seperti yang diharapkan nihHuhu.

Atau, barang kali nih, lebahnya PKB nggak terlalu dikenal oleh kalangan muda karena kalah saing dengan lebah-lebah lain nih. Lebah Ganteng – misalnya – sepertinya jauh lebih dikenal oleh anak-anak muda yang suka nonton film tuhHehe.

Kalau benar emang kurang dikenal gini, mimpi Cak Imin buat jadi presiden bisa-bisa kandas tuh. Jadinya, angan dan kenyataan tidak lagi sejalan dongHuhu.

Wah, pantas saja Cak Imin kemarin langsung mengomentari unggahan Instagram milik Ketua DPR RI Puan Maharani yang terlihat sedang mendaki sejumlah gunung dan dataran tinggi. Apakah Cak Imin ingin mengikuti jejak Mbak Puan yang juga tengah dalam pendakian menuju elektabilitas tinggi di tahun 2024 nanti? Lumayan, kan biar ada temannya. Hehe. (A43)

Baca Juga: Pendakian Panjang Puan Maharani


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?