HomeCelotehCak Imin Geser ke Anies?

Cak Imin Geser ke Anies?

Kecil Besar

“Terbuka kemungkinan. Kalau PKB sama NasDem sekarang itu kan teman koalisi di pemerintahan. Kalau koalisi di dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, NasDem dengan PKB itu sudah lebih lama berkoalisi dibandingkan dengan Gerindra,” – Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKB  


PinterPolitik.com

Siapa bilang memilih lebih mudah dibandingkan menjadi orang yang dipilih? Dilema dari realitas sehari-hari ini juga terwujud dalam situasi politik, tepatnya saat seorang elite politik mempertimbangkan siapa duet yang paling memungkinkan baginya.

Pernyataan di atas tersirat pada pesan yang disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid yang mengatakan PKB membuka peluang koalisi dengan Partai NasDem.

Sedikit memberikan konteks, saat ini PKB berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR). Meski kuat dugaan Ketua Umum (Ketum) Gerindra Prabowo Subianto akan dicalonkan menjadi calon presiden (capres), KIR secara resmi belum merilis hal tersebut.

Hal itu yang membuat kalau koalisi kedua partai ini masih tergolong cair. Sementara, NasDem sudah lebih dulu mengusung Anies Baswedan sebagai capres partai yang dipimpin Surya Paloh itu.

Dengan adanya kemungkinan koalisi PKB dengan NasDem, terlihat ada upaya untuk duetkan calon mereka masing-masing, yakni antara Anies dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Wow, jadi menarik nih akrobat para elite politik. Layaknya sebuah hukum marketing, Cak Imin tidak ingin mengambil risiko jika belum ada kepastian yang jelas dari KIR bersama Gerindra. Untuk itu, NasDem bisa jadi opsi alternatif.

image 61
Waduh, Anies Kena Semprot

Fenomena semacam ini dijelaskan Jennifer Lees-Marshment dalam bukunya Political Marketing: A Comparative Perspective memberikan gambaran bahwa logika marketing menjadi napas dari sebuah strategi sampai keputusan politik seorang kandidat.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Political marketing tidak hanya terbatas pada bagaimana menjual produk/gagasan saja. Lebih dari itu, pemasaran politik dengan logika pasar dapat menjadi kompas untuk kandidat dapat memenangkan persaingan.

Nah, dari kompas itu kandidat mencoba menghitung peluang-peluang mana yang paling memungkinkan untuk dijalani. Meski terkesan pragmatis, tapi hal semacam itu dianggap normal dalam politik.

J. S. Maloy dalam tulisannya Elite Theory mengutip pernyataan ekonom Joseph Alois Schumpeter dalam menguraikan bahwa perilaku elite politik cenderung pada pilihan rasional.

Pilihan rasional yang dimaksud adalah kecenderungan untuk memilih sesuatu yang dilatarbelakangi dengan pertimbangan ekonomi seperti untung-rugi – menjawab pertanyaan, jika saya kerjakan itu, apa untungnya buat saya?”

Dari pendekatan semacam itulah, kita dapat mendapatkan jawaban dari sikap Cak Imin – atau setidaknya sikap PKB untuk mendekati NasDem. Terbaca seolah ada upaya untuk membuat “escape plan”.

Mungkin ini, semacam rencana untuk menyelamatkan diri dikarenakan perhitungan rasional para elite yang dirasa paling memungkinkan untuk dilakukan. NasDem mungkin menjadi alternatif, tentu dengan alasan yang sudah dijelaskan, yaitu PKB dan NasDem sudah lama dekat karena merupakan koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Hmm, ngomongin rencana penyelamatan jadi ingat film bergenre thriller dengan judul yang sama, yaitu Escape Plan (2013). Film ini cukup bertabur bintang ternama, seperti Sylvester Stallone, Arnold Schwarzenegger, 50 Cent, Dave Bautista, dan Jaime King.

Film besutan Miles Chapman bersama dengan John Herzfeld ini berkisah tentang upaya sekelompok orang  yang mencari cara untuk bisa keluar dari penjara dan pengintaian musuh mereka.

Well, jika film ini kita kontekstualisasikan ke fenomena Cak Imin yang sedang membuat “escape plan” hadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Muncul pertanyaan, apakah mendekati NasDem bisa begitu saja diterima oleh Demokrat dan PKS? Upppsss. (I76)

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Deklarasi Terlalu Cepat: Anies Akan Dijegal?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...