HomeCelotehAnies Dukung RK Pimpin Jakarta?

Anies Dukung RK Pimpin Jakarta?

Kecil Besar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunggah sebuah video berisikan pernyataan anak-anak muda bahwa Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil ialah gubernur di Jakarta. Mungkinkah Anies menyiratkan dukungannya pada RK bila maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024?


PinterPolitik.com

“I get a ‘hell yeah’ from Dre” – Eminem, “Rap God” (2013)

Fenomena Citayam Fashion Week akhir-akhir ini tampaknya telah mengguncang dunia maya. Bagaimana tidak? Kehadiran anak-anak generasi milenial hingga Generasi Z di Dukuh Atas, Jakarta, ini telah menjadi buah bibir di banyak platform media sosial (medsos).

Mungkin nih, karena nggak mau ketinggalan tren dan hype terbaru ini, para politisi akhirnya ikut-an buat jumping on the bandwagon – alias ikut serta melakukan apa yang ramai di masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, misalnya, beberapa hari lalu melakukan “catwalk” layaknya anak-anak muda yang sebagian besar berasal dari luar Jakarta – seperti Citayam, Depok, dan Bojonggede.

Setelah Anies yang melakukan “catwalk” fesyen bersama sejumlah pejabat Uni Eropa (UE), kini giliran Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil yang bertandang ke Dukuh Atas. Bersama para pengemudi ojek online (ojol), RK berjalan sembari bergaya dengan setelan (outfit) yang mencolok.

Uniknya lagi, Anies pun turut mengunggah video jawaban anak-anak muda Citayam Fashion Week yang ditanyai soal siapa yang kini memegang jabatan Gubernur DKI Jakarta. Lucunya, anak-anak tersebut tidak menyebutkan nama Anies, melainkan nama RK. 

Widih, gimana tuh perasannya Pak Anies? Apa nggak kesal ya sebagai tuan rumah bagi anak-anak CBD (Citayam, Bojonggede, dan Depok) di ibu kota ini?

Hmm, kalau kesal, kenapa Pak Anies malah meng-upload video tersebut ya? Apakah ini menjadi semacam sinyal tersirat bahwa Pak Gubernur DKI ini mendukung Kang Emil buat jadi penerusnya di Jakarta?

Giliran Anies yang Catwalk Citayam Fashion Week

Who knows, kan? Mungkin, video yang diunggah oleh Anies di akun Instagram miliknya itu adalah bagian dari upaya pemberian sinyal (signaling) – seperti apa yang dijelaskan oleh Brian L. Connelly dan rekan-rekannya di sebuah tulisan yang berjudul Signaling Theory: A Review and Assessment.

Namun, wacana agar RK jadi Gubernur DKI Jakarta bukanlah hal yang baru. Dalam sejumlah survei, nama RK pun sempat mencuat di pilihan atas sebagai sosok yang bisa menggantikan Anies lho.

Lagipula, bisa dibilang Kang Emil ini juga punya modal politik yang mumpuni buat jadi Gubernur DKI Jakarta. Bila mengacu pada tulisan Kimberly Casey yang berjudul Defining Political Capital, modal pendidikan dan pengalaman – digolongkan menjadi credential (kualifikasi) – bisa turut ditransformasikan menjadi modal politik.

Ya, kalau memang benar RK punya potensi – serta didukung oleh gubernur yang sebelumnya, bukan nggak mungkin ini bisa jadi kesempatan emas buat beneran maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.

Kan, jadi gubernur di ibu kota sering kali jadi batu loncatan (stepping stone) buat jadi presiden. Eh, tunggu dulu. Ibu kota yang mana dulu nih? Hmm. 🤔

Lumayan sih kalau ternyata RK bisa maju di Pilkada tersebut. Kita bisa punya pilihan lebih banyak di Pilkada DKI Jakarta sekaligus Pak Anies bisa mengurangi pesaing. Uppsss. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?