HomeCelotehAnies Desainer Citayam Fashion Week?

Anies Desainer Citayam Fashion Week?

“Jadi tidak hanya untuk kelas sosial ekonomi tengah atas, justru ini harus demokratisasi tempat ini sehingga bisa dinikmati siapa saja,”- Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta


PinterPolitik.com

Siapa sih yang enggak tau SCBD? Ini adalah kawasan bisnis yang terletak di Jakarta Selatan itu, literally merupakan singkatan dari Sudirman Central Business District. Namun, kini kawasan ini punya istilah baru yang menjadi sorotan warganet.

SCBD diplesetkan menjadi Sudirman, Citayam, Bojong Gede dan Depok. Singkatan ini tidak lepas dari efek viralnya aksi para remaja asal Citayam yang kerap berkumpul di kawasan Sudirman saat weekend yang dikenal dengan istilah “Citayam Fashion Week”. 

Fenomena SCBD atau Citayam Fashion Week bermula dari video-video di media sosial TikTok dan Instagram yang memperlihatkan wawancara hingga aksi para remaja mengenakan berbagai mode pakaian dan gaya fashion kekinian, sekalipun tak sedikit yang menganggapnya nyeleneh juga.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, juga memberikan respons terkait fenomena “SCBD” yang ternyata punya singkatan kekinian. Anies mengatakan pihaknya berupaya membangun ruang ketiga sebagai fasilitas yang menyetarakan dan mempersatukan.

Istilah ruang ketiga yang dimaksud Anies adalah ruang yang berada di antara rumah sebagai ruang pertama dan tempat kerja atau tempat belajar sebagai ruang kedua. Ini yang dimaksud sebagai ruang demokratisasi menurut Anies.

Meskipun demikian, fenomena ini menimbulkan perdebatan. Ini terkait cara pandang yang melihat ada kontradiksi antara Jakarta yang dicitrakan sebagai kota global, tapi kok di dalamnya terdapat fenomena Citayam Fashion Week yang seolah kampungan.

- Advertisement -

Terlepas dari pendapat bias kelas yang mengimajinasikan bahwa hanya masyarakat urban yang dianggap mampu menempati ruang global, nyatanya ada tafsiran lain yang sebenarnya luput dipahami  dari fenomena Citayam Fashion Week ini, yaitu terkait munculnya ruang bermain.

Baca juga :  Sehebat Apa Jusuf Kalla?
image 40
Citayam Fashion Week, Berkat Anies?

Johan Huizinga dalam bukunya Homo Ludens: A Study of the Play-Element in Culture, berpendapat bahwa bermain (playing) itu tidak kalah pentingnya dari dua kegiatan manusia lainnya, yakni berpikir dan bekerja.

Itu sebabnya ia memperkenalkan istilah baru, yaitu Homo Ludens, guna menggenapi dua istilah lain yang telah lama populer sebelumnya, yakni Homo Sapiens alias manusia yang berpikir dan Homo Faber alias manusia yang bekerja. Huizinga memperlihatkan bahwa bermain adalah gejala alam yang mendahului kebudayaan.

Bermain mendahului kebudayaan karena gejalanya ditemukan juga dalam perilaku binatang, seperti burung menyanyi dan menari, anak singa asyik berguling di sinar mentari pagi, anak anjing berkejaran dan perkelahian, hingga merak yang bolak-balik berjinjit menebar citra dan pesonanya.

Huizinga menolak anggapan psikologis yang memandang bermain hanyalah sebagai suatu jenjang dalam proses pertumbuhan manusia, seperti masa kanak-kanak artinya masa bermain, masa muda bermakna masa belajar, dan masa dewasa adalah fase terakhir, yaitu masa kerja.

Menurut Huizinga, bermain adalah unsur yang permanen di tiap jenjang hidup manusia, bahkan meresapi dan menyemarakkan bidang-bidang kebudayaan lainnya, termasuk turut berperan dalam agama, politik, bisnis, hukum, seni dan sastra. Semua dimensi bermain yang terakhir ini disebut dengan istilah ludic elements.

Kembali ke konteks Anies dan Citayam Fashion Week, jadi kepikiran kalo fenomena ini jugasebenarnya bisa merepresentasikan kondisi politik Anies saat ini loh.

Layaknya Citayam Fashion Week yang jadi ajang cari pasangan dan juga pamer outfit, dalam konteks politik Anies juga sedang mencari pasangan, yaitu parpol yang dapat menjadi kendaraan politik pada Pilpres 2024. Ini sekaligus dapat ditafsirkan juga sebagai ajang pamer popularitas yang menurut sebagian survei menempatkan elektabilitasnya di peringkat atas.

Baca juga :  PSI Dikhianati Lagi Demi Anies?
- Advertisement -

Wah, jangan-jangan sebenarnya desainer di balik meriahnya Citayam Fashion Week di SCBD ini adalah Pak Anies sendiri? Upppps. Hehehe. (I76)


Rusia
spot_img

#Trending Article

Ceker Ayam, Rahasia Kemajuan Tiongkok?

“Kami berusaha menyerap kenaikan harga komoditas ini, dengan memanfaatkan seluruh bagian ayam. Itu berarti menggunakan setiap bagian ayam, kecuali bulunya, kurasa.” – Joey Wat, CEO...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Melacak Arah Petir Brigadir J?

“CCTV harus diuji. Kenapa harus diuji? Pertama CCTV sudah disambar petir. Maka kalau tiba-tiba CCTV ketemu kembali, harus dibikin acara dengan petir, kapan petir...

Anies Ikuti Jejak Soekarno?

“Perubahan nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat, dilakukan agar Rumah Sakit ikut ambil peran dalam pencegahan penyakit, sekaligus mempromosikan hidup sehat.” – Anies Baswedan,...

Jokowi Kameo Pilpres 2024?

“Yang paling sering kalau ke kondangan. Bahkan saat nyumbang ke Surabaya, ada yang bilang kalau ada tamu Pak Presiden lagi blusukan. Bahkan ada yang rebutan...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Sambo Tidak Selincah Ninja Hatori?

“Kalau naik gunung itu, pijakan kakinya harus kuat. Jangan mengandalkan tarikan orang di atas. Kekuatan diri sendiri yang membawa kita ke atas.” – Brigjen...

Anies-AHY Kawin Paksa?

“Tentu proses membangun chemistry antara satu dan yang lain penting, bukan kawin paksa,” - Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem PinterPolitik.com Siapa yang tidak kenal dengan Siti...

More Stories

Mahfud Sang Menteri Komentator?

“Tersangka belum diumumkan dia udah ngumumkan dulu. Apakah yang begitu itu jadi tugas Menko Polhukam. Koordinator, lo, bukan komentator.” – Bambang “Pacul” Wuryanto, Ketua Komisi...

Megawati Kok Bahas Hal-hal Remeh?

“Presiden saya waktu itu, wapres, presiden, saya tetap, lo, memasakkan bagi keluarga saya. Jadi adalah sebuah alasan yang tidak wajar menurut saya kalau yang...

Misteri Keresahan Gandum Limpo

“Kita impor terus nih. Kalau saya sih nggak setuju jelas. Kita, apapun kita makan singkong saja, sorgum saja, dan makan saja sagu” – Syahrul Yasin...