HomeCelotehAkankah Nadiem Kabulkan Doa Siswa?

Akankah Nadiem Kabulkan Doa Siswa?

Kecil Besar

“Prayer begins where human capacity ends.” – Marian Anderson dan kemungkinan para pelajar yang lelah dengan UN


 PinterPolitik.com

Pasti teringat bagi kita semua yang telah melalui masa-masa sekolah betapa sengsaranya ketika memasuki detik-detik ujian nasional (UN). Sudah kita lelah, dipaksa pula ikut les dengan embel-embel platinum, gold dan silver yang membedakan siswa dari strata ekonomi dan intelegensia. Belum lagi dulu ga ada internet jadi bawa buku segede gaban sudah jadi keseharian para pelajar.

Dari generasi ke generasi doa para pelajar pun sama, semoga pada tahun mereka UN dihapuskan. Namun sering kali kita tidak mendapatkan apa yang kita mau. Makanya para pelajar itu stres dan prestasi pun bisa tiba-tiba anjlok di masa depan.

Pasti banyak deh kawan, sodara atau bahkan kita sendiri yang mengalami situasi dimana prestasi di sekolah itu bagus malah kadang meningkat, namun semua sirna ketika berhadapan sama UN. Sia-sia sudah perjuangkan menuju masa depan gemilang di hadapan UN yang menyayat otak.

Namun agaknya seperti kotak Pandora, di mana ketika segala kesengsaraan dunia bertebaran namun masih tersisa harapan. Harapan itu pun bernama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Nadiem yang sekarang menjabat sebagai Mendikbud mengeluarkan wacana untuk menghapus UN.

Alasan Nadiem adalah karena dia prihatin kondisi para pelajar yang harus menanggung stres jika berhadapan dengan UN. Sungguh mulia, sudah prihatin ke guru sekarang para pelajar pun diayomi. Wacana ini dikeluarkan Nadiem setelah banyaknya masukan dari pihak guru maupun siswa yang menolak kalo UN tetap dilaksakan tiap tahun.

Sungguh doa para pendidik dan orang-orang teraniaya (pelajar) itu yang dikabulkan oleh Tuhan. Memang Tuhan Maha Mendengar.

Tapi sebaiknya jangan berbahagia terlalu dini. Pasalnya wacana Nadiem masih dalam tahap kajian yang membutuhkan waktu lama untuk menimbang apakah UN memang buruk atau tidak. Nadiem pun juga berusaha merevolusi cara mendidik dari yang sekedar menghapal informasi menjadi kompetitif untuk meningkatkan SDM dalam bidang pendidikan.

Memang masa depan tanpa UN ini sangat menggiurkan bagi para pelajar, namun yang sekarang jadi pertanyaan, jika benar UN dihapuskan kira-kira apa nih pengganti yang telah disiapkan Nadiem untuk mengukur kemampuan kognitif para pelajar? (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...