HomeBelajar PolitikSandiaga Enggak Mau Mirip Trump

Sandiaga Enggak Mau Mirip Trump

Kecil Besar

Orang yang bijaksana akan membuat lebih banyak kesempatan daripada yang ditemukannya.


PinterPolitik.com

[dropcap]C[/dropcap]alon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Solahuddin Uno membantah kubunya meniru strategi Presiden Donald Trump saat memenangkan Pilpres Amerika Serikat. Justru menurut Sandiaga, timnya memiliki strategi sendiri untuk bisa menang di Pilpres 2019 mendatang, salah satu tekniknya adalah fokus di bidang ekonomi.

Sandi yang mengaku mempunyai strategi sendiri akan fokus pada bidang ekonomi, fokus bicara hal-hal yang positif dan membangkitkan optimisme. Itu adalah teknik kampanye Prabowo-Sandi menyajikan Indonesia adil makmur yang menjadi platform politik mereka.

Iya deh bang, percaya kubu abang enggak ngikutin strateginya Donald Trump. Lagian juga apa bang yang mau diikutin kalau ternyata memang ada kemiripan sama strateginya Trump mah biasa aja ya bang, namanya juga politik. Betul apa betul bang? Ehehehe.

Intinya gengs, Sandi sudah jelas tuh bilang enggak ngikutin strateginya Trump. Jadi kalau ada kemiripan ya gapapa dong, kan miripnya juga dikit-dikit. Kalau dikit mah bukan niru namanya gengs, tapi kebetulan sama aja. Share on X Wkwkwk.

Kendati demikian, Sandiaga mempersilahkan pihak lain untuk menilai strategi kampanye kubunya seperti apa. Namun, dia enggan mendebatkan di luar isu ekonomi. Menurutnya, dibanding merepresentasikan konteks politik yang tidak relevan dengan apa yang diperjuangkan, lebih baik adu gagasan yang berpihak kepada rakyat.

Anjay, btw bang, yang mengadu gagasan itu di mananya ya bang? Ini nih bang yang patut dijelaskan lebih dalam lagi. Kalau Jokowi bilang tol laut, debatnya harus gimana nih bang? Apa bakalan bilang itu wujud antek-antek Tiongkok kayak yang dibilang sama Amien Rais?

Terus kalau Jokowi bilang akan bagi-bagi uang ke kelurahan se-Indonesia, abang mau berdebat seperti apa nih? Mau bilang itu kebijakan wujud strategi kampanyenya Jokowi? Nah terus kalau abang bilang itu kebijakan kampanye, apa bedanya dong sama abang yang dulu mau bagi-bagi uang satu miliar per RW di Jakarta? Jadi intinya yang adu konsep itu di mana bang?

Terus terkait harga tempe dan bahan pokok yang katanya mahal, eh ternyata saat Jokowi ke pasar, harganya normal. Gimana tuh bang? Jangan bilang itu cuman prank abang doang buat Jokowi. Soalnya Jokowi udah jarang main ke pasar sebab akhir-akhir ini lebih sering main ke lokasi proyek terus ya bang? Bisa ae bang.

Jadi gimana nih menurut kalian gengs, kubu Prabowo-Sandi itu ngejiplak banget stateginya Donald Trump atau gimana nih? Kalau menurut eyke sih Prabowo-Sandi enggak mungkinlah ngikutin strateginya Donal Trump, soalnya kan Donal Trump kampanyenya enggak ke pasar-pasar sambil becek-becekan. Trump juga nggak ngomongin tempe kan. Wkwkwk. (G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Waspada 3 “Kingdoms” of Jokowi?

Tiga provinsi, satu pola — kala gelar adat Jokowi di Lampung ternyata cuma puncak gunung es dari strategi politik yang lebih besar. 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...