HomeBelajar PolitikPrabowo-Sandi Tersayat dan Tercabik!

Prabowo-Sandi Tersayat dan Tercabik!

Kecil Besar

“Manusia yang unggul selalu berpikir mengenai kebaikan, manusia pada umumnya berpikir tentang kenyamanan.” ~ Konfusius


PinterPolitik.com

[dropcap]A[/dropcap]lat Peraga Kampanye (APK) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang berada di Posko Rumah Juang Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dirusak pihak yang tidak bertangung jawab.

Nah, mungkin kalau dirusak sama pihak yang bertanggung jawab, itu bukan pengrusakan namannya gengs. Tapi renovasi dan modifikasi agar nampak lebih bagus. Wkwkwk.

Tapi gengs, apa mungkin ya motif pengrusakan APK disebabkan pendukung Prabowo-Sandi yang tak tahu diri meletakkan APK-nya? Memang sih peletakannya depan posko, tapi poskonya itu loh yang tepat banget berada di depan rumah Ketua Tim Pemenangan Jokowi wilayah Jepara. Wkwkwk.

Wah, kalau sampai kasusnya benar seperti itu, pantas aja APK-nya Prabowo-Sandi dirusak orang tak bertanggung jawab, wong strateginya enggak tahu tempat. Kalau gitu mah mending sekalian aja pasang APK-nya Prabow-Sandi di depan kantor cabang pengurus partai PDIP Jepara. Wkwkwk. #nyarikoreng.  

Menurut Koordinator Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Dapil II Jateng (Jepara, Kudus dan Demak) Zamroni, aksi perusakan tersebut terjadi pada Senin malam.  Aksi tak bertanggung jawab itu menyasar baliho bergambar Prabowo-Sandi.

Menurut Zamroni, ada bekas sayatan pada bagian wajah Prabowo-Sandi di baliho yang terpasang di Rumah Juang Kalinyamatan Jepara. Untung saja cuman dikasih sayatan ya gengs, coba kalau di balihonya dikasih sayatan plus make up kondangan. Wkwkwk.

Nah, kalau begitu ceritanya beda lagi gengs urusannya, bisa jadi nih ya bakal banyak banget emak-emak yang ngincer pelakunya. Soalnya emak-emak berebutan juga mau di-make up mirip kayak foto Prabowo-Sandi di baliho. Wkwkwk.

Tapi cuy, di luar candaan ini semua, apa yang telah dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab atas perusakan itu bisa mengakibatkan perpecahan yang semakin nyata di barisan akar rumput. Tindakan tidak terpuji itu memang tidak elok dilakukan oleh setiap pendukung, entah itu pendukung Prabowo ataupun pendukung Jokowi. Share on X

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Daripada ngelakuin hal-hal yang sebenarnya merugikan seperti itu, mending lakuin hal-hal yang positif gengs. Percaya deh tindakan merobek, menyayat ataupun membakar poster-poster seperti itu tidak ada gunannya. Daripada nyoret-nyoret robek baliho kayak gitu, mending cari orangnya aja langsung. Wkwkwkwk.

Kalau udah ketemu kan enak tuh bisa disayat-sayat dan dicabik-cabik. Eh tapi gengs, yang dimaksud cabik-cabik dan sayat-sayat itu bukan fisiknya ya, tapi lebih kepada pemikiran dan strateginya untuk membangun negeri! Ehehehe. (G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Ketika hampir semua selat strategis dunia punya wacana bypass secara bersamaan, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kepanikan logistik — dan Indonesia perlu membacanya sebelum terlambat.

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...