HomeBelajar PolitikPrabowo-Sandi Jiwa Emak Sejati!

Prabowo-Sandi Jiwa Emak Sejati!

Kecil Besar

“Meski telapak kaki ibu kita berukuran tidak lebih besar dari ukuran gadget kita, surga tetap bersemayam di bawahnya. Maka, perlakukanlah ibumu seperti janji Tuhan yang memberikan perlakuan termewah di saat kita  berada di surga.” ~ Grdzim


PinterPolitik.com

[dropcap]W[/dropcap]akil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri mengatakan bahwa perkumpulan emak-emak yang kini menamakan diri sebagai Partai Emak-Emak merupakan salah satu ujung tombak dari pemenangan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Weleh-weleh.

Barang antik apa lagi nih Partai Emak-Emak? Kedengarannya kok membuat alam bawah sadar eyke menjerit dan melontarkan beberapa rangkaian kata seperti ini:

“Ya Allah, cobaan apa lagi ini, emak-emak kok pada berhimpun dan membuat partai? Apa enggak makin tertekan aja nih bapak-bapak dan anak-anak liat emaknya jadi politisi kemarin sore? Makin banyak dong kecelakaan terjadi di jalan raya karena rating kiri belok kanan bisa saja dilegalkan oleh partai itu.” Wkwkwk.

Menurut Rachma, hal tersebut terjadi karena kekuatan emak-emak sangat dahsyat.  Terlebih animo dan antusias emak-emak untuk berpartisipasi dalam pemenangan Prabowo-Sandi sangat tinggi. Sesuai pemetaan segmen, kelompok emak-emak meraih angka 60 persen. Menurutnya ini sangat tinggi dibanding segmen lainya.

Weleh-weleh, itu data dari mana lagi coba? Jangan bilang data dari Sandi gengs. Hayo, coba datanya bener enggak tuh, sudah dicek berulang kali belum? Nanti malah kayak yang udah-udah lagi, sampai-sampai ditinggalin bobo sama Menteri Susi Pudjiastuti yang emak-emak juga. Wkwkwk.

Intinya mah gengs, terlepas data itu valid atau tidak, Rachma bertekad kubunya akan bekerja keras sampai mati-matian untuk memenangkan Prabowo-Sandi karena kumpulan emak-emak ini adalah ujung tombak yang juga akan diperjuangkan.… Share on X

Selain itu, Rachma menambahkan bahwa langkah gerakan emak-emak dapat terarah dan terorganisir bila berada bawah arahan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Gimana menurut kalian gengs, apa mungkin kesatuan tempur berjenis emak-emak Prabowo-Sandi dapat efektif menumbangkan rezim yang mereka anggap gagal ini?

Atau mungkin sebaliknya adanya emak-emak di kubu Prabowo-Sandi malah memperunyam keadaan internal? Lah kok malah nanya kenapa? Namanya juga emak-emak gengs, kalau enggak ngerusuh, ya ngegibah! Enggak peracya? Coba deh sendiri sama emak kalian. Wkwkwk. Kualat ditanggung sendiri loh ya. (G35)

 

spot_imgspot_img

#Trending Article

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

Adu Nasib Rusdi-Sandi

Dua pengusaha besar, dua jalan politik berbeda. Rusdi Kirana berakar kuat di PKB hingga menjadi elite nasional, sementara Sandiaga Uno gagal mengangkat PPP dari keterpurukan. Mengapa modal, popularitas, dan jaringan tak cukup menyelamatkan partai yang rapuh?

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...