HomeBelajar PolitikMoeldoko Siap Serbu Oposisi

Moeldoko Siap Serbu Oposisi

Kecil Besar

“Kelakuan si kucing garong, ora kena ndeleng sing mlesnong. Main sikat main embat apa sing liwat.” ~ Trio Macan, Kucing Garong


PinterPolitik.com

[dropcap]W[/dropcap]aduh gengs, ternyata yang heran terhadap isu adanya tujuh kontainer yang berisikan surat suara yang sudah dicoblos bukan kita saja loh! Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko juga ikut heran akan adanya isu ini.

Begini kata Moeldoko terkait isu kontainer itu gengs: Share on X

Wong tim pemenangan saja sekarang masih sibuk menetukan gaya dan baju Jokowi-Ma’ruf Amin untuk foto yang ada di surat suara, mana mungkin surat suaranya tiba-tiba sudah ada”.

Wkwkwk, di luar itu gengs, kalau boleh usul nih, fotonya Ma’ruf sama Jokowi dibuat dengan gaya yang unik dong. Semisal, Jokowi fotonya sedang naik motor gede dan Ma’ruf fotonya yang sedang digoncengin gitu. Nah kalau fotonya seperti itu, kan jadi semangat nih kita ke TPS-nya. Betul apa betul? Ahahaha.

Oh iya gengs, Moeldoko pun menilai kabar hoaks tujuh kontainer tersebut sangatlah merugikan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Namun, menurut Moeldoko, TKN susah sangat siap menghadapi dan memiliki langkah strategis tersendiri untuk melawan kabar bohong seperti ini.

Duh ngeri nih. Jangan bilang nih kalau Moeldoko mau buat isu balasan ke oposisi. Atau bisa jadi doi mau nyerang markas oposisi kayak di pilem-pilem Hollywood yang bergenre gangster. Ckckck.

Nah iya gengs, sebelumnya Komisioner KPU Hasyim Asy’ari, juga sudah menangapi isu jutaan surat suara yang sudah dicoblos tersebut. Bagi KPU, hal ini sangat membahayakan pelaksanaan Pemilu. Karena itu, KPU sudah bergegas melaporkan isu hoaks tersebut ke Bareskrim Polri. Weleh-weleh.

Ada-ada aja ya gengs orang yang berani nyebarin isu hoaks seperti ini. Memangnya yang nyebarin enggak ngeri apa main api di tahun politik begini. Emangnya dibayar berapa sih mereka sampai mau-maunya disuruh jadi pembohong? Kalau eyke nih gengs, mau dikasih uang Rp 1 miliar juga ogah deh bikin isu hoaks. Kecuali jumlahnya ditambahin lagi, baru deh mau. Wkwkw, bercanda ya. (G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Hakim sudah membaca putusannya. Tapi jauh sebelum itu, publik sudah selesai bersidang di kepala masing-masing.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Ketika hampir semua selat strategis dunia punya wacana bypass secara bersamaan, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kepanikan logistik — dan Indonesia perlu membacanya sebelum terlambat.

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Lex talionis bukan tentang balas dendam, melainkan batas peradaban atas kekerasan. Dalam kasus Taufik Hidayat, prinsip kuno itu menemukan relevansinya kembali, hukuman maksimal bukan ekspresi kebencian, tetapi pengakuan negara atas martabat korban. Saat keadilan diuji, korban tak boleh kalah dua kali.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...