HomeBelajar PolitikMa'ruf Sindir Jokowi Soal Bencana?

Ma’ruf Sindir Jokowi Soal Bencana?

Kecil Besar

“Yakin semakin hari alam semakin tidak bersahabat? Bukankah kita saja yang sebenarnya enggan bersahabat dengannya?”


PinterPolitik.com

[dropcap]H[/dropcap]mmm, semakin mendekati hari Pemilu serentak, kok semakin aneh-aneh saja ya gengs tingkah para politisi kita. Kok bisa? Lah emang kalian pada enggak tahu apa, kemarin kandidat nomor urut 02 berjanji menjadi alat bagi masyarakat? Orang mah pada berlomba-lomba nggak mau jadi alat, eh doi malah mau jadi alat. Emangnya enggak ngeri apa nanti malah hanya diperalat saja? Wkwkwk, bercanda cuy.

Terus gengs, ada lagi nih dari nomor urut 01, Ma’ruf Amin yang ikutan janji, katanya sih doi kalau bisa terpilih jadi wakil presiden di Pilpres tahun depan akan menekankan pentingnya mitigasi bencana. Doi juga bilang, akan berniat menguatkan peran Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Wadaw, mau diperkuat seperti apa ya gengs? Mau dibekali persenjataan gitu? Atau mau dikasih wewenang menangkap sumber bencana alias diberi wewenang nangkapin oknum-oknum yang gemar korupsi uang bantuan bencana dan penyelenggaraan alat penanggulangan bencana? Wkwkwk, bisa aja bossque!

Intinya gengs, Ma’ruf berikrar akan memperkuat BMKG dan BNPB kalau doi jadi wakil presiden di 2019 nanti. Hal ini disebabkan dirinya sangat miris melihat kondisi Indonesia, mulai dari bencana di Lombok, Palu, kemudian sekarang Banten. Kata doi kayaknya kita kejebolan oleh bencana-bencana yang kurang diantisipasi. Artinya karena hal ini sudah terlalu parah, Ma’ruf bertekad akan memperkuat dua lembaga ini dengan cara meningkatkan anggarannya.

Tak hanya sampai di situ, Ma’ruf berpendapat negara ini perlu mempercanggih peralatan, terurama alat pendeteksi dini bencana. Dia mengatakan, jangan sampai bencana yang akan menimpa warga di Nusantara tidak dapat lagi terdeteksi seperti yang terjadi belakangan ini.

Baca juga :  Komprador Gurita Batu Bara

Hmmm, jangan bilang Ma’ruf ngomong gitu karena doi lagi berusaha menyindir Jokowi nih gengs. Eh, tapi enggak mungkin lah ya, positif thinking aja deh. Kita anggap saja Ma’ruf ngomong gitu lagi berusaha nyindir Jusuf Kalla (JK) yang lupa ingetin Jokowi soal pentingnya mitigasi bencana. Wkwkwk.

Pokoknya, di luar itu semua gengs, Ma’ruf janji di tahun depan, selepas dirinya terpilih jadi wakil prasiden, alat-alat yang canggih akan tersedia dan berfungsi untuk mendeteksi sebelum terjadinya bencana, sehingga sudah ada warning kepada warga yang di daerah yang kemungkinan akan terjadi gempa atau tsunami.

Tetapi gengs, yang terpenting dari ini semua, apa kalian yakin nih Ma’ruf bisa mewujudkan semua ikrarnya? Kalau eyke sih kurang yakin gengs. Kok bisa? Lah iya lah, Ma’ruf kan juga bagian dari politisi. Kalian tahu lah politisi seperti apa. Ehehehe. (G35)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_img

#Trending Article

Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Hakim sudah membaca putusannya. Tapi jauh sebelum itu, publik sudah selesai bersidang di kepala masing-masing.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Ketika hampir semua selat strategis dunia punya wacana bypass secara bersamaan, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kepanikan logistik — dan Indonesia perlu membacanya sebelum terlambat.

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Lex talionis bukan tentang balas dendam, melainkan batas peradaban atas kekerasan. Dalam kasus Taufik Hidayat, prinsip kuno itu menemukan relevansinya kembali, hukuman maksimal bukan ekspresi kebencian, tetapi pengakuan negara atas martabat korban. Saat keadilan diuji, korban tak boleh kalah dua kali.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...