HomeBelajar PolitikJanji PAN-Sandi Modali Si Miskin

Janji PAN-Sandi Modali Si Miskin

Kecil Besar

“Jangan kau bangunkan perempuan yang sedang dilanda cinta. Biarkan dia larut dalam mimpi manis, agar tak menangis saat menghadapi fakta yang ternyata pahit.”


PinterPolitik.com

[dropcap]K[/dropcap]eberpihakan pada kemajuan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi salah satu gagasan utama PAN dan Prabowo-Sandi untuk memperbaiki ekonomi nasional. PAN dan Prabowo-Sandi ingin UKM mendapat tempat strategis dalam perekonomian nasional.

Menurut Ketum PAN, Zulkifli Hasan, perlu ada modal yang lebih besar, perlindungan dari pemerintah dan bagaimana caranya membuat UKM bisa go internasional. Nah kalau UKM bisa sampai go Internasional, bukan UKM lagi dong namanya. Tapi sudah bisa disebut itu sebagai usaha besar bang? Gimana enggak besar, pasarnya dunia internasional! Wkwkwk.

Tapi gapapa nih wahai netizen, apa yang diniatkan Zulkifli dan Sandi adalah niatan yang baik dan patut nih kita dukung programnya. Soalnya kan programnya pro sama usaha kecil dan semoga apa yang ditekadkan oleh Zulkifli dan Sandi ini tidak hanya sekedar janji kampanye!

Semoga aja terpilih atau tidak terpilihnya Sandi, para politisi oposisi tetap konsisten untuk membangun negeri, bukan sekedar janji-janji doang kalau ada maunya aja! Betul apa betul?

Oh iya, selain itu Zulkifli juga menyebutkan di era kemajuan teknologi informasi dan media sosial ini, UKM harus diberikan motivasi, bekal, dan dorongan untuk go International. Share on X

Semua itu bisa dilakukan melalui aplikasi belanja online yang nilainya terus meningkat. Ini seharusnya menjadi peluang UKM untuk memasarkan produknya ke seluruh dunia. Tugas pemerintah adalah menyiapkan sumber daya manusianya dan membuka jalan untuk UKM.

Hmm, tapi emang itu program baru? Bukannya yang sekarang sudah kayak gitu ya? Hayoo, bang Sandi jangan salah data lagi loh, nanti beneran ditenggelamkan sama menteri Susi. Wkwkwk.

Wah kalau gini ceritanya, apa pemerintah mau terjun aktif juga dalam hal situs belanja online? Waduh-waduh apa enggak ngeri tuh nanti malah dibilang kontra kebebasan dan dituduh rezim otoriter? Weleh-weleh.

Gimana menurut kalian setelah mengetahui apa yang menjadi niatan Zulkifli-Sandi? Apa menurut kalian tekad mereka menjadi suatu hal yang positif akan benar tereksekusi? Atau tekad mereka hanya sekedar ilusi bayang-bayang semu yang tak mungkin terealisasi? (G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Waspada 3 “Kingdoms” of Jokowi?

Tiga provinsi, satu pola — kala gelar adat Jokowi di Lampung ternyata cuma puncak gunung es dari strategi politik yang lebih besar. 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...