HomeBelajar PolitikGerindra: PSI Tidak Larang Prostitusi?

Gerindra: PSI Tidak Larang Prostitusi?

Kecil Besar

“Cabutlah sampai akarnya, bukan malah sekedar berhenti sampai batangnya saja.”


PinterPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]udah cukup lama Ketua Umum PSI, Grace Natalie menyerukan larangan poligami. Namun, pro dan kontra terkait keputusan itu masih terus terjadi. Salah satu orang yang masih kontra terhadap pandangan Grace sampai hari ini adalah politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade.

Menurut Andre, poligami sudah diatur dalam agama masing-masing dan tak perlu diributkan. Baginya, menikah itu kan hak orang, masing-masing agama yang dianut sudah mengatur poligami itu. Ada yang boleh di Islam, maupun ada yang tidak boleh di agama Kristen maupun Katolik. Andre menyebut seharusnya gak usah sampe kita mengatur ranah pribadi seperti itu.

Entah mengapa setelah eyke mendengar seruan Grace, kepala ini rasannya tuh ingin sekali dibelai dengan kasar. Serius deh, ini karena kutu-kutu di kepala yang lagi ketawa cekikikan atau memang karena kebetulan keringatan aja jadinya gatal gini. Wkwkwk.

Btw, kalau menurut kalian gimana terkait seruan yang disampaikan Grace? Kalau menurut eyke sih aneh aja gitu gengs. Masa sih PSI yang katanya partai milenial dan  kekinian jadi terlihat alergi sama demokrasi? Weleh-weleh. Apa? Kok bisa?

Lah bisa lah, itu katanya Andre, PSI terlalu mencampuri hak individu orang lain. Apa coba namanya kalau bukan kontra terhadap demokrasi? Ckckck, jangan bilang PSI nantinya mau bentuk partai otoriter gengs. Mereka pada awal melarang poligami, terus besok mereka larang berdiskusi, sebabis itu mereka larang update status yang menjelekkan PSI, terus aduh-aduh. Ngeri deh gengs pokonya, jangan dibahas lagi. Wkwkwk.

Lagian, Grace nggak takut apa sama para politisi yang punya istri lebih dari satu atau yang punya niat mau punya istri lebih dari satu? Kalau seandainya PSI menyerukan kebijakan itu, kan besok-besok para pejabat dan politisi pada nggak bisa nambah istri. Terus kalau sudah tidak bisa nambah istri, bisa jadi kan prostitusi semakin digandrungi. Betul apa betul?

Baca juga :  Komprador Gurita Batu Bara

Pokoknya gengs kalau sampai poligami benar-benar dilarang nantinya, percaya deh sama eyke, para pejabat, pengusaha, dan politisi pasti deh remai-ramai ke tempat prostitusi lagi. Uppss, kalau yang ini becanda ya gengs. Jadi keterlaluan ya? Ehehehe, maaf ya.

Intinya, kalau menurut Andre yang adalah Wasekjen Gerindra itu, mestinya PSI melarang perzinahan, bukan persoalan poligami yang justru sudah masuk ranah rumah tangga orang. Menurut dia, sikap PSI menolak poligami itu aneh sebab poligami dilegalkan dalam agama Islam.

Harusnya Grace itu bicara soal bagaimana memerangi prostitusi. Bukan malah buat kegaduhan yang akhirnya merugikan Jokowi atau partainya sendiri. Wuuu, lembut tapi nampol gengs! Wkwkwk.

Jadi, kalau sudah baca tuliasan ini, kalian lebih setuju sama siapa nih? Grace atau Andre? Share on X(G35)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_img

#Trending Article

Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Hakim sudah membaca putusannya. Tapi jauh sebelum itu, publik sudah selesai bersidang di kepala masing-masing.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Ketika hampir semua selat strategis dunia punya wacana bypass secara bersamaan, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kepanikan logistik — dan Indonesia perlu membacanya sebelum terlambat.

Lex Talionis Taufik Hidayat Biadab

Lex talionis bukan tentang balas dendam, melainkan batas peradaban atas kekerasan. Dalam kasus Taufik Hidayat, prinsip kuno itu menemukan relevansinya kembali, hukuman maksimal bukan ekspresi kebencian, tetapi pengakuan negara atas martabat korban. Saat keadilan diuji, korban tak boleh kalah dua kali.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...