HomeBelajar PolitikCucu Bung Hatta: Sandi, Bikin Muntah!

Cucu Bung Hatta: Sandi, Bikin Muntah!

Kecil Besar

“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun, tidak jujur sulit diperbaiki.” ~ Bung Hatta


PitnerPolitik.com

[dropcap]S[/dropcap]udah pada tahu belum kabar mengenai amukan cucunya Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta atau Bung Hatta? Ya, Gustika Fardani Jusuf merasa berang ketika mengetahui bahwa sang kakek disamakan dengan sosok Sandiaga Uno. Wkwkwk.

Bahkan, cucu Bung Hatta itu tampak melayangkan protes kepada pihak yang menyebut bahwa kakeknya itu adalah sosok yang mirip seperti Sandiaga. Cekikik-cekikik, rasain deh tuh dimarahin sama Gustika, lagian sih orang kok kebanyakan ngomong, tapi pakai datanya kurang tepat melulu! Wkwkwk.

Kalau eyke jadi yang ngomong sih gengs, masuk ke kandang semut, malu coy! Diomelin sama junior! Eh, eyke juga ngumpet bukan soal malu aja gengs, eyke juga ngeri lah sama Gustika. Wong doi lagi kuliah di Inggris ngambil jurusan perang-perangan! Apa enggak makin ngeri tuh didor  kalau macam-macam. Wkwkwk.

Lah iya hampir lupa nih penampakan orang yang klaim-klaim Sandi jelmaan Bung Hatta gengs, silahkan disimak dan ditertawakan bersama! Btw konten ini khusus cebong ya, bukan kamvret, nanti kalau kamvet ikutan nonton eyke yang dibuli lagi. Ckckck.

Ciat ciat ciat! Lanjut cuy ke komentarnya Gustika monggo disimak:

Oke oke oke, gimana menurut kalian gengs? Apa kalian bilang kalau Gustika jangan egois? Kenapa? Lah, karena Bung Hatta adalah milik kita semua? Jadi jangan dong sok-sok memprivatisasi gitu. Berasa kontra demokrasi aja! Open mind lah sekarang sudah demokrasi coy! Jadi bisa lah bilang Bung Hata milik kita semua! Lah kayak jargon tv swasta ya. Wkwkwk.

Benar bentar gengs, ini bukan masalah milik kita bersama atau milik Gustika saja gengs. Yang jadi masalah itu, Sandi sama Hatta miripnya di mana? Di kaca matanya? Masa amat coy, rendah amat pengamatannya ya. Adeuh, cekikik banget deh kamu! Wkwkwk.

Coba nih biar makin yakin di mana mirip pleg ngejipleg-nya, kalian baca komentarnya Gustika lagi:

Nih nih lagi deh, tapi yang ini khusus buat yang ngotot nge-dislike Gustika ya gengs:

Jadi intinya, kalian dukung siapa nih gengs? Dukung Gustika, dukung sesosok orang yang menyamakan Sandi dengan Bung Hatta atau kalian dukung Jokowi nih? Lah, ngapa jadi Jokowi ya? Wkwkwk. Share on X
Baca juga :  Kicepisme Pragmatis Politik

Maklum gengs, Jokowi kebawa-bawa soalnya kan ini tahun Pilpres, jadi mendadak suka latah gitu gengs. Btw, soal dukung mendukung, kalau eyke mah jelas mau dukung Gustika aja, nanti jadi presiden RI soalnya lucu sih. Ehehehe. (G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Waspada 3 “Kingdoms” of Jokowi?

Tiga provinsi, satu pola — kala gelar adat Jokowi di Lampung ternyata cuma puncak gunung es dari strategi politik yang lebih besar. 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...