HomeBelajar PolitikAmien Rais Manusia Sakti

Amien Rais Manusia Sakti

Kecil Besar

“Ayolah teman-teman, tidak terlalu terlambat untuk mencari dunia baru.”


PinterPolitik.com

[dropcap]T[/dropcap]im Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyambut baik niat Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais untuk membongkar kasus lama di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Entah apa yang ada di dalam pikiran Amien, sampai-sampai mengancam koruptor segala ingin dilaporkan ke KPK. Sangat disayangkan memang sikap Amien ini gengs. Tingkahnya sudah kembali seperti anak balita yang mengancam kalau tidak diberi jajanan.

Yang disayangkan dari sikap Amien bukan persoalan bibir yang lemes saat disidik pihak berwenang, tapi yang kita sayangkan kenapa orang yang berpendidikan tinggi seperti doi baru niat bilang ada yang korupsi saat kasusnya sudah lama berlalu. Weleh-weleh.

Jadi sekarang sudah jelas ya kalau Amien Rais memang tidak layak lagi menjadi panutan anak negeri! Apalagi kalau doi masih harus dijadikan Ketua Dewan Kehormatan PAN! Kok bisa? Bisa lah gengs, lihat aja tingkahnya.

Tingkahnya Amien yang katanya mau berjuang untuk negeri, tapi kok masih aja mau melindungi pemecah NKRI! Katanya Amien melakukan ini demi rakyat, tapi kok sikapnya seperti pro rakyat golongan konglomerat ke atas? Katanya kesejahteraan umat nomor satu, eh tahu ada maling kok diem-diem aja, udah lama lewat baru mau ngaku. Weleh-weleh.

Tidak hanya eyke yang kecewa dengan apa yang diperbuat Amien. Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni di satu sisi memang menyambut baik pembongkaran kasus yang akan dilakukan Amien. Tapi di sisi lain hatinya bertanya-tanya: “Mengapa Amien baru sekarang ya mempunyai tekad membokar kasus korupsi itu?”

Apa mungkin gengs kasus korupsi yang akan Amien bongkar pelakunya sudah menyandang gelar ALM alias almarhum? Jadi pengakuan Amien ke KPK tidak akan begitu membuat luka kepada pelakunya? Atau apa yang dibilang Amien hanya gertak sambal yang ujung-ujungnya nihil hasil? Weleeh-weleh.

Tapi semoga saja Amien akan membongkar kasus alih fungsi hutan di Riau juga, yang diduga dilakukan oleh besannya, Zulkifli Hasan (Zulhas) semasa doi menjadi Menteri Kehutanan. Semoga saja Amien tidak tebang pilih buka-bukaannya di KPK. Ehehehe.

Kalau sampai Amien berani membongkar dugaan kasus korupsinya Zulhas, wah pasti banyak banget nih yang akan jadiin Amien pahlawan nasional! Wkwkwk. Contohnya kayak Raja Juli yang sangat mendukung Amien jika ingin membongkar kasus tersebut.

Juli juga meminta kepada Amien untuk segera membuka data tentang dugaan korupsi 30 ribu hektar alih lahan di Riau yang melibatkan mantan Gubernur Riau Annas Makmun. Share on X

Nah kalau menurut kalian sendiri gimana gengs? Apa mungkin Amien akan membongkar kasus ketua umum partainya sendiri? Atau Amien sekedar asal ngomong aja kayak sahabatnya yang habis operasi plastik? (G35)

spot_imgspot_img

#Trending Article

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Aldi-Saldi: Hakim Mazhab “Dissenters”?

Vonis Nadiem Makarim menghadirkan sorotan pada Andi Saputra, hakim yang berbeda pendapat dari mayoritas. Apakah ia sekadar anomali, atau bagian dari tradisi “Mazhab Dissenters” seperti Saldi Isra?

Menanti Lahirnya Hoegeng Muda di Bhayangkara

Sehari sebelum pemakamannya Februari lalu, keluarga Hoegeng memutar rekaman pesan terakhir istrinya, dan Kapolri menyebutnya wasiat bagi seluruh anggota Polri. Delapan dekade lalu, institusi ini sudah menerima wasiat serupa dari suaminya. Namun, jamak disebut yang bertambah sejak itu cuma jumlah upacaranya. Benarkah demikian?

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

RIP Meritokrasi, Mantra Komisaris?

Pengangkatan relawan politik menjadi komisaris BUMN kembali memantik polemik. Apakah ini sekadar balas jasa kekuasaan, atau strategi menjaga stabilitas politik? Di balik kontroversi Ginka Febriyanti Ginting, tersimpan paradoks lama, yakni ketika loyalitas lebih bernilai daripada kompetensi, apakah meritokrasi masih memiliki tempat?

Rame-Rame Belah Gunung Gegara Hormuz

Ketika hampir semua selat strategis dunia punya wacana bypass secara bersamaan, ada sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kepanikan logistik — dan Indonesia perlu membacanya sebelum terlambat.

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...