D74 ─ author

Latest articles

Sudah Benarkah Yahya tentang Radikalisme?

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf baru-baru ini mengatakan radikalisme adalah pilihan politik. Mereka yang menjadi radikal disebutnya ingin merubuhkan negara dan menciptakan sistem kekhalifahan. Sudah tepatkah narasi tersebut? 

Mungkinkah Dunia Dalam Satu Pemerintahan?

Gagasan satu pemerintahan global umumnya muncul dalam cerita fiksi. Tetapi, melihat perkembangan globalisasi, tampaknya wacana tersebut bukanlah mimpi belaka. Mungkinkah kemudian tercipta sebuah satu pemerintahan tunggal yang mengatur dunia? 

BNPT Salah Memahami Terorisme?

Terorisme adalah kekejaman yang perlu diberantas. Namun, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) seringkali menunjukkan kerancuan dalam memahami terorisme, bahkan menyamakannya dengan radikalisme. Mengapa ini bisa terjadi? 

Jokowi dan Populisme Batu Bara

Publik dihebohkan dengan kebijakan pemerintah yang tiba-tiba saja ingin memberhentikan ekspor batu bara dari tanggal 1 sampai 31 Januari 2022. Meskipun diklaim untuk memenuhi stok dalam negeri, kebijakan ini dianggap dapat merugikan produsen batu bara. Mengapa hal ini bisa terjadi? 

BRIN, Solusi yang Salah Langkah?

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendapat sorotan tajam setelah meleburkan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman pada akhir 2021 lalu. Sejumlah peneliti honorer terancam...

Yahya Buka “Saham Politik” PBNU?

Ketua Umum (Ketum) baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf berinisiatif melepaskan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dari politik praktis. Mungkinkah mimpi itu terjadi? Dan bagaimana secara keseluruhan dinamika politik PBNU di bawah kepemimpinannya? 

Utopianisme di Balik Peretasan PSSI

Tidak lama setelah tim nasional (timnas) Indonesia kalah dari timnas Thailand pada Final Piala ASEAN Football Federation (AFF) leg 1, situs Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) diretas. Peretasnya menyatakan rasa kekecewaan pada PSSI. Fenomena peretasan “kegundahan hati” ini sendiri bukan yang pertama kalinya terjadi di Indonesia, bahkan saat ini semakin marak. Apa penyebabnya? 

Prancis Manfaatkan Ketakutan Prabowo?

Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA) dari Amerika Serikat (AS) dianggap menjadi penyebab Indonesia membatalkan niatan membeli jet tempur SU-35 dari Rusia. Di sisi lain, Indonesia semakin gencar mendatangkan alat utama sistem senjata (alutsista) dari Eropa. Mungkinkah ada skenario tersembunyi yang menguntungkan produsen alutsista Eropa di balik aturan CAATSA? 

ASEAN, Korban Pertama Hegemoni Tiongkok?

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan berita Myanmar yang mengumumkan akan menggunakan mata uang Tiongkok, renminbi sebagai mata uang resmi perdagangannya pada 2022. Tidak hanya Myanmar, ternyata Perhimpunan Negara-Negara di Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sudah mulai gunakan renminbi, termasuk Indonesia. Mengapa ini bisa terjadi? Dan apa alasan politik di baliknya? 

No Way Home Ajarkan Machiavellianisme?

Film Spider-Man: No Way Home tengah menjadi buah bibir. Selain susunan aktor yang menarik, plot cerita tentang moral dilema juga jadi sorotan. Apakah ada pesan tersembunyi di dalamnya? 

Mahathir Ingin Jokowi “Seimbangkan” ASEAN?

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad beberapa waktu yang lalu memuji Indonesia dan mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pantas menjadi pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Apa yang membuat Mahathir berpikir demikian? 

Ada Apa dengan Pertamina?

PT Pertamina akhir-akhir ini dilanda polemik panas. Mulai dari pernyataan Komisaris Utama (Komut) Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama terkait sejumlah kontrak yang merugikan, sampai aksi mogok kerja dan tuntutan pemecatan Direktur Utama (Dirut), Nicke Widyawati. Ada apa sebenarnya dengan Pertamina? 
- Advertisement - spot_img