HomeFokus BUMNPertamina Siapkan SDM Hadapi Bisnis Global

Pertamina Siapkan SDM Hadapi Bisnis Global

Kecil Besar

Guna menyiapkan calon pegawai (energi baru) yang andal dan profesional, PT Pertamina (Persero) menggelar program pendidikan Pre-Employment Training (PET) 2020. Kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina menghadapi tantangan bisnis global ke depannya.


PinterPolitik.com

Senior Manager Pertamina Corporate University, Rosalia Ambar Yuniarti, mengatakan program PET  tahun 2020 diikuti oleh 310 energi baru yang merupakan hasil seleksi ketat pada periode 2019 lalu. Para energi baru ini meliputi 75 peserta dari program Bimbingan Profesi Sarjana (BPS), 66 peserta program Bimbingan Profesi Ahli (BPA), dan 169 Bimbingan Keahlian Juru Teknik (BKJT).

“Maksud dan tujuan acara ini untuk mempersiapkan energi baru Pertamina agar dapat menghadapi tantangan bisnis global. Kami menitikberatkan pada pembangunan budaya HSSE, corporate culture, mengenalkan portofolio dan proses bisnis Pertamina, serta membangun kompetensi teknis sehingga mereka dapat memahami peran, tugas, dan tanggung jawabnya di fungsi masing-masing sesuai dengan aspek good corporate governance dan tata nilai 6C,” ujar Rosalia seusai pembukaan program PET di Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina, Selasa (14/1).

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Koeshartanto menjelaskan, program PET merupakan program baru yang digulirkan BUMN ini bekerja sama dengan Pusdikzi TNI AD untuk memberikan wawasan kewiraan kepada peserta.

“Program ini dimaksudkan untuk memperkuat mental energi baru Pertamina, sebagai penyemangat mereka agar dapat berkontribusi maksimal untuk kemajuan Pertamina ke depannya. Kita percaya Pusdikzi ini mampu mendidik mereka hingga memiliki sikap dan mental yang sportif, tidak cengeng, kuat, serta selalu siap menerima tantangan. Kami berharap mereka bisa menjadi insan-insan yang lebih tangguh,” jelasnya.

Salah satu peserta Muhammad Faaizun Alfarisi mengaku sangat antusias menjalani program ini. “Di sini saya akan diajarkan bukan hanya mengenai Pertamina, tapi juga ada pelatihan berbasis militer sehingga kami bisa menjadi pribadi yang kuat mental agar mampu memajukan perusahaan ke depan sesuai dengan visi misi Pertamina,” pungkasnya. (R58)

Baca juga :  Danantara dan Konstitusi Kedua: Ketika Negara Memilih Menjadi Satu Arsitektur

https://www.youtube.com/watch?v=124ivGoFuQg

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_img

#Trending Article

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

Dengarkan artikel berikut. Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Sugianto Kusuma mungkin bukan nama yang Anda ingat saat membeli iPhone. Tapi dialah yang berdiri di balik...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Runtuhnya Empire Sawit Singapura?

Kebijakan DSI mengguncang arsitektur lama perdagangan sawit Asia Tenggara. Saat saham konglomerat sawit berbasis Singapura melemah, Indonesia mulai merebut kembali nilai yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri. Apakah ini awal runtuhnya empire sawit Singapura dan lahirnya era baru geoekonomi Indonesia?

Pertamax dan Kelas yang Terlupakan

Negara menyebut mereka tulang punggung ekonomi, semakin lama mereka semakin hilang. Mereka tidak memiliki jaminan seperti kelas bawah dan mereka tidak punya akses sebesar kelas atas. Tetapi, mereka dipilih untuk menanggung semuannya.

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

Adu Nasib Rusdi-Sandi

Dua pengusaha besar, dua jalan politik berbeda. Rusdi Kirana berakar kuat di PKB hingga menjadi elite nasional, sementara Sandiaga Uno gagal mengangkat PPP dari keterpurukan. Mengapa modal, popularitas, dan jaringan tak cukup menyelamatkan partai yang rapuh?

More Stories

Erick Thohir Pastikan 4,7 Juta Masker Telah Didistribusikan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan 4,7 juta masker yang diproduksi oleh perusahaan pelat merah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah...

BUMN akan Bangun RS Darurat Corona di Daerah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memerintahkan jajarannya untuk membangun Rumah Sakit Darurat Corona di sejumlah daerah di Indonesia. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan...

BUMN Back Up Sepenuhnya RS Darurat Covid-19

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  Erick Thohir  menjamin RS Darurat Penangan Covid-19 siap beroperasi  pada Senin (23/3). BUMN sepenuhnya siap back up kebutuhan...