HomeCelotehPerindo-JK Rindu Orba?

Perindo-JK Rindu Orba?

Kecil Besar

“Siapa saja bisa jadi macan.”


PinterPolitik.com

[dropcap]U[/dropcap]ji materi tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden merupakan upaya melemahkan semangat reformasi dan demokratisasi.

Hayo, ada yang enggak setuju dengan pernyataan di atas?

Yang enggak setuju silahkan deh ikut Partai Perindo. Nah, buat yang setuju juga boleh kok ikut Partai Perindo. Siapa tahu kan mau jadi backing vocal lagu mars Partai Perindo di berbagai televisi nasional.

Lumayan loh, katanya kan sekarang cari kerja susah, makanya ikut aja gengs. Buat nambah uang jajan. Hehehe.

Kalau kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini uji materi pasal 169 huruf n UU no 7/2017 tentang Pemilu yang diajukan Partai Perindo, posisi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menyatakan diri sebagai pihak terkait tidaklah baik.

Reformasi telah mengamanatkan masa jabatan presiden dan wakilnya hanya maksimal dua periode. Sehingga langkah Perindo dan JK bisa disebut sebagai pelemahan semangat reformasi.

Jadi kalau itu dipaksakan, maka akan menjadi kemunduran demokrasi, melemahkan semangat reformasi, dan mengganggu proses demokratisasi yang sedang berjalan. Weleh-weleh, Partai Perindo kok ngotot banget ya dukung JK.

Selain itu, dalam Pasal 7 UUD 1945 juga tidak ada multi tafsir tentang masa jabatan tersebut. Sementara dari sisi tujuan dibentuknya pasal 169 UU Pemilu juga sudah jelas agar tidak ada upaya pelanggengan kekuasaan dari segelintir orang.

Masa jabatan dibatasi lantaran menghindari penyalahgunaan kewenangan eksekutif. Pembatasan itu salah satu cara untuk mencegah perluasan kekuasaan.

Ini untuk menghindari penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan karena kekuasaan yang bercokol terus menerus nanti berasa Orba lagi gengs, kalian mau?

Kalau kalian mau kayak gitu, ya udah pilih saja Partai Berkarya sekalian. Siapa tahu kan bisa mirip kepemimpinan Soeharto yang gagah dan bisa bikin Indonesia menjadi macan Asia. Eh bukan macan di merek biskuit loh. Ahahaha.

Oh iya, yang terakhir Titi juga menyampaikan keyakinannya, bahwa hakim konstitusi pasti akan menolak uji materi tersebut. Menurutnya, argumentasi bahwa status wakil presiden sebagai pembantu presiden disamakan dengan menteri adalah sebuah kekeliruan.

Wapres kan bukan diangkat dalam jabatan politik yang merupakan hak prerogatif presiden, tapi dipilih dalam satu pasangan dengan presiden.

Hadeh, namanya juga kebelet jabatan gengs, apa juga bakal dilakuin. Siapa tahu kan disetujuin sama Mahkamah Konstitusi (MK), jadi berasa ketiban macan biskuit tuh gengs. Hehehe.

Btw gengs, ini ada ungkapan yang keren dari Alexander Pope. Coba deh kalian renungkan: “Banyak orang mampu melakukan perbuatan yang bijaksana, tapi lebih banyak yang bertindak licik, dan hanya sebagian kecil yang bermurah hati.” (G35)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Rocky Gerung Seng Ada Lawan?

“Cara mereka menghina saja dungu, apalagi mikir. Segaris lurus dengan sang junjungan.” ~ Rocky Gerung PinterPolitik.com Tanggal 24 Maret 2019 lalu Rocky Gerung hadir di acara kampanye...

Amplop Luhut Hina Kiai?

“Itu istilahnya bisyaroh, atau hadiah buat kiai. Hal yang lumrah itu. Malah aneh, kalau mengundang atau sowan ke kiai gak ngasih bisyaroh.” ~ Dendy...

KPK Menoleh Ke Prabowo?

“Tetapi kenyataannya, APBN kita Rp 2.000 triliun sekian. Jadi hampir separuh lebih mungkin kalau tak ada kebocoran dan bisa dimaksimalkan maka pendapatan Rp 4.000...