<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Vaksin virus Corona &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/vaksin-virus-corona/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2020 02:30:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Vaksin virus Corona &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Vaksin Covid-19, “Jebakan Baru” Tiongkok?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/vaksin-covid-19-jebakan-baru-tiongkok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2020 13:52:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[debt trap]]></category>
		<category><![CDATA[jebakan utang]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin sinovac]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81577</guid>

					<description><![CDATA[Di tengah ketidakpastian masa depan akibat pandemi Covid-19, berita baik kemudian datang ketika vaksin Covid-19 dari Sinovac, Tiongkok datang ke Indonesia untuk dilakukan uji klinis Fase III dalam waktu dekat. Akan tetapi, mungkinkah vaksin tersebut adalah “jebakan baru” negeri Tirai Bambu? PinterPolitik.com Sedari awal virus Corona (Covid-19) menerjang dunia, berbagai pihak tidak luput membandingkan virus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Di tengah ketidakpastian masa depan akibat pandemi Covid-19, berita baik kemudian datang ketika vaksin Covid-19 dari Sinovac, Tiongkok datang ke Indonesia untuk dilakukan uji klinis Fase III dalam waktu dekat. Akan tetapi, mungkinkah vaksin tersebut adalah “jebakan baru” negeri Tirai Bambu?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>edari awal virus Corona (Covid-19) menerjang dunia, berbagai pihak tidak luput membandingkan virus ini dengan film produksi Hollywood yang berjudul <em>Contagion</em> yang dirilis pada 2011 lalu. Pasalnya, film ini disebut-sebut memiliki alur cerita yang begitu mirip dengan pandemi Covid-19.</p>
<p>Media asal Tiongkok, South China Morning Post (SCMP) juga turut mempublikasi artikel pada 14 Maret lalu, dengan menyebutkan bahwa film ini seolah <a href="https://www.scmp.com/lifestyle/entertainment/article/3075032/how-makers-2011-film-contagion-foresaw-covid-19-coronavirus"><strong>memprediksi</strong></a> pandemi Covid-19.</p>
<p>Sama halnya dengan <em>Contagion</em>, pengembangan vaksin yang cepat juga tengah diupayakan agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Akan tetapi, seperti yang dicatat oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS), pengembangan vaksin dalam film <em>Contagion</em> yang hanya berlangsung selama <a href="https://tirto.id/seakurat-apa-film-contagion-memprediksi-wabah-virus-corona-exjN"><strong>empat</strong><strong> bulan</strong></a> jelas tidak terjadi pada kasus Covid-19.</p>
<p>Kendati demikian, pengembangan vaksin Covid-19 sendiri tengah dikebut berbagai pihak saat ini. Perusahaan biotek asal Tiongkok, Sinovac bahkan akan menjalani <a href="https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/23/151633465/kenapa-vaksin-virus-corona-dari-china-diuji-di-indonesia-ini-penjelasan-bio?page=all"><strong>uji klinis</strong></a> fase III dalam waktu dekat di Indonesia.</p>
<p>Menariknya, berita tersebut justru jamak ditafsirkan bukan sebagai kabar gembira. Pasalnya, berbagai pihak mempertanyakan, mengapa Indonesia yang menjadi tempat pengujian vaksin Sinovac? Dugaan bahwa Indonesia dijadikan sebagai “kelinci percobaan” juga turut menyeruak di tengah publik.</p>
<p>Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay juga turut mempertanyakan hal ini. Bahkan tuturnya, mengapa uji coba vaksin <a href="https://www.medcom.id/nasional/politik/lKYxeZxk-indonesia-tak-boleh-jadi-kelinci-percobaan-vaksin"><strong>tidak dilakukan</strong></a> di Tiongkok?</p>
<p>Tentu pertanyaannya, benarkah Indonesia akan dijadikan kelinci percobaan vaksin Tiongkok?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kalau saat ini kalian ditawarkan untuk divaksin anti <a href="https://twitter.com/hashtag/COVID19?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#COVID19</a>, pada berani nggak? <a href="https://twitter.com/hashtag/politik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#politik</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/pinterpolitik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#pinterpolitik</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/infografis?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#infografis</a> <a href="https://t.co/q9hr8iN4Gj">https://t.co/q9hr8iN4Gj</a> <a href="https://t.co/VC0rP1J1RB">pic.twitter.com/VC0rP1J1RB</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1286656497884082177?ref_src=twsrc%5Etfw">July 24, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h4><strong>Menepis Sentimen</strong></h4>
<p>Sadar akan derasnya sentimen negatif perihal uji klinis vaksin Sinovac, Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma Bambang Heriyanto telah merespons hal ini dengan menyebutkan tidak terdapat masalah dengan uji klinis tersebut karena praktik semacam ini memang <a href="https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/23/151633465/kenapa-vaksin-virus-corona-dari-china-diuji-di-indonesia-ini-penjelasan-bio?page=all"><strong>lumrah</strong></a> dilakukan. Lanjut Bambang, Bio Farma sendiri juga pernah melakukan uji klinis suatu produk di negara lain, seperti di Swedia dan Afrika.</p>
<p>K Singh dan S Mehta dalam <a href="https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4944327/"><strong>tulisannya</strong></a> <em>The Clinical Development Process for a Novel Preventive Vaccine: An Overview</em> dapat membantu kita memahami pernyataan Bambang. Mengacu pada pedoman yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Badan Medis Eropa (EMA), serta Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (USFDA), setiap fase pengujian vaksin memang harus melalui studi populasi untuk mempelajari target populasi yang akan diberikan vaksin.</p>
<p>Untuk mengetahui tingkat keefektifan vaksin, maka vaksin harus diuji di daerah terkait, yang memiliki tingkat penularan yang tinggi. Dengan kata lain, untuk melihat apakah vaksin efektif untuk populasi Indonesia, tentunya uji klinis harus dilakukan di Indonesia.</p>
<p>Tidak hanya di Indonesia, vaksin Sinovac juga diuji di negara dengan tingkat penularan tinggi lainnya, seperti di <a href="https://www.bangkokpost.com/world/1955559/chinese-covid-19-vaccine-starts-final-tests-in-brazil"><strong>Bras</strong><strong>il</strong></a>. Sebagaimana diketahui, dengan kasus per 27 Juli <a href="https://www.worldometers.info/coronavirus/?utm_campaign=homeAdvegas1?"><strong>mencapai</strong></a> 2.419.901, negeri Samba telah menempatkan dirinya sebagai negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia setelah AS.</p>
<p>Tidak dilakukannya uji klinis fase III di Tiongkok diakibatkan karena tingkat penularan Covid-19 yang <a href="https://news.cgtn.com/news/2020-07-12/China-s-COVID-19-vaccine-maker-in-talks-with-Phase-III-trial-overseas-S3D8Zv6UHm/index.html"><strong>telah menurun</strong></a> drastis, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pengujian berskala besar.</p>
<p>Selain itu, seperti yang dikemukakan oleh Bambang, uji klinis fase III yang melihat khasiat vaksin memang jauh <a href="https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/23/151633465/kenapa-vaksin-virus-corona-dari-china-diuji-di-indonesia-ini-penjelasan-bio?page=all"><strong>lebih aman</strong></a> dari dua fase sebelumnya. Merujuk pada pedoman uji klinis vaksin yang dikeluarkan oleh <a href="https://www.who.int/biologicals/publications/trs/areas/vaccines/clinical_evaluation/035-101.pdf?ua=1"><strong>WHO</strong></a>, subjek uji dalam setiap fase akan semakin ditingkatkan. Artinya, bertambahnya subjek uji menunjukkan bahwa tingkat keamanan vaksin menjadi lebih baik. Ini kemudian menjawab mengapa vaksin harus melalui uji praklinis pada binatang agar vaksin yang belum aman tidak membahayakan manusia.</p>
<p>Pada titik ini, tentu kita dapat menyimpulkan bahwa tudingan bahwa Indonesia hanya menjadi kelinci percobaan vaksin Sinovac tidak benar adanya. Ini karena vaksin tidak hanya diuji di Indonesia, dan yang utama, Tiongkok memang tidak memenuhi syarat untuk melakukan uji klinis fase III.</p>
<p>Akan tetapi, kendati tudingan tersebut dapat ditepis, terdapat persoalan lain yang patut diwaspadai dari vaksin Tiongkok, yakni kemungkinan adanya jebakan ekonomi. Lantas, jebakan seperti apa yang dimaksud?</p>
<h4><strong>Jebakan Baru?</strong></h4>
<p>Kendati belum terlihat di Indonesia, indikasi vaksin menjadi jebakan ekonomi Tiongkok terlihat jelas dengan negeri Tirai Bambu yang menjanjikan <a href="https://www.kompas.com/global/read/2020/07/24/100823370/china-tawarkan-dana-pinjaman-1-miliar-dollar-as-untuk-akses-vaksin-covid?page=all"><strong>pinjaman</strong></a> sebesar US$ 1 miliar atau sebesar Rp 14,6 triliun kepada negara-negara Amerika Latin dan Karibia agar dapat mengakses vaksin Covid-19.  Pemerintah Meksiko bahkan telah memberikan sambutan hangat terhadap wacana bantuan tersebut.</p>
<p>Jamak dinilai bahwa Tiongkok telah lama melakukan diplomasi jebakan utang atau <em>debt-trap diplomacy</em>, yang bahkan disebut juga sebagai “kuda trojan”­.</p>
<p>Muhammed Tandogan dari Istanbul Medeniyet University menyebutkan, di satu sisi, pemerintah Tiongkok memberikan pinjaman dan utang untuk menjalankan Belt and Road Initiative (BRI) yang ambisius, yang mana ini akan membuka jalan bagi negeri Tirai Bambu untuk menjadi pemimpin dunia di masa depan. Namun, di sisi lain, pinjaman yang diberikan justru dijadikan alat untuk <a href="https://www.trtworld.com/africa/how-china-s-debt-trap-diplomacy-works-and-what-it-means-32133"><strong>merebut aset</strong></a> negara-negara yang tidak mampu untuk membayar utangnya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CDGkD9zh_qs/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CDGkD9zh_qs/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CDGkD9zh_qs/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Vaksin Covid-19 jadi ladang bisnis baru Tiongkok #vaksin #vaksincorona #vaksìncovid19 #tiongkok #corona #coronavirus #covid19 #jagajarak #cucitangan #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-07-26T10:50:13+00:00">Jul 26, 2020 at 3:50am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Pada Desember 2019, pemerintah Kenya bahkan telah mengemukakan kekhawatiran atas rencana Beijing untuk mengambil alih salah satu pelabuhan strategisnya karena tidak dapat membayar utangnya. Pasalnya, pada Desember 2017, Sri Lanka diketahui menyerahkan kendali atas pelabuhan Hambantota yang baru dibangun untuk membayar sebagian dari utangnya kepada negara yang dipimpin Xi Jinping tersebut.</p>
<p>Besarnya strategi utang yang dilakukan Tiongkok bahkan bukan main jumlahnya. Menurut laporan lembaga <em>think tank</em> asal Jerman, Kiel Institute for the World Economy, jumlah utang yang diberikan Tiongkok selama kurun waktu 2000-2017 bahkan telah melonjak sampai 10 kali lipat – mulai dari US$ 500 miliar (Rp 6.964 triliun) hingga lebih dari US$ 5 triliun (Rp 69.640 triliun). Ini kemudian membuat negeri Panda menjadi kreditor resmi <a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20190715112734-4-84944/tembus-rp-69640-triliun-banyak-negara-terjebak-utang-china"><strong>terbesar</strong></a> melampaui International Monetary Fund (IMF) atau Bank Dunia.</p>
<p>Kembali pada kasus vaksin Tiongkok, menimbang pada <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/makan-siang-gratis-jokowi-untuk-prabowo/">adagium </a></strong>“tidak ada makan siang gratis”, tentu menjadi keanehan tersendiri mengapa Tiongkok justru rela memberikan pinjaman kepada negara-negara Amerika Latin dan Karibia agar dapat mengakses vaksin Covid-19. Menariknya, faktor <a href="https://www.kompas.tv/article/95892/3-alasan-indonesia-pilih-vaksin-covid-19-buatan-china-dibanding-as-dan-inggris?page=3"><strong>kemudahan akses</strong></a> juga menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia lebih memilih vaksin Tiongkok daripada vaksin AS ataupun Inggris.</p>
<p>Jacob M Puliyel dan Ashutosh Shrivastava dalam <a href="https://www.researchgate.net/publication/5395521_Global_access_to_vaccines_-_Poor_nations_are_being_lured_into_a_debt_trap"><strong>tulisannya</strong></a> <em>Global Access to Vaccines – Poor Nations are Being Lured Into a Debt Trap</em>, menyebutkan bahwa banyak negara-negara miskin terperangkap utang vaksin karena negara-negara tersebut tertarik dengan iming-iming bantuan dana (hibah) dari produsen vaksin. Masalahnya, ketika hibah sudah tidak lagi diberikan, dan negara terkait yang sudah terlanjur menjadikan vaksin sebagai program nasional, mau tidak mau, mereka harus berutang untuk melanjutkan program vaksinasi.</p>
<p>Pada kasus Tiongkok, apa yang dijelaskan Puliyel dan Shrivastava dapat saja terjadi. Pasalnya, katakanlah Meksiko diberikan pinjaman US$ 1 miliar agar dapat mengakses vaksin. Dengan harga vaksin katakanlah sebesar US$ 20, maka pemerintah Meksiko akan memiliki 50 juta vaksin. Masalahnya, jumlah penduduk Meksiko mencapai 126,2 juta jiwa. Dengan kata lain, dana tambahan tentunya harus disiapkan agar jumlah kebutuhan vaksin terpenuhi.</p>
<p>Pada konteks Indonesia, tawaran pinjaman semacam itu memang belum terlihat. Akan tetapi, patut dicurigai, terdapat “tukar guling” tersendiri di balik mengapa Sinovac mau bekerja sama dengan Indonesia. Menimbang pada banyaknya proyek investasi Tiongkok di Indonesia, boleh jadi, kepentingan untuk memperkuat pengaruh politik menjadi bayaran atas kerja sama vaksin tersebut.</p>
<p>Di luar itu semua, tentunya kita tidak benar-benar mengetahui terdapat transaksi ekonomi atau politik apa di balik kerja sama vaksin ini. Harapan kita tentunya pandemi Covid-19 segera berakhir jika vaksin Sinovac berhasil diuji di Indonesia nantinya. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (R53)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="jvJDeVtC4xQ"><iframe title="Coca-Cola vs Pepsi: Soda Politics dan Kisah Cola Wars" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/jvJDeVtC4xQ?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/vaksin-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Strategi ‘Investasi Vaksin’ ala Luhut</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/strategi-investasi-vaksin-ala-luhut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2020 11:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[luhut]]></category>
		<category><![CDATA[luhut binsar]]></category>
		<category><![CDATA[Luhut Binsar Pandjaitan]]></category>
		<category><![CDATA[Luhut Binsar Panjaitan]]></category>
		<category><![CDATA[Luhut Pandjaitan]]></category>
		<category><![CDATA[luhut panjaitan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81386</guid>

					<description><![CDATA[“Investasi yang berhasil adalah mengantisipasi antisipasi orang lain” – John Meynard Keyness, ekonom asal Inggris PinterPolitik.com Ada yang sudah pernah menonton film Contagion? Bagi yang belum, kayaknya perlu deh menontonnya, sebab ada plot-plot yang menarik. Yang bikin penasarannya nih, oleh beberapa orang, film itu dipersamakan dengan apa yang sedang melanda dunia, pandemi Covid-19. Nah, mimin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Investasi yang berhasil adalah mengantisipasi antisipasi orang lain” – John Meynard Keyness, ekonom asal Inggris</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">A</span>da yang sudah pernah menonton film <em>Contagion</em>? Bagi yang belum, kayaknya perlu deh menontonnya, sebab ada plot-plot yang menarik. Yang bikin penasarannya <em>nih</em>, oleh beberapa orang, film itu dipersamakan dengan apa yang sedang melanda dunia, pandemi Covid-19.</p>
<p>Nah, <em>mimin</em> coba ambil satu kejadian yang agak sama dan kayaknya bakalan terjadi <em>deh</em>. Jadi, dalam film itu ada cerita tentang bagaimana akhirnya vaksin menjadi senjata pamungkas yang tidak bisa dielakkan untuk menangani keganasan virus yang dalam film itu disebut MEV-1.</p>
<p>Uji klinis vaksin ini sangat lama sekali tetapi, sebab pemerintah negara-negara di dunia sudah tidak sabar ingin segera hidup normal seperti semula, maka mereka siap menanti kelahiran vaksin ini.</p>
<p>Terlepas dari pembicaraan yang membandingkan film itu dengan pandemi sekarang, <em>mimin</em> mau memberi kabar baik, bahwa pemerintah Indonesia, setelah menunggu lama, berhasil mendaratkan vaksin yang diambil dari Tiongkok. Memang tidak bisa langsung pakai sih, <em>lha</em> wong sekarang saja masih diuji sama <strong><a href="https://nasional.kompas.com/read/2020/07/20/10150261/sudah-sampai-di-indonesia-vaksin-asal-china-diserahkan-ke-bio-farma/" rel="nofollow">Bio Farma</a></strong>.</p>
<p><em>Tapi</em>, minimal itu bisa menjawab ketidaktenangan kita tentang jurus apa yang hendak diambil pemerintah kan, <em>cuy</em>.</p>
<p>Meski begitu, <em>mimin</em> rasa-rasanya kok agak aneh <em>sih</em> dengan pengadaan vaksin ini. Selain tidak begitu mengemuka beritanya, juga kok yang banyak ngomong <strong><em><a href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5087653/luhut-sebut-arab-mau-garap-1-juta-vaksin-corona-bareng-ri/" rel="nofollow">progress vaksin RI</a></em></strong> ini justru Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman danInvestasi (Menko Marves) Luhut B. Panjaitan.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CClLNqFhrUe/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CClLNqFhrUe/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CClLNqFhrUe/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Kedekatan Prabowo dengan Jokowi akankah menggantikan kedekatan Jokowi dengan Luhut? #prabowosubianto #jokowidodo #luhutbinsarpandjaitan #corona #coronavirus #covid19 #jagajarak #cucitangan #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-07-13T11:38:08+00:00">Jul 13, 2020 at 4:38am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p><em>Mimin</em> <em>sih</em> berpikir kenapa <em>nggak</em> Menteri Kesehatan saja yang ber-<em>statement</em> ya? Lagian, meski Pak Luhut Menko, tapi kan doi <em>nggak</em> membawahi Menkes <em>gitu lho</em>.</p>
<p>Sebab Menko Marves hanya membawahi kementerian tertentu saja. Apa jangan-jangan alasan di balik Pak Luhut banyak bicara mengenai vaksin ini adalah sebab sebenarnya di balik program ini tersimpan strategi untuk menarik investor supaya mau segera beraktivitas lagi di Indonesia?</p>
<p>Atau, bisa saja diartikan bahwa menurut Pak Luhut vaksin merupakan bahan investasi yang bisa ditawarkan ke para investor yang mau menanam biaya di program vaksin ini <em>gitu lho</em>, <em>cuy</em>? Jadi, mirip-mirip peribahasa &#8220;sekali dayung, dua pulau terlampaui&#8221;. Sekali program, kesehatan dan ekonomi bisa terkendali.</p>
<p>Hmm, semua ini tentu belum bisa dipastikan kebenarannya. <em>Tapi</em>, kalau memang benar begitu keren banget <em>nih</em>, <em>cuy</em>, Pak Luhut.</p>
<p>Strategi ekonominya sistematis banget. <em>Mimin</em> jadi mengerti sekarang <em>deh</em> kenapa kok setiap kali Pak Luhut bicara tentang penanganan Covid-19 selalu dikaitkan dengan geliat ekonomi. “Saya kira Presiden sudah umumkan kemarin, kami sudah dipanggil, dilaporkan secra terpadu, penanganan Covid-19 dengan ekonomi itu akan berjalan seiring,&#8221; <a href="https://www.antaranews.com/berita/1623554/menko-luhut-penanganan-covid-19-berjalan-seiring-dengan-ekonomi/" rel="nofollow">ucapnya</a> saat acara di Cilacap.</p>
<p>Ya sudah, <em>mimin</em> sih bersyukur kalau memang agenda kesehatan dan ekonomi bisa berjalan seiring. Namun, yang perlu digarisbawahi <em>nih</em>, jangan sampai kita terbuai dengan harapan di luar konteks kesehatan.</p>
<p>Lagian, andai ternyata berdampak pada kebaikan ekonomi ya itu bonus, dan biarlah Pak Luhut yang mengurus. Secara <em>mimin</em> khawatir andai ini cuma <em>lip service </em>khas para politisi untuk mendamaikan bursa saham dan geliat investasi dalam negeri saja. Sementara, masih <em>mimin</em> pantau. <em>Hehehe</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="B2xO4XHAPR4"><iframe title="Sejarah Sutan Sjahrir: Bapak Bangsa Korban Kuasa Soekarno?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/B2xO4XHAPR4?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Luhut.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wow Produksi Vaksin Nih</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/wow-produksi-vaksin-nih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2020 06:28:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=81124</guid>

					<description><![CDATA[Pemerintah targetkan produksi vaksin tahun depan. Menjalin kerja sama dengan sejumlah negara. seperti Tiongkok dan Korsel. Lembaga Biomolekuler Eijkman, PT Bio Farma, dan PT Kalbe Farma terlibat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-81125" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Infografis-Wow-Produksi-Vaksin-Nih.jpg" alt="Wow Produksi Vaksin Nih" width="1080" height="1250" /></p>
<p>Pemerintah targetkan produksi vaksin tahun depan. Menjalin kerja sama dengan sejumlah negara. seperti Tiongkok dan Korsel. Lembaga Biomolekuler Eijkman, PT Bio Farma, dan PT Kalbe Farma terlibat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/Infografis-Wow-Produksi-Vaksin-Nih.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tanpa Vaksin, Corona Berakhir Alami?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/tanpa-vaksin-corona-berakhir-alami/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2020 12:19:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Flu Spanyol]]></category>
		<category><![CDATA[Gaia]]></category>
		<category><![CDATA[Herd Immunity]]></category>
		<category><![CDATA[population bottleneck]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi alam]]></category>
		<category><![CDATA[teori evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=80988</guid>

					<description><![CDATA[Baru-baru ini epidemiolog dari Universitas Oxford menyebutkan bahwa vaksin tidak harus menjadi syarat untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Lantas, mungkinkah berakhirnya pandemi Covid-19 sama dengan pandemi sebelumnya, seperti Flu Spanyol yang memang tidak menggunakan vaksin? PinterPolitik.com Dengan fakta bahwa vaksin paling cepat dapat diperoleh setelah 18 bulan, banyak pihak kemudian menatap cemas masa depan yang penuh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Baru-baru ini epidemiolog dari Universitas Oxford menyebutkan bahwa vaksin tidak harus menjadi syarat untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Lantas, mungkinkah berakhirnya pandemi Covid-19 sama dengan pandemi sebelumnya, seperti Flu Spanyol yang memang tidak menggunakan vaksin?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">D</span>engan fakta bahwa vaksin paling cepat dapat diperoleh setelah 18 bulan, banyak pihak kemudian menatap cemas masa depan yang penuh tidak pasti akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Bagaimana tidak, Covid-19 tidak hanya menjadi bencana kesehatan, melainkan juga menjadi bencana ekonomi yang mematikan berbagai sektor usaha.</p>
<p>Tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pandemi sendiri menunjukkan statistika yang mengkhawatirkan. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bahkan mencatat setidaknya telah <a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20200624074549-4-167543/ngeri-gelombang-phk-kedua-yang-masih-kerja-terancam-kena"><strong>terjadi</strong></a> sebanyak 6-7 juta PHK sampai saat ini.</p>
<p>Pada April lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mewanti-wanti bahwa penyebaran Covid-19 dapat dihentikan secara keseluruhan setelah vaksin <a href="https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4976434/who-sebut-butuh-vaksin-untuk-bisa-hentikan-penyebaran-corona-sepenuhnya"><strong>ditemukan</strong></a>. Atas hal tersebut, tidak heran kemudian berbagai pihak, bahkan negara berlomba-lomba untuk menjadi pemenang terkait siapa yang pertama kali menemukan vaksin Covid-19.</p>
<p>Akan tetapi, bagaimana apabila vaksin tidak benar-benar menjadi syarat mutlak untuk mengakhiri pandemi Covid-19?</p>
<p>Narasi semacam ini mungkin banyak kita dengar dari pegiat teori konspirasi Covid-19 yang menyebutkan virus ini tidak seberbahaya yang diberitakan. Sayangnya, pernyataan tersebut datang dari seorang ilmuwan yang tidak tanggung-tanggung kalibernya.</p>
<p>Adalah profesor sekaligus ahli epidemiologi dari Universitas Oxford, Sunetra Gupta yang menyebutkan bahwa vaksin <a href="https://www.sakaltimes.com/nation/covid-19-pandemic-likely-end-naturally-oxford-expert-52710"><strong>bukanlah</strong></a> syarat mutlak untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Gupta bahkan menyebutkan bahwa Covid-19 bukanlah entitas yang berbahaya bagi mereka yang sehat, serta tidak memiliki komorbiditas.</p>
<p>Di sini, Gupta juga seolah memberikan prediksi bahwa Covid-19 akan menjadi bagian dari kehidupan, seperti halnya flu ataupun influenza.</p>
<p>Lantas, apakah prediksi Gupta tersebut akan menjadi kenyataan?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Hmm, iya sih kalau dipikir-pikir. Tapi tetap aja kita harus waspada dan mematuhi protokol kesehatan demi melindungi orang-orang yang kita cintai yang masuk dalam kategori rentan terhadap virus ini. <a href="https://twitter.com/hashtag/politik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#politik</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/pinterpolitik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#pinterpolitik</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/COVID19?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#COVID19</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/infografis?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#infografis</a><a href="https://t.co/ZBB91hWI2N">https://t.co/ZBB91hWI2N</a> <a href="https://t.co/8UVlgy99q0">pic.twitter.com/8UVlgy99q0</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1282567807759089664?ref_src=twsrc%5Etfw">July 13, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h4><strong>Flu Spanyol vs Covid-19</strong></h4>
<p>Jika membahas perihal pandemi yang patut dijadikan pembelajaran, pandemi Flu Spanyol tentu saja akan menjadi referensi yang sulit untuk dihindari. Flu Spanyol, jelas termasuk ke dalam kelompok pandemi yang begitu mematikan.</p>
<p>Tidak tanggung-tanggung, korban jiwa yang diakibatkan olehnya <a href="https://www.history.com/topics/world-war-i/1918-flu-pandemic#section_13"><strong>mencapai</strong></a> 50 juta jiwa. Bahkan, terdapat sumber yang menyebut kemungkinan jumlahnya <a href="https://www.thoughtco.com/1918-spanish-flu-pandemic-1779224"><strong>menyentuh</strong></a> 100 juta jiwa.</p>
<p>Besarnya jumlah korban Flu Spanyol tidak hanya diakibatkan oleh ilmu kesehatan yang tidak semaju sekarang, melainkan juga karena pada saat itu tengah terjadi Perang Dunia I. Penyebaran prajurit secara besar-besaran untuk kebutuhan perang jelas telah mendorong percepatan penyebaran virus.</p>
<p>Selain kedua faktor tersebut, respon institusi kesehatan pada saat itu juga terbilang lambat. Getirnya, Flu Spanyol bahkan disebut sebagai flu biasa yang tidak mematikan. Ini misalnya terjadi di Philadelphia, Amerika Serikat (AS) pada 28 September 1918 ketika parade Liberty Loans justru digelar. Imbasnya, <a href="https://www.history.com/topics/world-war-i/1918-flu-pandemic#section_13"><strong>hanya</strong></a> dalam waktu 10 hari, 1.000 warga Philadelphia meregang nyawa, dan 200 ribu lainnya sakit.</p>
<p>Menariknya, dengan berbagai kekurangan yang ada, bahkan tidak terdapat tes dan vaksin, Flu Spanyol justru berakhir pada tahun 1920, atau setelah 2 tahun berselang. Berakhirnya pandemi ini sendiri sebenarnya masih menjadi perdebatan karena kurangnya informasi terkait penyebaran virus di berbagai negara.</p>
<p>Akan tetapi, para akademisi menemui kesepakatan untuk menyebutkan bahwa berakhirnya pandemi terjadi karena terbentuknya <a href="https://www.euronews.com/2020/06/03/how-did-the-spanish-flu-pandemic-end-and-what-lessons-can-we-learn-from-a-century-ago"><strong>kekebalan kolektif</strong></a> terhadap Flu Spanyol. Ini kemudian dikenal sebagai <em>herd immunity</em>.</p>
<p>Beda halnya dengan kasus Flu Spanyol yang dihadapi umat manusia di tengah keterbatasan, pandemi Covid-19 berada pada situasi yang jauh lebih baik. Hal ini dapat disimpulkan setidaknya dari empat alasan berikut.</p>
<p><em>Pertama</em>, saat ini tidak sedang terjadi Perang Dunia sehingga penyebaran prajurit, konflik hebat, serta keterbatasan informasi tidak terjadi.</p>
<p><em>Kedua</em>, ilmu kesehatan telah jauh berkembang. Hal ini yang juga disorot oleh penulis buku <em>Homo Sapiens</em> Yuval Noah Harari dalam tulisannya <em>The Biggest Danger is not the Virus Itself</em>, dengan menyebutkan saat ini umat manusia telah memiliki <a href="https://www.dw.com/en/virus-itself-is-not-the-biggest-danger-says-yuval-noah-harari/a-53195552"><strong>semua</strong></a> pengetahuan ilmiah dan alat teknologi untuk mengatasi virus.</p>
<p><em>Ketiga</em>, tidak seperti Flu Spanyol yang jamak direspon sebagai flu biasa, negara-negara di dunia telah menunjukkan respon yang begitu serius untuk menangani pandemi Covid-19.</p>
<p><em>Keempat</em>, belajar dari Flu Spanyol, pandemi Covid-19 telah memperlihatkan bagaimana masifnya tes, baik <em>rapid test</em> ataupun PCR dilakukan. Saat ini, berbagai pihak juga tengah berlomba untuk menemukan vaksin Covid-19.</p>
<p>Akan tetapi, memang harus diakui, terdapat perbedaan mendasar antara Flu Spanyol dengan Covid-19. Mark Terry dalam tulisannya <em>Compare: 1918 Spanish Influenza Pandemic Versus Covid-19</em> menyebutkan bahwa setidaknya terdapat dua <a href="https://www.biospace.com/article/compare-1918-spanish-influenza-pandemic-versus-covid-19/"><strong>perbedaan mendasar</strong></a>.</p>
<p><em>Pertama</em>, Covid-19 bukanlah influenza, melainkan lebih seperti <em>pneumonia</em> akut kronis.</p>
<p><em>Kedua</em>, Covid-19 tidak disebabkan oleh virus baru, melainkan oleh berbagai jenis virus dengan metode tindakan dan infeksi yang berbeda.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kalau cuma jadi ladang bisnis dan hasilnya nggak jelas akurasi testnya, mimin sih setuju. <a href="https://twitter.com/hashtag/politik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#politik</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/pinterpolitik?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#pinterpolitik</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/infografis?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#infografis</a><a href="https://t.co/ZBB91hWI2N">https://t.co/ZBB91hWI2N</a> <a href="https://t.co/bWmsjJSaUo">pic.twitter.com/bWmsjJSaUo</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1282645955326533641?ref_src=twsrc%5Etfw">July 13, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h4><strong><em>Population Bottleneck </em>dan <em>Gaia</em></strong></h4>
<p>Di luar perbedaan tersebut, tentu kita sepakat, bahwa dengan keterbatasan dan kondisi yang benar-benar tidak baik, nyatanya pandemi Flu Spanyol berakhir setelah 2 tahun tanpa adanya vaksin. Peristiwa tersebut sebenarnya dapat kita lihat dari salah satu teori evolusi yang disebut dengan <em>population bottleneck</em>.</p>
<p>Population bottleneck adalah peristiwa yang secara drastis mengurangi ukuran populasi. <em>Population bottleneck</em> dapat disebabkan oleh berbagai peristiwa, seperti bencana alam, perburuan spesies hingga titik kepunahan, perusakan habitat yang mengakibatkan kematian organisme, hingga wabah penyakit.</p>
<p>Setelah <em>population bottleneck </em>terjadi, populasi yang tersisa menghadapi tingkat penyimpangan genetik yang lebih tinggi sehingga menghilangkan variasi genetik. Karena hilangnya variasi genetik inilah, populasi baru dapat menjadi berbeda secara genetik dari populasi sebelumnya. Ini kemudian mengarah pada hipotesis bahwa <em>population bottleneck </em>dapat menyebabkan evolusi spesies baru.</p>
<p>John Hawks dan rekan-rekan penulisnya, dalam penelitian mereka yang berjudul <em>Population Bottlenecks and Pleistocene Human Evolution</em>, juga telah menemukan bukti bahwa <em>population bottleneck</em> telah berkonsekuensi pada <a href="https://academic.oup.com/mbe/article/17/1/2/975516"><strong>evolusi</strong></a> manusia.</p>
<p>Kasarnya, <em>population bottleneck </em>dapat disebut sebagai bagian dari seleksi alam dalam teori evolusi. Penjelasan <em>population bottleneck </em>ini<em>, </em>tampaknya dapat kita gunakan untuk menjelaskan mengapa <em>herd immunity</em> dapat mengakhiri pandemi Flu Spanyol. Ini karena populasi yang tersisa atau tepatnya tersaring dari virus, telah mengalami perubahan genetika yang membuatnya kebal terhadap Flu Spanyol.</p>
<p>Elinor K. Karlsson dan rekan-rekan penulisnya, dalam penelitian mereka yang berjudul <em>Natural Selection and Infectious Disease in Human Populations</em> juga memberikan kesimpulan yang senada. Menurut mereka, sejarah evolusi kuno adalah salah satu referensi yang paling kuat untuk memahami perkembangan biologis yang menunjukkan <a href="https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4912034/"><strong>peningkatan kesehatan</strong></a> manusia.</p>
<p>Kontrol populasi ini tidak hanya ditemukan dalam teori evolusi, melainkan juga ditemukan dalam hipotesis abstrak seperti dalam hipotesis <em>Gaia</em>. Hipotesis ini <a href="https://theconversation.com/gaia-theory-is-it-science-yet-4901"><strong>dipopulerkan</strong></a> oleh James Lovelock dalam bukunya <em>Gaia: A New Look at Life on Earth</em> (1979) dan <em>Revenge of Gaia</em> (2006).</p>
<p>Hipotesis <em>Gaia</em> menyebutkan bahwa bumi bertindak seperti halnya organisme hidup. <em>Gaia</em> sebagai kehidupan disebut dapat mengatur dirinya sendiri, memanipulasi lingkungan fisik dan kimia untuk mempertahankan bumi sebagai rumah yang cocok untuk kehidupan. Menurut Lovelock, ketika terjadi perubahan dalam sistem fisik bumi, sistem kehidupan <em>Gaia</em> merespons untuk memitigasi perubahan tersebut.</p>
<p>Dalam hipotesis ekstremnya, <em>Gaia</em> juga disebut dapat melakukan kontrol populasi. Katakanlah bumi tengah kelebihan populasi, ataupun manusia yang merupakan bagian dari bumi justru menjadi racun bagi kehidupan, maka <em>Gaia</em> akan berperan untuk mengembalikan titik keseimbangan. Itu misalnya dilakukan dengan membuat bencana alam ataupun wabah penyakit yang mengurangi populasi manusia.</p>
<p>Pada titik ini, kita mungkin dapat mencapai simpulan bahwa berakhirnya pandemi Covid-19 tanpa vaksin adalah hal yang mungkin terjadi seperti halnya dalam pernyataan Gupta. Sejarah telah menunjukkan, sehebat apapun suatu bencana yang mengancam keberlangsungan umat manusia, manusia selalu bertahan dan mempertahankan populasinya.</p>
<p>Singkatnya, kita mungkin dapat menyebutkan bahwa secara alamiah, pandemi ini dapat berakhir. Akan tetapi, dengan kemajuan ilmu pengetahuan seperti saat ini, kita tentu berupaya untuk mengurangi korban jiwa dalam pandemi Covid-19.</p>
<p>Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (R53)</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Attack on Titan: Politik di Balik Anime &amp; Manga" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/SiYP2o_pGRA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/07/terawan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Vaksin Corona “Dimanfaatkan”</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/ruang-publik/ketika-vaksin-corona-dimanfaatkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pinter Politik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2020 11:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Gates]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=77225</guid>

					<description><![CDATA[Saya bangun jam 6 di pagi ini untuk membaca banyak pesan. Salah satunya dari teman baik saya di Amerika Serikat (AS) yang merupakan seorang komentator politik terkemuka, Wayne Allyn Root. Dia mendapatkan tautan atas sebuah artikel surat kabar di Inggris dan komentarnya hanyalah satu kata, “Wow!” Artikel tersebut adalah artikel tentang pengurungan warga negara Inggris [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>aya bangun jam 6 di pagi ini untuk membaca banyak pesan. Salah satunya dari teman baik saya di Amerika Serikat (AS) yang merupakan seorang komentator politik terkemuka, Wayne Allyn Root. Dia mendapatkan tautan atas sebuah artikel surat kabar di Inggris dan komentarnya hanyalah satu kata, “<em>Wow</em>!”</p>
<p>Artikel tersebut adalah artikel tentang pengurungan warga negara Inggris yang sedang berlangsung saat ini yang mana pemerintah suka menyebutnya dengan istilah &#8220;<em>lockdown</em>&#8220;. Dalam artikel tersebut, dinyatakan bahwa – menurut tim Imperial College Covid-19 yang memberikan anjuran kepada Pemerintah Inggris – pembatasan selama 18 bulan dapat dilakukan hingga vaksin tersedia.</p>
<p>Profesor Neil Ferguson yang memimpin Departemen Epidemiologi Penyakit Menular di Imperial College berperan penting dalam menciptakan model yang menjadi informasi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan Pemerintah Inggris – meski informasi sebelumnya ternyata salah dan telah direvisi. Departemen yang sama ini didanai sepenuhnya oleh Bill dan Melinda Gates Foundation. &#8220;Mr. &amp; Mrs. Vaksin ” menengadahkan kepala mereka lagi.</p>
<p>Dan begitulah. Vaksin Covid-19 ada di depan dan di tengah kita dan kita semua yang bugar dan sehat harus menunggu vaksin sebelum kehidupan kembali normal. Kedengarannya masuk akal bagi sebagian orang sampai Anda mengetahui siapa yang mendorong untuk vaksin dan bagaimana penyerangan dari dalam itu &#8212; atau disebut sebagai kuda troya &#8212; dan seberapa biasa Covid-19 ini.</p>
<p>Sudah diakui bahwa lebih dari 90% orang-orang meninggal yang terkait dengan Covid-19 memiliki kondisi dengan penyakit lain sebelumnya. Ini adalah komorbiditas. Dengan kata lain, penyakit lain turut memengaruhi.</p>
<p>Dalam laporan Center for Disease Control and Prevention (CDC) AS baru-baru ini, 80% dari mereka yang meninggal akibat Covid-19 berusia 65 tahun dan hasil persentase tertinggi terparah adalah mereka yang berusia 85 tahun ke atas. Laporan lain dari CDC dan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 75-80% kasus hanya gejala ringan yang  sembuh dalam beberapa minggu. Namun, di luar itu semua, tidak tersedia angka untuk kasus tanpa gejala yang telah tertular virus dan mereka yang bahkan tidak menyadarinya.</p>
<p>Dari sini, setiap pemikiran logis akan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini :Mengapa orang sehat yang memiliki risiko kecil terkena dampak Covid-19  di-<em>lockdown</em>? Mengapa orang di seluruh dunia diberitahu bahwa mereka harus menunggu vaksin sebelum kehidupan kembali normal?</p>
<p>Mengapa ada saran yang bertentangan dari dokter yang dihormati dan ahli epidemiologi yang tidak bekerja untuk WHO tidak didengarkan atau dipertimbangkan? Apakah ini suatu kebetulan bahwa penyandang dana terbesar kedua WHO – setelah pemerintah Amerika Serikat – adalah miliarder  yang tidak lain (silakan tebak) “Mr. &amp; Mrs. Vasin” Bill dan Melinda Gates.</p>
<p>Bagaimana garis waktu virus Corona sebenarnya? Kapan dia datang di negara-negara lain di luar Tiongkok?</p>
<p>Mengapa negara-negara di seluruh dunia rela menghancurkan ekonomi mereka – menimbulkan anjloknya kemiskinan dan kesulitan, petugas kesehatan yang sengsara, serta kematian yang akan menyertai?</p>
<p>Mengingat jumlah perjalanan dari Tiongkok – termasuk Wuhan – selama bulan Desember dan Januari, sangat mungkin Covid-19 tiba lebih awal dari kasus yang telah dilaporkan di banyak negara dan sulit dibedakan dengan flu musiman.</p>
<p>Standar sikap pemerintah di seluruh dunia pun tampaknya adalah untuk menunggu vaksin. Apakah ini strategi yang tepat? Beberapa protokol dalam studi awal terbukti sangat efektif terhadap Covid-19. Dr Anthony Cardillo – spesialis kedokteran emergensi dan CEO di Mend Urgent Care – telah melihat hasil yang signifikan dari hidroksiklorokuin (atau klorokuin), obat yang sudah diuji yang awalnya dimaksudkan untuk Malaria. Obat yang dikombinasikan dengan seng (<em>zinc</em>) ini adalah sebuah protokol yang menjanjikan dengan data lebih lanjut dari Prancis yang mendukung hasil ini.</p>
<p>Contoh lain pada pendapat-pendapat yang berbeda dari media <em>mainstream</em> adalah ahli epidemiologi John Ionannidis – seorang direktur di Meta-Research Innovation Center di Stanford University (METRICS). Beliau berpendapat bahwa statistik yang tidak berarti diproyeksikan berdasarkan sampel yang tidak dapat diandalkan. Ionannidis percaya bahwa estimasi yang masuk akal untuk kematian populasi umum adalah antara 0,05 % pada tingkat rendah hingga angka yang diragukan, yakni 1% pada populasi dengan persentase lansia yang sangat tinggi. Figur ini diekstrapolasi dari Diamond Princess, sebuah kapal pesiar dengan sebagian besar penumpang tua yang memiliki wabah virus Cona. Pada 0,05 % atau bahkan dua kali lipat dari 0,1% ini merupakan angka flu musiman.</p>
<p>Untuk Indonesia, negara dengan populasi yang sangat muda, dan dengan mempertimbangkan data risiko yang berkaitan dengan usia, penyakit ini berarti dapat ditangani sebagai bentuk flu musiman yang parah jika protokol untuk melindungi mereka yang memiliki imun lemah dan yang lanjut usia diberlakukan.</p>
<p>Epidemiologi lain menunjukkan bahwa kekebalan kawanan (<em>herd immunity</em>) adalah cara terbaik untuk mengatasi masalah – sekali lagi – protokol untuk melindungi orang tua dan rentan. Victor Davis Hanson, seorang peneliti senior di Hoover Institution mengira kekebalan tubuh mungkin sudah ada di California, AS. Asumsi Hanson ini menjelaskan perbedaan besar dalam kematian antara California dan New York, AS – seperti yang dilaporkan oleh CNN yang menyoroti 32 kali lebih banyak kematian per 100.000 di New York daripada di California yang memiliki banyak pengunjung dari Tiongkok selama tahap awal virus Corona.</p>
<p>Ini membawa saya kembali berputar ke pasangan “Mr. &amp; Mrs. Vaksin” Bill dan Melinda Gates. Bill Gates tiba-tiba menjadi sangat vokal dalam hal Covid-19 seperti yang disaksikan oleh Reddit AMA-nya. Dia sepertinya berpikir seseorang telah memilihnya, serta merasa perlu mengurus apa yang seharusnya dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh pemerintah dan apakah orang-orang harus &#8220;diizinkan&#8221; untuk mengadakan pertemuan massal tanpa vaksinasi. Sepatah kata untuk orang bijak. Sebuah media yang menipu akan memberi tahu Anda banyak perusahaan sedang mengerjakan vaksin. Benar. Tapi apa pun vaksinnya, dan anda boleh yakin bahwa Gates adalah pelopornya, saya jamin Quantum Dot milik &#8220;Mr. &amp; Mrs. Vaksin” akan menjadi bagian dari formula vaksinna.</p>
<p>Jadi, apa Quantum Dot yang saya dengar Anda pertanyakan? BioHackinfo.com memberi tahu kita: “Tatto quantum-dot melibatkan penerapan jarum mikro berbasis gula yang dapat larut yang mengandung vaksin dan &#8216;Quantum Dot&#8217; berbasis tembaga yang tertanam di dalam kapsul biokompatibel berskala mikron. Setelah jarum mikro larut di bawah kulit, mereka meninggalkan titik-titik kuantum yang dienkapsulasi yang polanya dapat dibaca untuk mengidentifikasi vaksin yang diberikan.”</p>
<p>Intinya, titik-titik itu bertindak seperti <em>barcode</em> dan dapat dibaca untuk menyatakan apakah Anda telah divaksinasi atau tidak. Kedengarannya tidak berbahaya. Namun, bagaimana jika Anda tidak ingin atau membutuhkan vaksinasi dan tidak setuju dengan tato digital ini? Apakah Anda akan dicegah memasuki tempat-tempat tertentu atau bepergian? Apakah pemerintah hanya menggunakan kekuatan ini untuk kebaikan atau kontrol?</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-77027" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/1-2.jpg" alt="" width="1027" height="553" /></p>
<p>Lebih jauh lagi, Mr.Gates juga sedang mengerjakan <a href="https://id2020.org/"><strong>ID2020</strong></a> yang merupakan identifikasi digital yang ditanamkan di bawah kulit.</p>
<p>Mungkin juga, Anda mendapatkan identifikasi ini melalui vaksin yang sangat Anda butuhkan. Jangan percaya padaku. Periksa saja di situs web mereka. Ini adalah tanda identitas digital. Tambahkan juga pemahaman bahwa masyarakat tanpa tunai (<em>cashless society</em>) tengah dikembangkan oleh banyak orang dan, tiba-tiba, Anda akan menyadari bahwa tengah terdapat gagasan yang “buruk” di baliknya.</p>
<p>Anda harus mendapatkan vaksin agar &#8220;aman&#8221;. Dengan vaksin, anda akan mendapatkan ID digital. Bukti vaksinasi dan ID ini akan digunakan untuk mengontrol akses ke berbagai layanan dan kebebasan yang anda terima sekarang dan, akhirnya, dengan masyarakat tanpa tunai, kalian juga integrasikan kebutuhan tersebut ke ID Digital kalian. Dan begitulah akhir ceritanya. Orang yang berjumlah sedikit berakhir mengendalikan banyak orang lain. Kamu pun menjadi seorang “budak”.</p>
<p>Teori konspirasi.</p>
<p>Kematian global dari Covid-19, sebuah penyakit dengan komorbiditas tinggi, ini adalah 120.000 – seperti yang tertulis. Dunia sedang <em>lockdown</em> menunggu vaksin. Di sisi lain, flu musiman membunuh antara 290.000-600.000 secara global setiap tahunnya. Tidak ada <em>lockdown</em>. Kini, ekonomi malah sedang di ambang kehancuran dan jutaan orang harus jatuh ke dalam kemiskinan.</p>
<p>Secara pribadi, saya bukan penggemar media sosial. Saya tidak suka orang-orang yang mendirikan sebagian besar perusahaan-perusahan itu, tetapi hanya untuk subjek ini saya memulai membuka akun Twitter. Jika Anda setuju dengan saya atau curiga dengan apa yang sedang terjadi sekarang, silakan Follow saya di akun yang terdaftar dan share.</p>
<h6 style="text-align: center;">****</h6>
<h4><strong>WebMD mendefinisikan Herd Immunity.</strong></h4>
<p>Herd Immunity</p>
<p><em>Herd Immunity</em> atau imun (kekebalan) kelompok adalah ketika sebagian besar populasi suatu daerah kebal terhadap penyakit tertentu. Jika cukup banyak orang yang kebal terhadap penyebab suatu penyakit, <a href="https://www.webmd.com/a-to-z-guides/how-scientists-identify-virus"><strong>seperti virus</strong></a> atau bakteri, tidak akan ada tempat untuk datang ke dalam badan seseorang bagi bakteri atau virus tersebut.</p>
<p>Meskipun tidak setiap individu dapat kebal, secara keseluruhan kelompok atau komunitas memiliki perlindungan karena terdapat lebih sedikit orang yang berisiko tinggi secara keseluruhan. Tingkat infeksi menurun dan penyakit ini akan hilang.</p>
<p><em>Herd immunity</em> dapat melindungi populasi yang berisiko. Ini meliputi bayi dan mereka yang sistem kekebalannya lemah, serta mereka yang tidak bisa mendapatkan resistensi dengan sendirinya.</p>
<p>Bagaimana Anda Mendapatkan Herd Immunity?</p>
<p>Ada dua cara ini agar bisa terjadi:</p>
<p>Anda dapat mengembangkan resistensi secara alami. Ketika terkena virus atau bakteri, tubuh Anda akan membuat antibodi untuk melawan infeksi. Ketika Anda pulih, tubuh Anda menyimpan antibodi ini. Anda pada akhirnya akan bertahan melawan infeksi lain. Inilah yang menghentikan wabah <a href="https://www.webmd.com/a-to-z-guides/zika-virus-symptoms-prevention"><strong>virus Zika</strong></a> di Brazil. Pada dua tahun setelah <a href="https://www.webmd.com/cold-and-flu/what-are-epidemics-pandemics-outbreaks"><strong>wabah</strong></a> mulai menyebar, 63% dari populasi pernah terpapar virus ini. Para peneliti berpikir bahwa komunitas di Brazil mencapai tingkat yang tepat untuk mendapatkan kekebalan kawanan (<em>herd immunity</em>).</p>
<h5 style="text-align: right;"><strong>Tulisan milik </strong><strong>John Zachary</strong><strong>, Direktur Pelaksana Aura HVAC.</strong></h5>
<hr />
<p>Tulisan ini sebelumnya pernah dimuat di rubrik Foreign View, PinterPolitik.com, dengan judul <a href="https://www.pinterpolitik.com/no-digital-id/"><strong><em>No Digital ID</em></strong></a> pada 15 April 2020.</p>
<h6><strong><em>“Disclaimer: Opini adalah kiriman dari penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi PinterPolitik.com.”</em></strong></h6>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <a href="http://bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/bill-gates-1-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ada Bill Gates Di Balik Corona?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ada-bill-gates-di-balik-corona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2020 12:17:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Gates]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[QUANTUM-DOT TATTOOS]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=77130</guid>

					<description><![CDATA[Di tengah usaha yayasan Bill Gates dalam menemukan vaksin virus Corona (Covid-19), terdapat pihak yang menyebutkan bahwa vaksin tersebut berisi microchip untuk melacak orang. Lantas, mungkinkah pendiri Microsoft tersebut tengah mencoba untuk membangun bank data raksasa? PinterPolitik.com Banyak dari kita mungkin akrab dengan kartun The Simpsons yang disebut berbagai adegannya memberikan prediksi terkait masa depan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Di tengah usaha yayasan Bill Gates dalam menemukan vaksin virus Corona (Covid-19), terdapat pihak yang menyebutkan bahwa vaksin tersebut berisi <em>microchip</em></strong><strong> untuk melacak orang. Lantas, mungkinkah pendiri Microsoft tersebut tengah mencoba untuk membangun bank data raksasa?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">B</span>anyak dari kita mungkin akrab dengan kartun The Simpsons yang disebut berbagai adegannya memberikan prediksi terkait masa depan. Akan tetapi, bagaimana jika prediksi masa depan justru dikaitkan dengan salah satu orang paling kaya di dunia?</p>
<p>Adalah pendiri Microsoft Bill Gates, dalam acara TED Talk yang berjudul <em>The </em><em>N</em><em>ext O</em><em>utbreak? We’re N</em><em>ot R</em><em>eady</em> pada 2015 lalu, disebut-sebut telah memberikan <a href="https://www.latimes.com/entertainment-arts/story/2020-04-13/coronavirus-bill-gates-ellen-degeneres-ted-talk"><strong>prediksi</strong></a> terkait pandemi virus Corona (Covid-19) yang kini tengah merongrong dunia.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Gates mengatakan: &#8220;Jika ada yang membunuh lebih dari 10 juta orang dalam beberapa dekade ke depan, kemungkinan besar itu adalah virus yang sangat menular daripada perang.&#8221;</p>
<p>Lanjutnya, “kami telah menginvestasikan sejumlah besar dalam penangkal nuklir, tetapi kami sebenarnya berinvestasi sangat sedikit dalam sistem untuk menghentikan epidemi. Kami tidak siap untuk epidemi berikutnya. &#8221;</p>
<p>Kemudian, dalam keterangan terbaru, Gates juga menyebutkan bahwa ia dan istrinya dalam lima tahun terakhir ini telah menyiapkan upaya untuk melawan epidemi selanjutnya, serta telah mendonasikan US$ 100 juta (sekitar Rp 1,5 triliun) untuk menanggulangi pandemi Covid-19.</p>
<p>Atas hal tersebut, kemudian terdapat teori konspirasi yang menyebutkan bahwa Gates adalah sosok yang berada di belakang Covid-19. Namun, benarkah teori tersebut?</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-77088 aligncenter" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Siap-Siap-Bakal-Ada-Great-Lockdown1.jpg" alt="" width="768" height="768" /></p>
<h4><strong>Teori yang Terbantahkan?</strong></h4>
<p>Tidak hanya terkait pernyataannya pada 2015 lalu, terdapat berbagai variabel yang membuat teori konspirasi bahwa Gates adalah aktor intelektual Covid-19 menyeruak.</p>
<p>Salah satu faktor utama yang memicu teori tersebut adalah Bill &amp; Melinda Gates Foundation yang telah mendonasikan jutaan dolar AS untuk meneliti perawatan dan vaksin Covid-19. Pasalnya, usaha tersebut menciptakan teori konspirasi bahwa Gates memiliki rencana untuk menggunakan vaksin sebagai cara untuk &#8220;melacak orang”.</p>
<p>Teori tersebut mendapatkan perhatian luas publik setelah Koresponden Gedung Putih Emerald Robinson mem-<em>posting</em> <a href="https://twitter.com/EmeraldRobinson/status/1247225908429234176?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1247225908429234176&amp;ref_url=https%3A%2F%2Fwww.washingtonexaminer.com%2Fopinion%2Ffloating-conspiracy-theories-about-coronavirus-data-models-is-dangerous"><strong>tweet</strong></a> pada 6 April 2020 lalu yang memaparkan beberapa variabel mengapa Gates memiliki korelasi dengan virus yang sangat menular tersebut.</p>
<p>Beberapa fakta yang disebutkan Robinson misalnya terkait Gates yang merupakan penyandang dana terbesar ke-2 bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah membangun 7 laboratorium vaksin, serta adanya proyek ID2020 Microsoft yang akan menjadi Kartu Tanda Penduduk (KTP) global.</p>
<p>Atas berbagai fakta tersebut, Robinson menyimpulkan bahwa Gates pada dasarnya telah mengendalikan kebijakan kesehatan global, dan kemudian nantinya menggunakan vaksin untuk melacak orang.</p>
<p>Adanya klaim tersebut tampaknya berkembang setelah Gates berpartisipasi dalam forum Reddit pada 18 Maret 2020 lalu. Di sana, ia menuturkan bahwa mereka akan memiliki “<em>digital certificates</em>” untuk menunjukkan siapa yang telah pulih dari virus, dites, dan telah menerima vaksin ketika yayasan Gates telah membuatnya.</p>
<p>Sehari setelahnya sebuah situs web bernama Biohackinfo.com <a href="https://biohackinfo.com/news-bill-gates-id2020-vaccine-implant-covid-19-digital-certificates/?fbclid=IwAR28OKNVYJ1fEXnjHdCBwvEc5GqLuv3ocqLjX8MDHSp_n_oLy7OdgwiKE5U"><strong>mempublikasikan</strong></a> tulisan yang berjudul &#8220;<em>Bill Gates will use microchip implants to fight coronavirus</em>&#8220;. Di sana disebutkan bahwa <em>digital certificates </em>yang dimaksud Gates adalah QUANTUM-DOT TATTOOS.</p>
<p>Dengan merebaknya Covid-19 ke seluruh dunia, tentu itu memberikan kesempatan yang besar bagi Gates untuk mengimplan QUANTUM-DOT TATTOOS – semacam <em>microchip</em> – untuk melihat apakah orang tersebut telah dites, telah divaksin, dan telah pulih dari Covid-19.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-77095 aligncenter" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Konflik-Kepentingan-Di-Stafsus-Milenial-1.jpg" alt="" width="768" height="924" /></p>
<p>QUANTUM-DOT TATTOOS berbentuk seperti tato yang digunakan untuk mengatasi masalah penyimpanan catatan vaksinasi yang buruk. Tato tersebut menggunakan tinta kasat mata yang bisa bertahan hingga lima tahun dan nantinya dapat dibaca melalui <em>smartphone</em>.</p>
<p>Konteksnya menjadi menarik karena QUANTUM-DOT TATTOOS diklaim dapat melacak dan mengumpulkan data pengguna. Oleh sebab itu, tidak heran sebenarnya, dengan nantinya penduduk seluruh dunia akan diimplan demi kepentingan vaksinasi, lahirnya narasi yang menyebutkan bahwa pendiri Microsoft tersebut tengah berusaha untuk membangun bank data raksasa menjadi masuk akal.</p>
<p>Konteks tersebut semakin kuat dengan adanya fakta <a href="https://www.inews.id/finance/bisnis/singkirkan-amazon-microsoft-menang-tender-proyek-cloud-pentagon-rp140-triliun"><strong>keberhasilan</strong></a> Microsoft mengalahkan Amazon dalam tender proyek sistem penyimpanan data berbasis internet (<em>cloud</em>) di Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon pada Oktober tahun lalu.</p>
<p>Jika nantinya Gates benar-benar berhasil menciptakan bank data raksasa melalui QUANTUM-DOT TATTOOS, tentunya itu akan membuat Microsoft menjadi pusat data dunia. Dengan kata lain, itu menjadi ladang bisnis yang benar-benar menggiurkan.</p>
<p>Atas viralnya teori konspirasi tersebut, pada 14 April 2020, situs pemeriksa fakta <a href="https://www.factcheck.org/2020/04/conspiracy-theory-misinterprets-goals-of-gates-foundation/"><strong>FactCheck</strong></a> telah mempublikasikan hasil penelusuran yang menyimpulkan bahwa teori tersebut benar-benar salah.</p>
<p>Fakta telak yang membantah teori tersebut adalah keterangan dari Kevin McHugh, seorang profesor bioteknologi di Rice University yang bekerja dalam penelitian tersebut yang menyebutkan bahwa tinta yang digunakan dalam penelitian tersebut tidak dapat digunakan sebagai alat pelacak karena kemampuannya dalam menyimpan data sangat terbatas.</p>
<p>Pada titik ini tentu dapat disimpulkan bahwa teori konspirasi yang menyebutkan Covid-19 adalah upaya Gates untuk melacak orang menjadi gugur. Akan tetapi, meskipun teori tersebut gugur, nyatanya itu tidak menggugurkan teori dimungkinkannya bank data raksasa digunakan untuk mengontrol manusia seiring dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan atau <em>artificial intelligence</em> (AI).</p>
<h4><strong>Ancaman Kecerdasan Buatan</strong></h4>
<p>Jika terdapat pertanyaan mengenai apa yang membedakan manusia dengan AI atau robot, mungkin mudah untuk menjawab bahwa itu terletak pada kemampuan berpikirnya. Artinya, terdapat asumsi bahwa manusia memiliki kelebihan dalam hal menyimpan dan mengolah informasi.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-77071 aligncenter" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Poster-Blind-Runner1.jpg" alt="" width="1080" height="1300" /></p>
<p>Akan tetapi, asumsi tersebut kini telah mulai mendapatkan tantangan yang hebat. Pada 10 Februari 1996 lalu, AI bernama Deep Blue secara mengejutkan memenangkan pertandingan catur melawan juara dunia catur Garry Kasparov. Kemudian pada 2017 lalu, AI bernama Google’s AlphaGo juga telah mengalahkan Ke Jie, sang juara dunia Go.</p>
<p>Artinya, seiring dengan bertambahnya kapasitas penyimpanan informasi dan kemampuan pengolahan informasi, terdapat kemungkinan bahwa AI justru akan menggantikan tugas manusia sebagai pembuat keputusan ke depannya. Terlebih lagi, narasi tersebut semakin mengemuka seiring dengan temuan psikologi empiris terkait penalaran manusia yang penuh dengan bias kognitif.</p>
<p>Eric Colson <a href="https://hbr.org/2019/07/what-ai-driven-decision-making-looks-like"><strong>dalam</strong></a> tulisannya <em>What AI-Driven Decision Making Looks Like</em> menyebutkan dengan adanya bias kognitif tersebut, itu akan membawa manusia pada suatu evolusi alamiah di mana AI akan dijadikan sebagai jawaban atas kebutuhan akan keputusan yang lebih cepat dan tepat ke depannya.</p>
<p>Senada dengan Colson, penulis buku <em>Homo Deus</em> Yuval Noah Harari juga telah menyebutkan bahwa dengan <a href="https://www.nytimes.com/2017/02/15/books/review-homo-deus-yuval-noah-harari.html?mcubz=1"><strong>adanya</strong></a> Big Data dan algoritma – atau AI, itu akan membuat pengambilan keputusan yang dibuat oleh manusia menjadi usang.</p>
<p>Tanda yang disebut oleh Colson dan Harari sebenarnya sudah banyak terlihat. Dalam kehidupan sehari-hari kita kerap mengandalkan data dari analisa AI, seperti menggunakan komputer, <em>smartphone</em>, dan sebagainya.</p>
<p>Dengan kata lain, katakanlah di luar sana memang terdapat pihak tertentu yang berhasil membangun bank data raksasa, yang mana itu dapat terkonfigurasi menjadi super AI, bukankah nantinya pihak yang memilikinya dapat memiliki kontrol yang luar biasa atas sesuatu?</p>
<p>Di luar benar tidaknya teori konspirasi mengenai Gates tersebut, adanya potensi di mana AI dapat menjadi pelacak super sangat memungkinkan secara teoretis. Kendati dalam bantahannya Kevin McHugh menyebutkan bahwa QUANTUM-DOT TATTOOS belum dapat digunakan untuk melacak, tapi bagaimana dengan di masa depan? (R53)</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Salahkah Pemerintah Sembunyikan Informasi Corona?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/3BAcx0u2CsY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/gates.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Untung AS di Balik Vaksin Corona</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/untung-as-di-balik-vaksin-corona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2020 10:18:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=76369</guid>

					<description><![CDATA[Dengan terus bertambahnya jumlah pasien positif yang terjangkit oleh virus Corona (Covid-19) di seluruh dunia, desakan untuk menemukan vaksin semakin kencang menerpa. Beberapa negara – seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Jerman – berlomba-lomba mengembangkan vaksin tersebut. Siapakah pemenangnya? PinterPolitik.com “It&#8217;s a race to the bag, get the mills” – Offset, penyanyi rap asal Amerika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Dengan terus bertambahnya jumlah pasien positif yang terjangkit oleh virus Corona (Covid-19) di seluruh dunia, desakan untuk menemukan vaksin semakin kencang menerpa. Beberapa negara – seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Jerman – berlomba-lomba mengembangkan vaksin tersebut. Siapakah pemenangnya?</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“It&#8217;s a race to the bag, get the mills” – Offset, penyanyi rap asal Amerika Serikat</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>ituasi perkembangan penyebaran virus Corona (Covid-19) sepertinya belum menunjukkan adanya perlambatan laju. Total kini telah <a href="https://www.worldometers.info/coronavirus/" rel="nofollow"><strong>menembus</strong></a> angka 858.892 kasus positif di seluruh dunia – dengan kasus aktif yang terus meningkat mencapai 638.634 kasus.</p>
<p>Di Indonesia, laju penyebaran juga tampaknya jauh dari kata melambat. Berdasarkan <a href="https://nasional.kompas.com/read/2020/04/01/15472671/update-tambah-149-total-ada-1677-kasus-covid-19-di-indonesia/" rel="nofollow"><strong>konferensi pers</strong></a> resmi dari Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, jumlah kasus positif telah mencapai angka 1.677 – dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 157 jiwa.</p>
<p>Hampir seluruh provinsi di pulau Jawa – kecuali D.I. Yogyakarta – telah mendapatkan status merah dengan frekuensi kasus di atas 50 kasus. Provinsi-provinsi lain pun mulai melaporkan kasus positif dan korban meninggal satu per satu.</p>
<p>Bukan tidak mungkin semakin memburuknya situasi ini semakin memperlambat upaya pemulihan dunia dari Covid-19 – baik dalam bidang kesehatan maupun ekonomi. Tak hanya Indonesia, pertumbuhan ekonomi dunia juga akan terus menurun akibat pandemi Covid-19.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Dalam KTT ini, saya mengajak para pemimpin negara G20 untuk bersama-sama memenangkan dua “peperangan” yaitu melawan Covid-19 dan melawan pelemahan ekonomi dunia. </p>
<p>Untuk itu, G20 harus aktif memimpin upaya menemukan anti-virus dan obat Covid-19, tentunya bersama WHO.</p>
<p>&mdash; Joko Widodo (@jokowi) <a href="https://twitter.com/jokowi/status/1243186943921246208?ref_src=twsrc%5Etfw">March 26, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Bila benar begitu, kampanye dan kebijakan <em>stay at home</em> atau #dirumahaja bisa saja akan dipertahankan lebih lama guna tetap menjaga kurva pandemi tetap datar (<em>flattening the curve</em>). Di Indonesia sendiri, beberapa ahli matematika mencoba membuat beberapa model skenario yang memprediksi bahwa pandemi baru berakhir pada bulan Agustus-September – bila skenario terburuk berlaku.</p>
<p>Mungkin, akibat dampak-dampak buruk inilah, banyak negara akhirnya berusaha untuk menemukan vaksin untuk virus satu ini. Dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 virtual beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menekankan bahwa vaksin menjadi penting sebagai wadah kolaborasi internasional.</p>
<p>Berbagai negara besar – seperti Amerika Serikat (AS), Republik Rakyat Tiongkok, dan Jerman – menjadi pelopor dalam penelitian pengembangan vaksin. Negara-negara tersebut menggandeng perusahaan-perusahaan di industri farmasi.</p>
<p>Namun, terlepas dari adanya ancaman global, apa alasan negara-negara tersebut untuk terlibat dalam pengembangan vaksin? Apakah ada dinamika ekonomi dan politik di baliknya?</p>
<h4><strong>Persaingan Global</strong></h4>
<p>Di balik pengembangan vaksin virus Corona, dinamika politik bisa jadi turut bermain. Setiap negara dapat saja memiliki keinginan untuk mendapatkan keuntungan tersendiri.</p>
<p>Kemungkinan kompetisi antarnegara di balik pengembangan vaksin ini bisa jadi benar. Ini terlihat dari bagaimana Tiongkok merespons pengumuman AS soal pengembangan vaksin di negaranya.</p>
<p>Setelah AS mengumumkan untuk menguji vaksin milik perusahaan Moderna pada manusia, Tiongkok <a href="https://www.scmp.com/news/china/society/article/3075722/china-developing-9-potential-vaccines-global-race-coronavirus/" rel="nofollow"><strong>langsung merespons</strong></a> sehari setelahnya. Pemerintah negeri Tirai Bambu tersebut menyatakan bahwa CanSino – perusahan produsen vaksin asal Tiongkok – akan segera memulai uji coba fase pertama.</p>
<p>Selain itu, upaya kompetitif juga ditunjukkan oleh AS dengan adanya upaya Presiden AS Donald Trump untuk menegosiasi perusahaan pengembang vaksin asal Jerman – CuraVec – agar mengembangkan vaksin tersebut di negara Paman Sam. Upaya ini dinilai bertujuan agar produksi lebih lanjut dapat dilakukan di AS.</p>
<p>Tentunya, persaingan seperti ini membuat publik semakin bertanya-tanya. Di tengah-tengah pandemi yang semakin parah, mengapa negara-negara besar ini malah saling bersaing untuk memproduksi vaksin?</p>
<p>Dalam studi Hubungan Internasional, sudah menjadi hal yang wajar apabila negara-negara saling bersaing. Perspektif neorealis misalnya, menilai bahwa negara akan saling mencari keuntungan untuk dirinya sendiri (<em>relative gains</em>).</p>
<p>Dalam perspektif ini, suatu negara dinilai akan cenderung merasa rugi apabila negara lain mendapatkan keuntungan yang diinginkannya. Oleh sebab itu, negara akan berkompetisi satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan tersebut.</p>
<hr /><p><em>Negara akan saling mencari keuntungan untuk dirinya sendiri (relative gains).</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Funtung-as-di-balik-vaksin-corona%2F&#038;text=Negara%20akan%20saling%20mencari%20keuntungan%20untuk%20dirinya%20sendiri%20%28relative%20gains%29.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Dalam Perang Dingin pada abad ke-20 misalnya, AS dan Uni Soviet memiliki kecenderungan untuk saling bersaing. Setidaknya, persaingan kedua negara digdaya itu berlangsung dalam dua bidang, yakni militer (seperti persenjataan nuklir) dan teknologi (seperti penjelajahan luar angkasa).</p>
<p>Tidak hanya dua bidang itu, kompetisi antarnegara sebenarnya terjadi melalui banyak hal. Michael J. Mazarr dan rekan-rekan penulisnya dalam <a href="https://www.rand.org/pubs/research_reports/RR2726.html"><strong>tulisan</strong></a> mereka yang berjudul <em>Understanding the Emerging Era of International Competition</em> setidaknya menyebutkan bahwa terdapat beberapa hal yang kerap diperebutkan dalam kompetisi antarnegara, yakni kekuatan (<em>power</em>), keamanan (<em>security</em>), kekayaan (<em>wealth</em>), pengaruh (<em>influence</em>), dan status.</p>
<p>Bukan tidak mungkin negara-negara seperti Tiongkok dan AS tengah memperebutkan hal-hal tersebut dalam persaingan yang dilakukan terkait vaksin Corona. Bisa jadi, persaingan ini berhubungan dengan perebutan pengaruh negara yang tengah dilakukan Tiongkok melalui diplomasi maskernya.</p>
<p>Negara yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping tersebut disebut-sebut tengah berusaha melebarkan sayap pengaruhnya ke berbagai negara dengan tampil sebagai negara pemimpin dalam penanganan pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan dengan mengirimkan ahli kesehatan, alat kesehatan, dan alat pelindung diri (APD) ke berbagai negara – khususnya kawasan Eropa.</p>
<p>Bisa jadi, negara yang memenangkan persaingan pengaruh ini dapat memiliki status dan citra yang lebih di panggung internasional – memunculkan <em>soft power</em> bagi negara tersebut. Akibatnya, negara tersebut bisa saja memiliki pengaruh terhadap negara lain dalam tata tindaknya.</p>
<p>Namun, apakah benar kompetisi vaksin ini hanya berada pada dimensi pengaruh politik? Bagaimana kah dengan dimensi ekonomi? Adakah kepentingan tersebut?</p>
<h4><strong>Ekonomi Politik Vaksin</strong></h4>
<p>Persaingan yang terjadi antara Tiongkok dan AS dalam pengembangan vaksin ini bisa jadi merupakan bagian dari persaingan ekonomi. Pasalnya, setiap negara dinilai ingin mendapatkan keuntungan ekonomi di balik kompetisi ini.</p>
<p>Hal ini dapat dijelaskan melalui studi Ekonomi Politik Internasional – khususnya melalui pendekatan <a href="http://www.people.vcu.edu/~wnewmann/IPETheory.365.htm"><strong>nasionalisme ekonomi</strong></a>. Dalam pendekatan tersebut, dijelaskan bahwa negara saling berkompetisi dalam perdagangan.</p>
<p>Selain itu, pendekatan nasionalis ini juga berasumsi bahwa perusahaan merupakan bagian dari kekuatan (<em>power</em>) negara. Perusahaan-perusahaan swasta seperti McDonalds dan Starbucks bukan tidak mungkin turut berkontribusi dalam kekuatan AS dalam perdagangan dunia.</p>
<p>Mungkin, inilah sebabnya AS dan Tiongkok menggandeng perusahaan produksi vaksin masing-masing – seperti Moderna dan Johnson &amp; Johnson di AS serta CanSino di Tiongkok. Melalui perusahaan-perusahaan ini, kedua negara berupaya mendapatkan keuntungan dalam perlombaan vaksin ini.</p>
<p>Kepentingan ekonomi ini semakin mungkin benar adanya dengan potensi profit yang dilahirkan oleh pandemi ini. Pasalnya, hampir setiap negara kini harus berhadapan dengan Covid-19.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B-bdBLGlfxZ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-bdBLGlfxZ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-bdBLGlfxZ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Apakah vaksin corona sudah ditemukan? &#8211; #waspadacorona  #covid19indonesia #infocorona #janganpanik #lawancorona #dampakcorona #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-04-01T06:55:44+00:00">Mar 31, 2020 at 11:55pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Dengan kampanye dan kebijakan #dirumahaja yang digalakkan di banyak negara, risiko kematian akibat Covid-19 diharapkan dapat ditekan – membuat kurva skenario pandemi semakin datar. Akibatnya, jumlah populasi dapat tetap terjaga sehingga <em>demand</em> (permintaan) terhadap vaksin tetap tinggi.</p>
<p>Potensi pasar yang besar inilah yang mungkin tengah dicari oleh AS dan Tiongkok. Bukan tidak mungkin kedua negara merasa persaingan ini semakin penting dengan adanya gesekan di antara keduanya, yakni persoalan pengaruh dan status di panggung internasional.</p>
<p>Lantas, negara mana yang dapat “menang” dalam persaingan vaksin ini? Siapakah yang akan dirugikan?</p>
<p>Bisa jadi, di tengah upaya global dalam mencari vaksin ini, AS mendapatkan poin lebih untuk saat ini. Pasalnya, dibandingkan dengan Tiongkok dan Jerman yang masih mempersiapkan uji coba fase pertama, negara Paman Sam tersebut telah melakukan uji coba terhadap pasien-pasien Covid-19.</p>
<p>Poin lebih yang dimiliki AS sekarang ini dapat saja turut merefleksikan salah satu asumsi pendekatan nasionalisme ekonomi yang menyebutkan bahwa negara yang memiliki teknologi yang lebih canggih memiliki kecenderungan untuk memenangkan kompetisi.</p>
<p>Namun, bila AS benar akan memenangi kompetisi vaksin ini, bukan tidak mungkin negara-negara lain akan merasakan dampaknya. Pasalnya, industri farmasi di negeri Paman Sam kerap dinilai memiliki sistem dan kecenderungan untuk memaksimalkan profit – membuat <a href="https://www.bloomberg.com/quicktake/drug-prices/" rel="nofollow"><strong>harga obat</strong></a> lebih mahal.</p>
<p>Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia dapat dirugikan dengan persaingan global yang bisa saja “dimenangkan” oleh AS?</p>
<p>Tentu, persaingan global ini dapat membawa dampak lain bagi Indonesia. AS sebagai “pemenang” bukan tidak mungkin akan mementingkan negaranya terlebih dahulu – apalagi di bawah pemerintahan Trump.</p>
<p>Hal seperti ini pernah terjadi kala wabah Flu Babi merebak di banyak negara. Kala itu, Australia yang berhasil menemukan vaksin flu itu membuat <a href="https://www.nytimes.com/2020/03/19/us/politics/coronavirus-vaccine-competition.html"><strong>keputusan</strong></a> agar permintaan di negeri Kanguru tersebut dapat dipenuhi terlebih dahulu sebelum diekspor ke banyak negara.</p>
<p>Dengan keputusan semacam itu, stok vaksin yang ada di pasar pasti akan menjadi terbatas. Inilah mengapa Indonesia akhirnya <a href="https://www.suara.com/health/2020/03/26/125719/indonesia-siap-kembangkan-vaksin-corona-covid-19-kapan-rampung/" rel="nofollow"><strong>merasa perlu</strong></a> untuk mengembangkan vaksinnya sendiri – melalui konsorsium Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di bawah Kementerian Riset dan Teknologi.</p>
<p>Namun, persaingan global dalam riset vaksin Corona ini belum selesai. Lagi pula, siapa pun “pemenangnya,” bukan tidak mungkin kepentingan ekonomi politik turut terlibat. Mari kita tunggu saja kelanjutannya. (A43)</p>
<p>https://www.youtube.com/watch?v=IX678zypXcQ</p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/trump_nih-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Berlomba Bikin Vaksin Corona</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/berlomba-bikin-vaksin-corona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2020 06:45:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=76349</guid>

					<description><![CDATA[Setiap negara berlomba untuk menemukan vaksin corona. Amerika dengan perusahaanya Moderna, J &#38; Jm, Abbott dianggap terdepan dalam riset Vaksin, kini vaksin corona tersebut telah dilakukan uji coba ke pasien. Sedangkan Tiongkok, awal mula pusat pandemic corona dengan perusahaanya CanSino, Fosun Pharma dan institusi-Institusi negara bersiap uji cobakan ke manusia]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Berlomba-Bikin-Vaksin-Corona-1-01.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-76350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Berlomba-Bikin-Vaksin-Corona-1-01.jpg" alt="" width="768" height="768" /></a><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Berlomba-Bikin-Vaksin-Corona-2-01.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-76351" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Berlomba-Bikin-Vaksin-Corona-2-01.jpg" alt="" width="768" height="768" /></a><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Berlomba-Bikin-Vaksin-Corona-3-01.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-76352" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Berlomba-Bikin-Vaksin-Corona-3-01.jpg" alt="" width="768" height="768" /></a></p>
<p>Setiap negara berlomba untuk menemukan vaksin corona. Amerika dengan perusahaanya Moderna, J &amp; Jm, Abbott dianggap terdepan dalam riset Vaksin, kini vaksin corona tersebut telah dilakukan uji coba ke pasien.</p>
<p>Sedangkan Tiongkok, awal mula pusat pandemic corona dengan perusahaanya CanSino, Fosun Pharma dan institusi-Institusi negara bersiap uji cobakan ke manusia</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Berlomba-Bikin-Vaksin-Corona-1-01.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Corona &#8220;The Panic Game&#8221; Indonesia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/corona-the-panic-game-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2020 05:30:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=75010</guid>

					<description><![CDATA[Virus Corona membuat masyarakat Indonesia panik dan memborong sembako. Akibatnya stok masker langka dan harganya meroket.Sosialiasi pemerintah dinilai tidak terkoordinir]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/Infografis-Corona-The-Panic-Game-01.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image alignnone wp-image-75012 size-full" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/Infografis-Corona-The-Panic-Game-01.jpg" alt="Virus Corona membuat Indonesia panik" width="768" height="925" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/Infografis-Corona-The-Panic-Game-01.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/Infografis-Corona-The-Panic-Game-01-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/Infografis-Corona-The-Panic-Game-01-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/Infografis-Corona-The-Panic-Game-01-349x420.jpg 349w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a></p>

<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/virus-corona/">Virus Corona</a> membuat masyarakat Indonesia panik dan memborong sembako. Akibatnya stok masker langka dan harganya meroket.<br />Sosialiasi pemerintah dinilai tidak terkoordinir</p>


<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/Infografis-Corona-The-Panic-Game-01.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bio Farma Segera Teliti Sampel Corona untuk Buat Vaksin</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/fokus-bumn/bio-farma-segera-teliti-sampel-corona-untuk-buat-vaksin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R58]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2020 11:56:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fokus BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[PT Bio Farma]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=74985</guid>

					<description><![CDATA[PT Bio Farma (Persero) terus menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga penelitian seperti Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) untuk membuat vaksin Corona. PinterPolitik.com Perusahaan pelat merah bidang industri farmasi tersebut berencana untuk meneliti sampel Corona, menyusul adanya warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus tersebut. “Belum ada vaksinnya, semua masih dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>PT Bio Farma (Persero) terus menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga penelitian seperti Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) untuk membuat vaksin Corona.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>erusahaan pelat merah bidang industri farmasi tersebut berencana untuk meneliti sampel Corona, menyusul adanya warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit virus tersebut.</p>
<p>“Belum ada vaksinnya, semua masih dalam tahapan. Indonesia kan sudah ada yang positif, artinya kita sudah punya sampel virusnya. Makanya nanti kita sama Balitbangkes Kemenkes akan meneliti, semoga kita bisa bikin vaksin ke depan,&#8221; ujar Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir saat mendampingi kunjungan Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) Erick Thohir ke Apotek Kimia Farma di Menteng, Jakarta, Rabu (4/3).</p>
<p>Menurut Honesti, sejauh ini belum ada satu negara pun di dunia yang menemukan vaksin virus Corona. Begitu pun Tiongkok yang baru sebatas menemukan obat, bukan vaksin.</p>
<p>Obat yang dibuat Tiongkok memiliki unsur kina dan antiviral seperti obat yang digunakan untuk HIV. Honesti menilai apabila sudah berstatus pandemik, seluruh lembaga penelitian dunia akan melakukan koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam mencari vaksin Corona.</p>
<p>&#8220;Ini kan sudah isu global, artinya WHO akan turun tangan sehingga nantinya proses yang ada di masing-masing negara yang ada kasus, kita segera komunikasi,&#8221; ungkap Honesti.</p>
<p>Bio Farma, kata Honesti, belum dapat melakukan penelitian untuk membuat vaksin lantaran sebelumnya belum ada kasus positif virus Corona di Indonesia. Kini dengan adanya kepastian dari pemerintah mengenai dua WNI yang positif, Bio Farma ingin meneliti sampel virus tersebut.</p>
<p>&#8220;Selama ini belum ada kasus di Indonesia, jadi kita tidak bisa dapat sampelnya. Sekarang sudah ada, saya lagi koordinasi dengan Pak Menteri, kita mungkin akan diberi kesempatan untuk meneliti itu untuk kemungkinan nanti bisa dicarikan vaksinnya,&#8221; tambah Honesti.</p>
<p>Honesti menyebut penelitian mencari vaksin virus Corona memerlukan waktu sekitar 10 hingga 15 tahun apabila benar-benar mulai dari awal. Bio Farma, kata Honesti, mencoba bekerja sama dengan lembaga penelitian yang sudah memulai lebih dahulu dalam mencari vaksin Corona agar penemuan vaksin diharapkan bisa lebih cepat.</p>
<p>&#8220;Misal ada lembaga riset yang sudah tahap satu, tapi mungkin mereka tak punya kapasitas melanjutkan. Jadi memang harus ada koordinasi. Kalau seandainya sudah ada (lembaga penelitian) yang ke tahap dua, (penemuan vaksin) bisa dua sampai tiga tahun lebih cepat,&#8221; tandas Honesti. (R58)</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B9OYA04nTye/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B9OYA04nTye/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B9OYA04nTye/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Angka kekerasan terhadap perempuan terus meningkat setiap tahun, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Saat ini Indonesia bahkan telah ada dalam kondisi darurat kekerasan seksual menurut laporan dari Komnas Perempuan. Nyatanya, ada persoalan ketidakseimbangan relasi kuasa antara prempuan dan laki-laki di Indonesia yang menjadi salah satu akar persoalan ini. Ini juga terjadi akibat budaya dominasi laki-laki yang sangat kuat. ⠀ ⠀ Temukan selengkapnya di Talk Show: “Dominasi dan Legacy Male Power terhadap Wanita Indonesia, Kenapa? Dari Mana? Masih Perlu?”⠀ ⠀ Tiket dapat dibeli di: https://www.loket.com/event/dialectic_xFg⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik #event #talkshow</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-03-02T08:30:32+00:00">Mar 2, 2020 at 12:30am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<div id="tptn_counter_74920" class="tptn_counter"></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/virus-korona-masuk-indonesia-akankah-bio-farma-segera-membuat-vaksin-korona.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
