<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ulat sagu &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ulat-sagu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Aug 2023 09:35:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ulat sagu &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yuk Ici-icip Makanan Khas Papua!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/yuk-ici-icip-makanan-khas-papua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[ayam isi kuning]]></category>
		<category><![CDATA[ikan bakar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[papeda]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[pinterekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Ulat sagu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=135416</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Ketika membahas kekayaan budaya Indonesia, tak lengkap rasanya jika tidak menyentuh kuliner khas dari Papua. Wilayah paling timur ini menyimpan aneka ragam kuliner yang mengekspresikan keunikan tradisi dan kebudayaan setempat. Dari bahan-bahannya hingga cara memasaknya, kuliner Papua menjadi sebuah manifestasi dari keberagaman dan keaslian budaya Papua itu sendiri. Papeda Salah satu makanan yang paling [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://www.pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Ketika membahas kekayaan budaya Indonesia, tak lengkap rasanya jika tidak menyentuh kuliner khas dari Papua. Wilayah paling timur ini menyimpan aneka ragam kuliner yang mengekspresikan keunikan tradisi dan kebudayaan setempat. Dari bahan-bahannya hingga cara memasaknya, kuliner Papua menjadi sebuah manifestasi dari keberagaman dan keaslian budaya Papua itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Papeda</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu makanan yang paling terkenal dari Papua adalah papeda. Makanan ini terbuat dari sagu yang dimasak hingga berbentuk seperti lem. Teksturnya yang kenyal biasanya disantap bersama ikan tongkol atau ikan bubara yang dimasak dengan kunyit dan kelapa. Pengalaman makan Papeda adalah sesuatu yang unik dan menjadi simbol kebersamaan dalam budaya Papua.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ikan bakar</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Manokwari sebagai ibu kota Papua Barat terkenal dengan ikan bakarnya. Berbeda dari ikan bakar pada umumnya, ikan bakar Manokwari biasanya menggunakan bumbu khas seperti daun kemangi, kenari, dan rempah-rempah lainnya yang membuat rasanya begitu khas dan menggugah selera.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ayam isi kuning</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ayam Isi Kuning adalah salah satu hidangan yang banyak ditemukan dalam acara-acara adat di Papua. Ayam ini diisi dengan bumbu-bumbu khas Papua seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, dan kelapa parut, kemudian dibumbui dengan kunyit sehingga berwarna kuning dan dikukus hingga matang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ulat sagu</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi sebagian orang, ulat sagu mungkin terdengar mengejutkan sebagai makanan. Namun, di Papua, ulat sagu dianggap sebagai makanan yang lezat. Ulat ini biasanya digoreng atau dibakar dan memiliki rasa yang khas. Meski tidak untuk semua orang, ulat sagu tetap menjadi bagian dari identitas budaya kuliner Papua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski kaya tradisi, kuliner Papua juga mengalami adaptasi dan modernisasi. Beberapa <em>chef</em> dan restoran telah mulai memadukan bahan dan resep tradisional Papua dengan teknik memasak modern untuk menciptakan variasi yang lebih beragam dan menarik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai kesimpulannya, kuliner Papua adalah sebuah perjalanan rasa yang begitu kaya dan penuh cerita. Setiap hidangan membawa filosofi dan tradisi yang mendalam, mencerminkan keberagaman alam dan budaya di tanah Papua. Melalui makanan, kita bisa memahami bahwa Papua menyimpan keunikan yang patut untuk dihargai dan dirayakan oleh semua orang. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/ulat-sagu-foto-digstraksicom.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ridwan Kamil ‘Suka’ Makan Ulat?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ridwan-kamil-suka-makan-ulat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Oct 2021 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Ulat sagu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=96084</guid>

					<description><![CDATA[Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil tantang Bima Arya dan Hengky Kurniawan makan ulat sagu khas Papua. Apa RK 'suka' makan ulat?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil menantang Wali Kota Bogor Bima Arya dan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan untuk mencoba memakan ulat sagu yang menjadi hidangan khas Papua. Apa&nbsp;<em>challenge&nbsp;</em>ini semacam&nbsp;<em>Fear Factor</em>&nbsp;ala RK?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Papua merupakan tanah indah yang terletak di ujung timur Indonesia. Dengan kekayaan alamnya, kekayaan budaya – termasuk kuliner – turut terbentuk di&nbsp;<em>alternate universe</em>&nbsp;Bumi-45.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, hal inilah yang terbesit di pikiran Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil ketika mengunjungi sebuah rumah makan di Papua bersama Wali Kota Bogor Bima Arya dan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. Kala itu, RK dan para pejabat daerah lainnya mencoba sebuah hidangan unik asal Papua, yakni ulat sagu.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Emil</strong>: Saya selaku Gubernur Jawa Barat menginstruksikan Wali Kota Bogor Bima Arya untuk mencoba mencicipi ulat sagu ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bima</strong>: Selaku pemimpin, harusnya perlu memberi contoh terlebih dahulu kepada bawahannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Emil</strong>: Ya, nggak bisa dong. Apapun instruksinya, bawahan harus melaksanakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<em>Emil, Bima, dan Hengky akhirnya memberanikan diri untuk memakan hidangan ulat sagu di piring tersebut</em>)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bima</strong>: Hmm, rasanya kayak ulat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Emil</strong>: Iya. Rasanya seperti ulat.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">Sungguh sebuah contoh keberanian yang luar biasa untuk memakan hidangan ulat sagu yang mungkin bagi banyak orang tidaklah untuk dikonsumsi. Maka dari itu, sebuah perusahaan televisi pun memiliki ide ketika melihat keberanian RK dan kawan-kawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), saluran televisi ini menghidupkan kembali sebuah acara popular, yakni&nbsp;<em>Fear Factor</em>. Namun, kali ini,&nbsp;<em>Fear Factor&nbsp;</em>dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi&nbsp;<em>Fear Factor: Presidential Edition</em>&nbsp;sebagai salah satu cara bagi masyarakat untuk menguji “keberanian” para calon pemimpin Indonesia.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Host</strong>: Selamat datang di&nbsp;<em>Fear Factor: Presidential Edition</em>. Kali ini, para calon presiden akan melalui berbagai percobaan yang akan menguji&nbsp;<em>fear</em>&nbsp;terdalam masing-masing. Untuk tantangan yang pertama, para kandidat diharuskan untuk melalui uji makan ulat sagu. Silakan!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Emil</strong>: Wah, ini saya udah pernah. Ini mah biasa atuh!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ganjar</strong>: Wah, opo ora gendeng kuwi? Moso yo presiden kudhu dhahar ulat sagu? Toh yo ora ngono kuwi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Anies</strong>: Sesuai permintaan masyarakat, kami akan mencoba untuk menjalankannya – apapun amanat rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<em>Emil, Ganjar, dan Anies akhirnya mencoba memakan ulat sagu tersebut</em>)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ridwan-kamil-akhirnya-ungguli-sandiaga"><strong>Ridwan Kamil Akhirnya Ungguli Sandiaga?</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%202020/infografis%20Capres%20Tiga%20Pasang,%20Mungkinkah.jpg" alt="Mungkinkah Capres Tiga Pasang"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Host</strong>: Selamat! Kalian sudah lolos uji keberanian yang pertama. Untuk babak yang berikutnya, para kandidat diharuskan untuk meminum satu gelas jamu ini dalam satu teguk. Silakan dimulai!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ganjar</strong>: Lah, yen iki aku wis biasa. Presiden ya kaya Pak Jokowi kuwi, ngunjuk jamu saben dina yen arep sehat lan kuat!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Anies</strong>: Atas amanat rakyat, saya akan meminum habis segelas jamu ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Emil</strong>: Hayu ngaleueut!</p>



<p class="wp-block-paragraph">(<em>Emil, Ganjar, dan Anies pun berhasil lolos babak ini</em>)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Host</strong>: Untuk babak yang berikutnya, tantangannya adalah melawan ketakutan terhadap ketua umum partai!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ganjar</strong>: Waduh! Susah juga yen iki. Nuwun nggih, Bu Mega.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Anies</strong>: Ya, bagaimana pun kita tidak boleh melawan saudara sebangsa sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Emil</strong>: Bisa diajak safari lah ini. Kemarin kan saya ajak Mas AHY naik sepeda bak Dilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Host</strong>: Waduh, kok beda-beda begini cara ngelawannya? Ya sudah, lanjut saja ke babak berikutnya, yakni melawan oligarki. Kan, sebagai presiden, nanti bapak-bapak harus berani melawan kehendak oligark dan elite demi kepentingan rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Anies</strong>: Bila benar amanat rakyat berkata demikian, maka, dan lantas, saya akan berusaha sebaik mungkin. Mari kita pertemukan keinginan dan kehendak masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ganjar</strong>: Waduh. Nuwun pangapunten, Bapak Ibu Oligark. Piye kalau kita bicarakan dulu demi kepentingan bersama?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Emil</strong>: Bapak dan ibu oligark mungkin kita bisa berolahraga bersama? Atau mungkin mau berkeliling naik motor gede alias moge?</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum upaya mereka dimulai, entah mengapa acara tersebut terputus dari siaran televisi yang berlangsung. Rakyat-rakyat yang menonton pun tidak tahu kelanjutannya bagaimana – bagaikan pengalaman rakyat di masa-masa sebelumnya yang tidak tahu pasti mau dibawa ke mana arah negara ini. (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/tarung-capres-giring-vs-ahmad-dhani"><strong>Tarung Capres Giring vs Ahmad Dhani</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="6nxDFe76CO8"><iframe title="Relawan Jokowi, Kunci Menang Ganjar di 2024?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/6nxDFe76CO8?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ridwan-Kamil-Suka-Makan-Ulat-1024x684.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
