<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>partai baru &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/partai-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Feb 2022 02:03:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>partai baru &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apakah Parpol Baru Gagal seperti PSI?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/apakah-parpol-baru-gagal-seperti-psi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2021 05:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[partai baru]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=85317</guid>

					<description><![CDATA[Hadirnya partai-partai politik baru mendapat atensi publik. Partai-partai politik baru yang pernah gagal pada Pemilu 2019, seperti PSI menjadi sebuah pengalaman tersendiri, terlebih apatisme publik yang bermunculan. Bagaimana prospek partai-partai politik baru di Pemilu 2024? PinterPolitik.com Kemunculan partai-partai politik baru menjelang pemilu sudah lumrah di Indonesia. Semakin dekat menuju Pemilu 2024, fenomena kemunculan partai politik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Hadirnya partai-partai politik baru mendapat atensi publik. Partai-partai politik baru yang pernah gagal pada Pemilu 2019, seperti PSI menjadi sebuah pengalaman tersendiri, terlebih apatisme publik yang bermunculan. Bagaimana prospek partai-partai politik baru di Pemilu 2024?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Kemunculan partai-partai politik baru menjelang pemilu sudah lumrah di Indonesia. Semakin dekat menuju Pemilu 2024, fenomena kemunculan partai politik baru juga terjadi. Paling anyar ada Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), yang jika kita amati, embrio kemunculannya mirip dengan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua partai ini terbentuk karena konflik internal elite di partai sebelumnya. Selain itu muncul kembali partai yang pernah berjaya pada Pemilu 1955, yaitu Partai Masyumi. Sedangkan Partai Ummat dibidani oleh tokoh reformasi, Amien Rais. Terakhir, Partai Buruh juga digawangi oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika melirik ke belakang, pada Pemilu 2019 tercatat empat wajah pendatang baru, yakni Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda). Sayangnya, semua partai baru yang mengikuti pemilu legislatif tidak&nbsp; satupun yang lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen: Perindo (2,67 persen), Partai Berkarya (2,09 persen), PSI (1,89 persen), dan terakhir Partai Garuda (0,22 persen).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/kenapa-psi-selalu-serang-anies"><strong>Kenapa PSI Selalu Serang Anies?</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari keempatnya, yang paling mencolok mungkin adalah PSI. Membawa&nbsp;<em>tagline</em>&nbsp;partai anak muda, PSI tampil membawa narasi-narasi politik yang terbukti menarik atensi masyarakat. Namun, kendati dikenal oleh para pemilih, keputusan pemilih ternyata berbanding terbalik di pencoblosan surat suara. PSI gagal ke Senayan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilih di Indonesia telah melalui beberapa pemilihan umum yang dilakukan secara demokratis pasca Orde Baru. Akumulasi pengalaman inilah yang membuat para pemilih menjadi lebih kebal dengan agresivitas partai politik, apalagi partai politik baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah partai politik baru mampu melintasi jalan terjal Pemilu 2024?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>PSI Muncul dan Gagal di 2019</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Merujuk pada Ridho Imawan Hanafi dalam sebuah jurnal politik berjudul&nbsp;<em>Kemunculan dan Tantangan Partai Politik Baru Pada Pemilu 2019</em>, menjelaskan bahwa kemunculan partai baru dalam Pemilu&nbsp; 2019 bukan merupakan fenomena pertama kali sejak era reformasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah keruntuhan rezim otoriter pada 1998, salah satu upaya menyambut perubahan rezim ke arah demokratis adalah dengan pendirian partai politik. Sejak itu sejumlah partai dibentuk dan bersaing memperebutkan suara di pemilu. Pendirian partai-partai di awal reformasi disebut karena&nbsp;<em>political euphoria</em>, lebih sebagai sebuah luapan emosi politik yang tersumbat selama rezim Orde Baru berkuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat pemilu 2019 menarik disimak. PSI hadir menjelang Pemilu 2019 dengan sebuah narasi baru, yaitu mengasosiasikan dirinya sebagai partai milenial. PSI mendekati kaum milenial dengan strategi populis, seperti mengedepankan gagasan-gagasan toleransi, pluralisme, dan penolakan terhadap rasisme dan diskriminasi. Potensi PSI terlihat hasilnya ketika Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Eropa mengumumkan bahwa PSI unggul di sana, sedangkan di Indonesia hasilnya berbeda jauh.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal di atas membuktikan adanya perbedaan preferensi politik antara pemilih yang berada di Eropa dengan pemilih yang berada di Indonesia. Daniel Chrisendo dalam tulisanya yang berjudul&nbsp;<em>Mengapa PSI Kalah di Indonesia tapi Unggul Telak di Eropa?</em>, menjelaskan alasan PSI bisa unggul di Eropa dikarenakan dua faktor.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, masyarakat Indonesia di Eropa yang merupakan minoritas melihat terdapat kesamaan visi dengan narasi PSI yang mengkampanyekan toleransi, pluralisme, dan anti rasis dan diskriminasi.&nbsp;<em>Kedua</em>, media sosial menjadi saluran kampanye PSI. Masyarakat Indonesia di Eropa adalah milenial yang sedang menempuh pendidikan maupun bekerja. Informasi yang mereka dapatkan dari Tanah Air tidak diperoleh dari media konvensional, melainkan dari media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ganjar-perlu-dengar-rocky"><strong>Ganjar Perlu Dengar Rocky?</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika pemilih di Eropa dapat dipengaruhi oleh narasi, maka di Indonesia hal tersebut tampaknya tidak berlaku. Politik narasi dinilai telah berganti menjadi politik uang atau penguasaan sumber daya kapital, hal ini menjadi budaya dalam masyarakat kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Burhanuddin Muhtadi dalam bukunya&nbsp;<em>Kuasa Uang: Politik Uang dalam Pemilu Pasca-Orde Baru</em>&nbsp;menjelaskan budaya politik uang telah menjadi lingkaran setan tidak terputus, di mana ini mengakibatkan masyarakat mengubah habituasi dan persepsi dalam memahami bahwa pemilu sudah sewajarnya menggunakan politik uang. Oleh karenanya, masyarakat tidak hanya memandang wajar, melainkan juga menanti praktik tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus PSI ini dapat dimaknai bahwa kekuatan narasi masih belum cukup untuk partai baru dapat lolos di parlemen. Tampaknya perlu kekuatan kapital agar sebuah partai baru bisa eksis menjadi partai di parlemen. Lantas, bagaimana partai politik baru tidak gagal seperti PSI ?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa yang Harus Dilakukan?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh partai politik baru.&nbsp;<em>Pertama</em>, kekuatan narasi populis. Partai politik baru dapat menggunakan narasi sebagai upaya mengikatkan diri dengan para pemilih, yang juga mempunyai narasi yang sama. Narasi yang dibentuk oleh partai juga harus merupakan narasi yang populis, sehingga tingkat popularitas atau tingkat keterkenalan sebuah partai dapat meluas di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Willy Aditya dalam tulisannya&nbsp;<em>Restorasi Politik Gagasan</em>, menjelaskan, politik gagasan sendiri merupakan praktik politik yang mengedepankan gagasan sebagai komoditas utama, yang ditawarkan kepada publik sekaligus menjadi agenda utama perjuangan yang dalam konteks ini, partai politik. Politik gagasan bukan politik yang mengedepankan persamaan identitas, faktor kedekatan, atau aspek-aspek non-rasional lainnya. Politik gagasan juga tidak menjadikan kekuasaan sebagai tujuan, tetapi alat untuk meraih tujuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, kekuatan kapital. Narasi saja rupanya tidak cukup, PSI bisa dijadikan contoh untuk ini, basis pemilih PSI kebanyakan masyarakat urban yang lekat dan mampu menerima gagasan sebagai komoditas politik. Sedangkan pemilih mayoritas kita masih didominasi&nbsp; pemilih tradisional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nyimas Latifah dalam tulisan yang berjudul&nbsp;<em>Peran Marketing dalam Dunia Politik&nbsp;</em>menyebutkan ada empat tipe pemilih di Indonesia, yakni pemilih rasional, pemilih kritis, pemilih tradisional, dan pemilih skeptis. Menurutnya, pemilih tradisional merupakan pemilih mayoritas di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok pemilih ini lebih mengutamakan kedekatan sosial budaya, nilai, asal-usul, paham dan agama sebagai indikator untuk calon pemimpin dan partai politik. Biasanya mereka memiliki tingkat pendidikan yang rendah, sehingga lebih mudah dimobilisasi. Tentunya, kekuatan kapital dapat digunakan sebagai modal untuk melakukan mobilisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/saatnya-eks-kpk-buat-partai-baru"><strong>Saatnya Eks-KPK Buat Partai Baru?</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ketiga</em>, ketokohan. Partai bisa diidentifikasi karena muncul figur tertentu di dalamnya. Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, menyebut faktor yang paling dominan dalam motif memilih partai politik adalah faktor ketokohan. Pernyataan ini disandarkan pada hasil survei, di mana angkanya mencapai 22,9 persen. Faktor ketokohan unggul di antara lima faktor lain yang menjadi indikator survei.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis menyarankan, ketokohan tidak hanya berada di pusat, melainkan penting menghadirkan tokoh tokoh di tiap daerah, hal ini bisa dijadikan strategi untuk memikat pemilih yang beragam di tiap  daerah.<em>Well</em>, kita lihat saja, apakah ketiga saran tersebut dapat menjadi pertimbangan atau tidak. (I76)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Juliari Batubara: Saatnya Partai Dibiayai Negara?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/obI5JwZGA4M?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2021/11/1636027839_psi-antara-1jpg.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mampukah Partai Baru Bersaing?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/mampukah-partai-baru-bersaing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2021 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[partai baru]]></category>
		<category><![CDATA[partai baru non-parlemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=83641</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="861" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mampukah-Partai-Baru-Bersaing-861x1024.jpg" alt="" class="wp-image-83258" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mampukah-Partai-Baru-Bersaing-861x1024.jpg 861w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mampukah-Partai-Baru-Bersaing-252x300.jpg 252w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mampukah-Partai-Baru-Bersaing-126x150.jpg 126w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mampukah-Partai-Baru-Bersaing-768x913.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mampukah-Partai-Baru-Bersaing-696x827.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mampukah-Partai-Baru-Bersaing-1068x1270.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mampukah-Partai-Baru-Bersaing-353x420.jpg 353w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mampukah-Partai-Baru-Bersaing.jpg 1080w" sizes="(max-width: 861px) 100vw, 861px" /><figcaption>Survei Kompas, partai baru non-parlemen belum dikenal publik</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Mampukah-Partai-Baru-Bersaing-861x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gelora Partai Baru di 2024</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/gelora-partai-baru-di-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2021 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[partai baru]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gelora]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=97531</guid>

					<description><![CDATA[Banyak partai baru, seperti Gelora, Ummat, PRIMA, dan sebagainya, mulai menarget untuk ikut Pemilu 2024. Sebuah gelora partai baru di 2024?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menyongsong pemilihan umum (Pemilu) pada tahun 2024 mendatang, banyak partai baru – seperti Gelora, Ummat, Masyumi (Reborn), PRIMA, Emas, PANDAI, Pinter, dan sebagainya – mulai bermunculan. Apakah ini saatnya partai-partai baru bersinar?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[Intro: DJ Pinpol]</p>



<p class="wp-block-paragraph">EPIC RAP BATTLE OF 2024!</p>



<p class="wp-block-paragraph">PDIP vs Gerindra vs Golkar vs PKB vs…</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nasdem vs Gelora vs PSI vs PRIMA vs…</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Mmm</em>, versus siapa aja&nbsp;<em>dah</em>!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai!</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[Verse 1: PDIP]</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Okay,</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>I begin the whole cypher ‘cause I always come the first.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Parpol lain hanya caper,&nbsp;<em>but, look, ‘till now I still burst.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari awal Indonesia,&nbsp;<em>we</em>&nbsp;<em>still for</em>&nbsp;Bung Karno.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teruntuk Mbak Puan,&nbsp;<em>always yes and never no.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Politik bukan cari cuan,&nbsp;<em>and</em>&nbsp;<em>that’s Mega’s words.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jokowi paham itu,&nbsp;<em>but everyone’s throwing dirt.</em></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[DJ PinPol]</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nice</em>, PDIP!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Take the mic</em>, Gerindra!</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[Verse 2: Gerindra]</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tenang, PDIP, Jokowi masih kami dukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Iya dulu musuh, tapi&nbsp;<em>we are here now</em>, Bung.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>,&nbsp;<em>skinny</em>&nbsp;Prabowo sudah menang&nbsp;<em>rap battle</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>We do lead, never be a follower, we no cattle.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Prabowo&nbsp;<em>and</em>&nbsp;Jokowi,&nbsp;<em>they’re brothers for real.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>’24 is for the taking, yeah, that’s how we feel.</em></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[DJ PinPol]</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wooo</em>,&nbsp;<em>dope</em>!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Yo</em>, Golkar!</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[Verse 3: Golkar]</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Huh, what? Someone’s been cocky, huh?</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, semua perlu tahu&nbsp;<em>who is the OG, huh?</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>I’m the real vet, y’all really should bow, duh</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nobody’s as all set as Soeharto’s legacy, bruh</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>It’s in the name</em>, GOL-kar,&nbsp;<em>we score goals.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Now, it’s time for</em>&nbsp;Airlangga&nbsp;<em>to win the polls.</em></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-dukung-anies-puan-di-2024"><strong>Jokowi Dukung Anies-Puan di 2024?</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%20K12%202020/Pemilu-Freshman-Class-2024.jpg" alt="Pemilu Freshman Class 2024 Partai Baru"/></figure>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[DJ PinPol]</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Burn!</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Now, let’s hear some from the jits!</em></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[Verse 4: PSI]</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Uhuk</em>,<em>&nbsp;uhuk</em>,<em>&nbsp;uhuk</em>, terdengar suara batuk pak tua.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Sixty-seventy-or-something</em>, tak pensiun jua?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dapat kursi DPR, tapi tidur kala bersua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua tahu mobil listrik tak bersuara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi Formula E ramai kek&nbsp;<em>vroom-vroom.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Here comes PSI, everybody, make some room.</em></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[DJ PinPol]</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Yo! How ‘bout we hear some from the newcomers?</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gelora, spit the bars!</em></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[Verse 5: Gelora &amp;&nbsp;<strong>PKS</strong>]</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gelora hadir di mana-mana,&nbsp;<em>yeah</em>,&nbsp;<em>it’s galore.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baru lahir, pasti kalah</strong>.&nbsp;<em>Nuh</em>,&nbsp;<em>it’s folklore.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Oposisi plonga-plongo,&nbsp;<em>oh</em>,&nbsp;<em>what a bore!</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Look, we’re not about PKS no more.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Awas musuh di belakang, yuk lihat spion.</p>



<p class="wp-block-paragraph">In ‘20 bukti menang, Bob Nasution.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[DJ PinPol &amp;&nbsp;<strong>PRIMA</strong>]</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Okay</em>, siapa lagi ya?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, siapa namamu?&nbsp;<strong>PRIMA!</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ya</em>, silakan, PRIMA!</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[Verse 6: PRIMA]</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gue mungkin emang baru, tapi jiwa telah mengakar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PRD di Orde Baru, bara semangat tetap terbakar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Yup, still, we all about justice and fairness.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di mana pun, Parangtritis sampai Kalideres.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Here comes</em>&nbsp;’24,&nbsp;<em>sure</em>,&nbsp;<em>we’ll tryna be earnest</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua ini untuk rakyat,&nbsp;<em>yeah</em>,<em>&nbsp;our dearest</em>.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">[Outro: DJ PinPol]</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Eeeh</em>, siapa lagi ya? Banyak juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>By the way</em>,&nbsp;<em>kok</em>&nbsp;penonton pada pergi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa gara-gara kebanyakan ya peserta&nbsp;<em>cypher</em>&nbsp;’24-nya?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Waduh</em>, bubar&nbsp;<em>dah</em>. Bubar. (<em>mikrofon jatuh</em>)</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p class="wp-block-paragraph">(A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/kecurangan-bayangi-pilpres-2024"><strong>Kecurangan Bayangi Pilpres 2024?</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="1WctOL4Eawc"><iframe title="Di Balik Dramaturgi PDIP Terhadap Jokowi" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/1WctOL4Eawc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Gelora-Partai-Baru-di-2024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pemilu Freshman Class 2024</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/pemilu-freshman-class-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2021 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[partai baru]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=85158</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="854" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Pemilu-Freshman-Class-2024-854x1024.jpg" alt="" class="wp-image-85140" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Pemilu-Freshman-Class-2024-854x1024.jpg 854w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Pemilu-Freshman-Class-2024-250x300.jpg 250w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Pemilu-Freshman-Class-2024-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Pemilu-Freshman-Class-2024-768x921.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Pemilu-Freshman-Class-2024-696x835.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Pemilu-Freshman-Class-2024-1068x1281.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Pemilu-Freshman-Class-2024-350x420.jpg 350w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Pemilu-Freshman-Class-2024.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 854px) 100vw, 854px" /><figcaption>Partai-partai baru bakal ikut Pemilu 2024</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/01/Pemilu-Freshman-Class-2024-854x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Trump Mau Bikin Partai Baru?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/trump-mau-bikin-partai-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2021 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[partai baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=91884</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-819x1024.jpg" alt="" class="wp-image-91862" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-768x961.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-1228x1536.jpg 1228w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-1638x2048.jpg 1638w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-1068x1336.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-1920x2401.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-scaled.jpg 2047w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /><figcaption>Trump disebut akan dirikan partai baru di AS</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Trump-Mau-Bikin-Partai-Baru-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menanti Debut PSI dan Perindo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menanti-debut-psi-dan-perindo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2018 11:44:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[partai baru]]></category>
		<category><![CDATA[Perindo]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19291</guid>

					<description><![CDATA[Partai PSI dan Perindo telah sukses melewati tahapan verifikasi KPU. Apakah mereka juga bakal sukses dalam Pemilu? PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]artai-partai debutan seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) memang cukup menarik perhatian publik. Dari sejumlah partai politik baru, hanya PSI dan Perindo yang terbilang mulus dalam menjalani tahap seleksi. Mereka tak pernah tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Partai PSI dan Perindo telah sukses melewati tahapan verifikasi KPU. Apakah mereka juga bakal sukses dalam Pemilu?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]artai-partai debutan seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) memang cukup menarik perhatian publik. Dari sejumlah partai politik baru, hanya PSI dan Perindo yang terbilang mulus dalam menjalani tahap seleksi. Mereka tak pernah tidak diloloskan KPU sebelum tahap verifikasi faktual.</p>
<p>Salah satu modal utama dari kedua partai baru ini adalah figur-figur yang dimiliki partai. Perindo misalnya ada sosok Hary Tanoesodibjo, sosok pengusaha media yang juga sudah cukup makan<em> asam garam</em> dalam dunia perpolitikan tanah air. Ditambah lagi Perindo memiliki kekuatan finansial yang mumpuni dan basis media massa yang kuat. Selain itu, Perindo juga telah berupaya untuk berinisiasi ke berbagai lapisan masyarakat sejak awal berdiri.</p>
<p>Sementara itu, PSI memiliki ciri khas tersendiri dibanding parpol-parpol lain. Partai yang dipimpin eks jurnalis televisi, Grace Natalie itu, menekankan pentingnya generasi muda berintegritas dan bersih untuk terjun ke panggung politik. Hal ini menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno sebagai salah upaya untuk mendobrak habitus lama dalam dunia perpolitikan Indonesia yang sarat akan korupsi dan politik praktis.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Aamiin ya Allah.. dengan usaha, kerja keras dan doa, insya Allah kami bukan hanya lolos vertual tapi melewati ambang batas PT. <a href="https://t.co/PkXmFZS9Eo">https://t.co/PkXmFZS9Eo</a></p>
<p>&mdash; Satia Chandra Wiguna (@elchanatmadja) <a href="https://twitter.com/elchanatmadja/status/948452920026017792?ref_src=twsrc%5Etfw">January 3, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Bisa dikatakan kedua partai ini merupakan partai politik <em>zaman now. </em>Sebab kader-kadernya merupakan orang-orang yang <em>melek </em>akan teknologi dan informasi. Ini merupakan modal berharga untuk menarik minat para generasi milenial untuk aktif berpolitik.</p>
<p>Sebenarnya yang menarik dari PSI adalah mekanisme perekrutan kadernya. Perekrutan tersebut dilakukan secara terbuka. Ini merupakan sebuah terobosan baru yang belum pernah dilakukan oleh partai-partai lainnya. Konon, ini sebagai upaya dari PSI untuk menghindari politik ‘beli kucing dalam karung’. Dan sebagai upaya untuk menciptakan kader yang berkualitas sehingga fenomena ‘kader lompat pagar’ <em>nggak bakalan </em>terjadi.</p>
<p><figure id="attachment_19297" aria-describedby="caption-attachment-19297" style="width: 300px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-19297 size-medium" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/perindochris2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/perindochris2-300x225.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/perindochris2-80x60.jpg 80w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/perindochris2-265x198.jpg 265w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/perindochris2-560x420.jpg 560w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/perindochris2.jpg 640w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-19297" class="wp-caption-text">Partai Perindo saat melakukan deklarasi pada tanggal 7 Februari 2015 (doc: voa-islam.com)</figcaption></figure></p>
<p>Kalau yang <em>khas </em>dari Perindo adalah <em>mars-</em>nya, coba cek hampir semua lapisan masyarakat pasti <em>tau</em> lagu tersebut. Perindo juga terlihat sebagai Partai yang ‘dermawan’ karena rajin membagi-bagikan sembako kepada masyarakat.</p>
<p><em>Yah, </em>itulah gambaran sekilas tentang PSI dan Perindo yang bisa dibilang masih tergolong ‘balita’ dalam dunia politik Indonesia. kita tunggu <em>aja </em>sepak terjang mereka dalam Pemilu nanti. Apakah mereka bakal sukses seperti saat masih diseleksi oleh KPU? <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2017-04-11-at-18.32.10.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Geliat Partai Politik Baru</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/geliat-partai-politik-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Y14]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Oct 2017 03:51:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[partai baru]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik baru]]></category>
		<category><![CDATA[Rhoma Irama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=14954</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><div id="tdi_1" class="tdc-row"><div class="vc_row tdi_2  wpb_row td-pb-row" >
<style scoped>.tdi_2,.tdi_2 .tdc-columns{min-height:0}.tdi_2,.tdi_2 .tdc-columns{display:block}.tdi_2 .tdc-columns{width:100%}.tdi_2:before,.tdi_2:after{display:table}</style><div class="vc_column tdi_4  wpb_column vc_column_container tdc-column td-pb-span12">
<style scoped>.tdi_4{vertical-align:baseline}.tdi_4>.wpb_wrapper,.tdi_4>.wpb_wrapper>.tdc-elements{display:block}.tdi_4>.wpb_wrapper>.tdc-elements{width:100%}.tdi_4>.wpb_wrapper>.vc_row_inner{width:auto}.tdi_4>.wpb_wrapper{width:auto;height:auto}</style><div class="wpb_wrapper" ><div class="wpb_wrapper td_block_wrap vc_raw_html tdi_6 videoWrapper .videoWrapper"><div class="td-fix-index"><div><iframe loading="lazy" type="text/html" width="853" height="480" src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/uF3PzRUBF3o?showinfo=0&modestbranding=1&autoplay=1&loop=1&autohide=1&rel=0&fs=0" frameborder="0" allow="autoplay" ></iframe></div></div></div></div></div></div></div><div id="tdi_7" class="tdc-row"><div class="vc_row tdi_8  wpb_row td-pb-row" >
<style scoped>.tdi_8,.tdi_8 .tdc-columns{min-height:0}.tdi_8,.tdi_8 .tdc-columns{display:block}.tdi_8 .tdc-columns{width:100%}.tdi_8:before,.tdi_8:after{display:table}</style><div class="vc_column tdi_10  wpb_column vc_column_container tdc-column td-pb-span12">
<style scoped>.tdi_10{vertical-align:baseline}.tdi_10>.wpb_wrapper,.tdi_10>.wpb_wrapper>.tdc-elements{display:block}.tdi_10>.wpb_wrapper>.tdc-elements{width:100%}.tdi_10>.wpb_wrapper>.vc_row_inner{width:auto}.tdi_10>.wpb_wrapper{width:auto;height:auto}</style><div class="wpb_wrapper" ><div class="wpb_wrapper wpb_text_column td_block_wrap td_block_wrap vc_column_text tdi_11  tagdiv-type td-pb-border-top td_block_template_1"  data-td-block-uid="tdi_11" >
<style>.vc_column_text>.td-element-style{z-index:-1}</style><div class="td-fix-index"><p>Jelang Pemilu 2019, sejumlah parpol muncul mencoba peruntungan. Bagaimana kans mereka?</p>
</div></div></div></div></div></div></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/10/saq-1024x743.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
